oleh

Kesesuaian Penerapan Akuntansi Murabahah di lembaga keuangan syariah dengan PSAK 102

Oleh : Siti Aisyah (STEI SEBI)

Salah satu transaksi syariah dan merupakan bagian dari produk pembiayaan perbankan syariah atau lembaga keuangan syariah adalah murabahah.

Dalam bukunya yang berjudul Prinsip Ekonomi Islam, Luqman Hakim Mendefinisikan Murabahah sebagai akad jual beli suatu barang dimana penjual menyebutkan harga jual yang terdiri atas harga pokok dan tingkat keuntungan tertentu atas barang, dan harga jual tersebut disetujui pembeli.

Jual beli dengan menggunakan akad murabahah kini diterapkan di seluruh perbankan syariah atau lembaga keuangan syariah dan telah dianggap sesuai dengan prinsip syariah. Produk pembiayaan murabahah dapat dilakukan secara angsuran ataupun ditangguhkan dengan kesepakatan bersama. Dalam prakteknya sebagian besar kontrak murabahah yang dilakukan adalah menggunakan sistem murabahah dengan pesanan. Kondisi ini dapat dimaklumi mengingat lembaga keuangan syariah bukanlah sebagai tempat yang menyediakan suatu barang tertentu yang dibutuhkan oleh seorang nasabah.

Segala hal yang berkaitan dengan pencatatan transaksi jual beli murabahah terangkum dalam PSAK 102 Akuntansi Murabahah. Pada saat perolehan, aset murabahah diakui sebagai persediaan sebesar biaya perolehan. Potongan pelunasan piutang murabahah yang diberikan kepada pembeli yang melunasi secara tepat waktu atau lebih cepat dari waktu yang disepakati diakui sebagai pengurang keuntungan murabahah. Piutang murabahah disajikan sebesar nilai neto yang dapat direalisasikan, yaitu saldo piutang murabahah dikurangi penyisihan kerugian piutang. Marjin murabahah tangguhan disajikan sebagai pengurang (contra account) piutang murabahah. Beban murabahah tangguhan disajikan sebagai pengurang (contra account) utang murabahah.

Berdasarkan tinjauan literatur yang telah di lakukan oleh Bayu Pernomo (2019) adanya perlakuan akuntansi murabahah pada produk pembiayaan murabahah di BMT La Tahzan Indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan PSAK 102 revisi 2013. Namun hal itu tidak sejalan dengan penelitian yang di lakukan oleh Muhammad Yusuf (2013) yang dapat disimpulkan bahwa dalam hal perlakuan akuntansi atas transaksi murabahah pada bank syariah X sudah sesuai dengan PSAK 102

Referensi :
1. Lukman hakim, Prinsip – Prinsip Ekonomi Islam, (Jakarta: Erlangga, 2012)
2. IAI, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Akuntansi Murabahah, (Jakarta: Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, 2013)

Komentar

Berita lainnya