oleh

Terlalu lama di Depan Laptop? Waspadai Hal Berikut!

Saat ini, tidak diragukan lagi bahwa perkembangan teknologi sudah semakin pesat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya, penggunaan laptop yang tiap tahunnya selalu meningkat. Dengan berbagai fitur yang canggih dan bentuknya yang mudah dibawa kemana-mana, laptop menjadi bagian yang tidak terpisahkan di masyarakat, tak terkecuali pada generasi Z hingga generasi milenial yang banyak menggunakan laptop untuk mengerjakan tugas maupun bekerja. Seringkali, selain mengerjakan tugas dan bekerja, pengguna juga memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia di laptop, seperti aplikasi music, games, dan photobooth yang menjadikan durasi penggunaan laptop lebih lama. Sayangnya, tidak banyak yang menyadari durasi yang lama dengan postur tubuh yang salah dalam menggunakan laptop dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Hal yang dianggap sepele tersebut, dapat menyebabkan ketegangan dan terkilir pada leher, punggung, bahu, pergelangan tangan, tangan, serta kelelahan mata.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika dan Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo pada tahun 2018, diketahui dari 2.012 responden, 21,36% diantaranya adalah pengguna laptop dan 53,55% diantaranya menggunakannya untuk tujuan belajar. Dengan demikian, risiko kesehatan pada leher, punggung, bahu, pergelangan tangan, tangan, serta kelelahan mata dapat dikatakan tinggi. Hal ini disebabkan oleh postur janggal seperti membungkuk dan kepala yang terlalu menekuk ke bawah terlalu lama.

Sakit Leher

BACA JUGA:  Kenali Dampak Buruk Kecanduan Game Online

Seringkali saat menatap monitor laptop, leher cenderung menekuk ke bawah yang menyebabkan leher menjadi kaku. Tanpa disadari, jika dibiarkan terus menerus, bisa mengakibatkan sakit leher yang kronis

Sakit Punggung dan Bahu

Selain itu, akibat dari postur duduk yang membungkuk saat menggunakan laptop juga dapat menyebabkan sakit pada punggung serta rasa pegal pada bahu. Untuk mengurangi rasa sakit pada punggung akibat terlalu lama duduk di depan komputer, lakukan peregangan serta gerakan yoga, pilates, atau sit up yang dapat mencegah sakit pada punggung dan bahu tersebut.

BACA JUGA:  Siapa Sangka, Menangis Ternyata Bermanfaat bagi Kesehatan

Sakit pada Pergelangan Tangan dan Tangan

Salah satu dampak negatif lainnya adalah rasa sakit pada pergelangan tangan dan tangan berupa mati rasa atau kaku. Meski efeknya tidak terlalu buruk, jika didiamkan terus menerus hal ini dapat menjadi masalah penyakit serius, salah satu contohnya carpal tunnel syndrome.

Kelelahan Mata

Penggunaan laptop dengan jarak layar dan keyboard yang dekat disertai dengan durasi yang lama dapat menyebabkan kelelahan pada mata. Bahaya yang muncul yaitu seperti mata kemerahan, gatal, serta pandangan kabur.

Selain itu, penggunaan laptop pada tempat dengan sumber cahaya terang seperti jendela juga dapat membuat mata lelah akibat adanya dua pantulan cahaya yang intens dari layar laptop dan jendela. Terlalu banyak menyerap cahaya pada kornea mata dapat meningkatkan risiko gangguan katarak.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016 tentang Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perkantoran, Pasal 21, dijelaskan bahwa postur kerja menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan.

BACA JUGA:  Apakah Pelacak Kebugaran Penunjang Kesehatan Penggunanya?

Dilansir dari Better Health Channel, hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya risiko-risiko kesehatan akibat postur yang salah dan dengan durasi yang lama yaitu dengan duduk di meja yang dapat disesuaikan (adjustable). Selain itu, sesuaikan tinggi mata dengan layar laptop agar nyaman dalam melihat layar laptop yakni dengan jarak aman 50 – 100 cm. Kemudian, setelah 20 menit menggunakan laptop, imbangi dengan 20 detik istirahat dengan melihat sekeliling sejauh 20 kaki atau 6 meter. Bagi produsen laptop, disarankan untuk melengkapi produk yang dijual dengan panduan mengenai cara penggunaan laptop yang baik sebagai langkah mengedukasi masyarakat.

Anggi Fadhilah Putri, Dinda Ramadhanti Puteri, Mahda Nur Azizah
Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Indonesia

Komentar

Berita lainnya