oleh

Saatnya Membatasi Diri Menggunakan Plastik!

Plastik adalah material yang dibuat melalui proses polimerisasi rantai panjang karbon. Sifatnya yang mudah dibentuk menjadi alasan mengapa bahan berdasar plastik banyak digunakan industri yaitu baik sebagai bahan alat rumah tangga, kecantikan dan lain lain termasuk kemasan makanan.

Sering sekali bahan berdasar plastik dijadikan sebagai kemasan makanan, terutama kantong plastik kresek yang biasanya dipakai sebagai kantong pembungkus makanan. Karena harganya yang relatif murah dan mudah dibeli dimana saja, sehingga banyak pedagang makanan terutama UKM (Usaha Kecil Menengah) yang memilih kantong plastik untuk mengemas makanan kepada pelanggannya.

Dr. Dwi Nastiti Iswarawanti, ahli keamanan pangan dari SEAMEO RECFON Universitas Indonesia menyatakan bahwa bahan kimia dari suartu kemasan dapat migrasi ke makanan walaupun bahan kimia tersebut ada yang berbahaya dan tidak berbahaya.

BACA JUGA:  Kerajinan Tangan Hasil Penyandang Disabilitas, Tak Kalah Keren!

Kantong plastik terbuat dari poliolefin atau polivinil klorida (PVC) sebenarnya memiliki efek buruk untuk kesehatan. Bahan kantong plastik ini jika terkena suhu panas akan menghasilkan zat monomer carbon yang bersifat karsinogen. Karsinogen adalah zat yang menyebabkan penyakit kanker dengan cara mengubah DNA dalam sel-sel tubuh ehingga mengganggu proses fisiologis normal manusia.

Padahal biasanya yang dimasukan ke dalam kantong plastik adalah makanan yang panas misalnya gorengan, mie ayam atau bakso, akibatnya makanan tersebut dapat tercemar bahan kimia dari plastik.

Ternyata, bukan hanya kantong plastik yang menjadi sumber bahaya bagi konsumen. Styrofoam juga merupakan kemasan berbahan dasar plastik yang sering digunakan sebagai wadah makanan yang panas, padahal Styrofoam mengandung zat kimia yang berbahaya benzene dan styrene yang juga dapat mendorong timbulnya penyakit kanker.

BACA JUGA:  Mengapa Kita Menolak LGBT?

Lalu bagaimana pencegahannya?

Menurut Dr. Dwi Nastiti Iswarawanti sebaiknya pedagang menggunakan kemasan makanan berkualitas atau berlabel food grade. Banyak jenis kemasan yang aman yang sudah disarankan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) contohnya kemasan berbahan dasar karton atau kertas.

Kantong kemasan berbahan dasar karton atau kertas. (Istimewa)

Mengapa banyak pedagang yang menggunakan kemasan yang membahayakan kesehatan ini ?

Hal ini dapat terjadi karena kurangnya pembinaan bagi pedagang. Sebaiknya para pedagang ini lebih diperhatikan lagi oleh dinas kesehatan atau pemerintah setempat agar tidak merugikan pelanggannya. Pembeli makanan juga harus pintar saat memilih makanan yang dibeli.

BACA JUGA:  Penyalahgunaan Obat Biasa Menjadi Tidak Biasa

Selain dampaknya bagi kesehatan manusia, plastik sekarang sudah mencemari lingkungan karena banyak plastik yang digunakan hanya dalam sekali pakai kemudian dibuang. Ada 67 juta ton sampah plastik pada tahun 2019 di Indonesia. Perlu diketahui bahwa plastik adalah bahan yang sangat sulit diurai oleh tanah jadi perlu waktu bertahun-tahun agar plastik bisa terurai. Gerakan diet plastik juga sudah diterapkan banyak orang dengan membawa kotak makan sendiri, botol minum sendiri, menggunakan reusable straw, dan membawa tas belanja sendiri. Dan dengan membawa peralatan makan sendiri bisa lebih aman untuk kesehatan dan lingkungan. | Kunti Maulida Prameswari

Komentar

Berita lainnya