oleh

Benarkah Kurang Tidur Dapat Menyebabkan Anemia?

Apakah anda sering begadang akibat banyaknya tugas yang harus dikerjakan maupun sekadar untuk menonton drama korea? Apakah anda sering mengalami gejala seperti rasa lemas dan konsentrasi menurun setelah begadang dan tidur hanya dalam waktu kurang dari 7 jam? Bisa jadi anda memiliki resiko terkena anemia karena kebiasaan begadang anda.

Anemia merupakan keadaan dimana kadar hemoglobin dalam darah kita kurang dari kadar normal sebesar 11-13 g/dL .Angka ini akan berbeda-beda setiap orangnya, bergantung pada jenis kelamin, usia, dan status kehamilan kamu. (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2013). Anemia dapat menyerang semua kalangan usia, khususnya pada remaja. Remaja merupakan kelompok yang rentan untuk mengalami anemia. Data dari riskesdas tahun 2018 menyatakan bahwa prevalensi anemia pada remaja usia 15-24 tahun menduduki peringkat ketiga tertinggi setelah kelompok usia lansia dan bayi, yaitu sebesar 32%.

Mengapa remaja memiliki risiko yang besar untuk mengalami anemia? Hal ini dikerenakan banyaknya faktor resiko yang mungkin terjadi pada remaja, misalnya kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi, pola haid yang tidak teratur pada remaja putri, status sosial-ekonomi yang rendah, minimnya pengetahuan, hingga kurangnya jam tidur pun ternyata dapat memicu terjadinya anemia lho (Jaelani, Simanjuntak and Yuliantini, 2018; Liu et al., 2018).

Walaupun dirasa tidak ada keterkaitan antara begadang dengan anemia, tapi ternyata waktu tidur dapat mempengaruhi resiko anemia. Waktu tidur yang ideal untuk seorang remaja adalah 7 hingga 9 jam dalam sehari. Namun pada sebuah penelitian yang melihat rata-rata durasi tidur remaja di Indonesia, sebanyak 22,1% remaja Indonesia memiliki kebiasaan begadang dan tidur dengan durasi kurang dari 7 jam (Susanto, 2018). Pada saat kita tidur, didalam tubuh kita terjadi perbaikan sel-sel yang rusak. Apabila durasi tidur kita kurang dari waktu yang ideal, hal ini akan menyebabkan proses pembaharuan sel-sel tersebut akan berjalan secara tidak maksimal dan akan mengganggu proses pembuatan hemoglobin sehingga jumlah hemoglobin yang diproduksi tidak akan mencukupi kebutuhan tubuh kita (Astuti, 2015). Apabila hemoglobin dalam darah jumlahnya sedikit, maka akan berdampak buruk bagi tubuh, mengingat pentingnya peran dari hemoglobin tersebut.

BACA JUGA:  Kandungan Nikotin dalam Rokok Elektrik

Hemoglobin memiliki peran untuk mengikat oksigen, sehingga apabila hemoglobin yang dihasilkan tidak mencukupi kebutuhan tubuh, maka jumlah oksigen dalam darah kita juga akan ikut berkurang. Lalu apabila oksigen dalam darah kita berkurang, maka pengolahan energi tidak akan berjalan optimal, karena dalam mengolah energi, tubuh membutuhkan oksigen. Apabila energi yang dihasilkan tubuh hanya sedikit, tubuh akan mulai terasa lemas, lelah, pusing, hingga tingkat konsentrasi yang menurun(Setyandari, 2016). Pada salah satu penelitian yang dilakukan di China, didapatkan bahwa orang yang tidur kurang dari 7 jam memiliki resiko lebih tinggi terkena anemia dibandingkan dengan orang yang tidur selama 7 jam (Liu et al., 2018). Jadi ada baiknya jika kita mulai tidur dengan teratur agar terhindar dari risiko terkena anemia.

BACA JUGA:  Kandungan Nikotin dalam Rokok Elektrik

Risiko anemia perlu menjadi perhatian, karena dampak yang ditimbulkan akibat anemia tidaklah ringan. Dalam jangka pendek, anemia bisa menurunkan konsentrasi, menghambat proses tumbuh kembang, menurunkan kemampuan fisik, dan menurunkan produktivitas kerja. Apabila anemia terus menerus dibiarkan tanpa adanya treatment apapun, khususnya pada remaja wanita, anemia akan meningkatkan potensi seorang remaja putri melahirkan anak dengan kondisi berat badan lahir rendah (BBLR) (Priyanto, 2018). Anak dengan kondisi BBLR dikemudian hari akan mengalami penurunan kognitif, sehingga dapat dikatakan anemia dapat menyebabkan rantai penyakit ke generasi berikutnya.

Oleh sebab itu, penting untuk kita memulai hidup yang lebih sehat agar terhindar dari anemia. Kita dapat memulai pola hidup sehat dengan istirahat yang cukup, makan makanan dengan gizi seimbang, dan olahraga yang teratur. Bagi anda yang mengalami insomnia ataupun masalah lain yang menyebabkan sulit tidur, anda dapat mencoba teknik relaksasi sebelum tidur. Teknik relaksasi ini dapat digunakan untuk mengurangi rasa tegang dan cemas yang dirasakan seseorang yang menyebabkan seseorang sulit untuk tidur (Purwanto, 2008). Relaksasi otot, merendam kaki dengan air hangat, mematikan lampu, latihan nafas dalam, dan meminum air hangat dapat dilakukan untuk memberikan rasa nyaman dan tenang sebelum kamu tidur (Sulidah, Yamin and Diah Susanti, 2016).

BACA JUGA:  Kandungan Nikotin dalam Rokok Elektrik

Namun, bagi anda yang memiliki kadar hemoglobin dalam darah yang sudah terlanjur rendah, anda tidak perlu khawatir. Anda dapat melakukan terapi zat besi dengan mengonsumsi suplemen zat besi selama 2-3 minggu. Kalian juga dapat meningkatkan asupan vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi dan mengurangi makanan yang mengandung tannates dan phytates, seperti teh dan sereal. Selain itu konsumsi obat-obatan yang dapat meningkatkan pH lambung juga perlu diperhatikan ketika sedang mengonsumsi sumplemen zat besi. Hal ini dikarenakan makanan yang mengandung tannates dan phytates, maupun konsumsi obat-obataan yang dapat meningkatkan pH lambung dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi, sehingga zat besi yang terkandung dalam sumplemen akan berakhir sia-sia dan tidak terserap secara optimal (Killip, Bennett and Chambers, 2007).

Melihat dampak yang ditimbulkan anemia tidak hanya merugikan kita, namun juga merugikan generasi berikutnya, yuk mulai hidup yang lebih sehat tanpa mengabaikan jam tidur kita. | Disa Latamilen

Komentar

Berita lainnya