oleh

Pentingnya Penerapan Internal Audit Function di Bank Syariah

Dari jaman ke jaman sumber hukum umat islam terus mengikuti perkembangan, begitu juga dalam keuangan islam yang sudah berkembang sejak jaman para Nabi, salahsatunya Nabi yusuf yang menjadi kepala keuangan negara mesir untuk mengatasi mesir dari berbagai kesulitan keuangan krisis yang menghampiri negeri Mesir pada waktu itu dari mimpi yang ditafsirkan, maka dibutuhkan kebijakan kebijakan dari kepala keuangan (Mubyarto et al. 2014)

Begitu juga pada jaman Nabi terakhir Nabi Muhammad Saw masalah keuangan mendapat sorotan utama dengan adanya baitul maal dan pengawasan dalam pelaksanaan perdagangan dengan adanya dewan hisab atau sekarang sering disebut dengan audit versi syariah, fungsi Al-Hisbah pada saat itu diantaranya pertama fungsi ekonomi dimana al hisbah bertugas mengawasi kegiatan pasar mengawasi harga, ukuran, takaran dan timbangan tugas ini sangat penting karena seringkali ditemukan kecurangan kecurangan selain itu dewan ini juga menetapkan standar ukur bagi para pedagang dan berwenang menetapkannya (Agreement et al. 2011).

BACA JUGA:  Pengukuran Fungsi Audit Internal Syariah yang Efektif di Lembaga Keuangan Syariah

Seiring perkembangan jaman maka terjadi pergeseran pengertian Al-Hisab atau dewan hisab tadi dan pengertian yang berlaku saat ini dikenal dengan audit versi syariah. Menurut wikipedia audit merupakan kegiatan pemerikasaan dan pengumpulan informasi dalam bentuk bukti audit dalam suatu perusahaan guna menentukan dan membuat laporan keuangan berkenaan dengan tingkat kesesuian antara informasi dan kriteria yang ditetapkan dan proses ini harus dilakukan oleh orang yang independen dan kompeten.

BACA JUGA:  Peran Teknologi Digital Terhadap Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia

Sejalan perkembangannya juga kini hisbah atau audit secara syariah sudah masuk kedalam perusahaan dan juga lembaga keuangan syariah salahsatunya Bank syariah , dengan adanya fungsi audit internal / Internal Audit Function (IAF) dalam bank ini menjadi faktor yang sangat penting apalagi ini menjadi hubungan yang tidak signifikan dengan dewan direksi yang membawa implikasi penting bagi efektifitas dewan di bank syariah. Kontribusi IAF dengan kolaborasi Coorporate Governance dewasa ini mengalami perkembangan, pentingnnya penerapan Internal Auidt (IA) dalam lembaga keuangan diantaranya untuk menghindari adanya kecurangan, kesalahan dan penipuan (Sulub, Salleh, dan Hashim 2018).

Dari beberapa referensi, salahsatunya penelitian yang dilakukan di Sudan dengan menguji 14 Bank dalam jangka waktu lima tahun setelah terjadinya krisis global tahun 2008 bank syariah yang dijadikan sampel rata rata sudah menggunakan Internal Audit Function (IAF) sekitar 69% ini juga menunjukan tata kelola CG yang baik dan kepatuhan syariah yang ketat. Bank syariah dengan SSB yang kuat dan level yang lebih tinggi CGD cenderung tidak menggunakan IAF dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) di bank syariah bisa mendorong untuk memperkuat IAF tentu saja untuk mencegah adanya kesalahan, kecurangan. Tinjauan syariah ke bank bank syariah juga sangat penting hal ini direkomendasikan oleh SGF dan AAOIFI (Sulub et al. 2018).

BACA JUGA:  Etika Profesi Auditor sebagai Penentuan Tingkat Materialitas

Oleh: Dudi Supriadi (Mahasiswa Akuntansi Syariah STEI SEBI)

Komentar

Berita lainnya