oleh

Mengenal “Toxic Shock Syndrome” Penyakit Langka Akibat Penggunaan Tampon

Toxic shock syndrome adalah kondisi langka berupa keracunan darah yang berbahaya akibat racun bakteri. Penyebab sindrom ini seringkali adalah racun bakteri Staphylococcus aureus, tetapi bisa juga dari bakteri streptococcus grup A.

Beberapa wanita menggunakan tampon jika harus melakukan aktivitas seperti berenang atau kegiatan lain yang tak memungkinkan untuk memakai pembalut . Namun , jika anda memutuskan untuk memakai tampon , ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan , karena penggunaan tampon yang sembarangan dapat membuat anda terkena penyakit berbahaya yaitu Toxic Shock Syndrome .

Dilansir dari BBCnews , Sabtu (7/12/2019) Seorang remaja yang bernama Natasha Scott-Falber dari Caerwent , Monmouthshire meninggal pada Hari Valentine 14 Februari, saat tidur usai menonton program televisi favoritnya . Natasha Scott-Falber bermimpi membintangi West End meninggal karena infeksi langka setelah menggunakan tampon untuk pertama kalinya .

Dalam kampanye Toxic Shock Syndrome : Campaign after Natasha Scott-Falber’s death yang merupakan kampanye yang dilakukan untuk mengenang kematian Natasha dimana keluarganya juga turut terlibat langsung dalam kampanye ini menyatakan bahwa penggunaan tampon yang terlalu lama dapat menjadi penyebab utama terjadinya Toxic Shock Syndrome. Hal ini tidak terlalu sering terjadi namun Toxic Shock Syndrome bisa menjadi hal yang mematikan bila tidak diperhatikan secara seksama ,

Aaron Glatt, MD sebagai Juru Bicara Infectious Diseases Society of America dalam situs theasianparent.com menyatakan bahwa sebenarnya tampon itu akan sangat aman untuk digunakan. Namun dalam pemilihannya harus dihindari penggunaan tampon dengan daya serap tinggi secara berlebih karena berdasarkan pengamatannya, wanita cenderung memakai tampon ini lebih lama.

Adapun gejala awal yang ditimbulkan dari syndrome ini menurut Aaron ditandai dengan flu, kemudian dilanjutkan dengan muntah serta diare yang disusul dengan ruam yang muncul disekitar tubuh dan jika tidak ditangani dengan cepat dapat mengakibatkan kerusakan organ.

Menurut dokter Hervyasti Purwiandari Sp,OG , spesiais Obstetri dan Ginekologi , di IndonesIa mengatakan bahwa penyebab krusial atas TSS ini adalah infeksi bakteri staphylococcus terhadap area kelamin wanita yang menyebabkan reaksi syok disertai dengan penurunan tensi dan peningkatan nadi akibat dari infeksi ini.

“Jika menggunakan tampon dan menstrual cup , pastikan diganti sesering mungkin terutama saat penuh dan pembalut juga sama prinsip nya ,tapi untuk penggunan tampon dan menstrual cup tidak disarankan pada wanita yang mengalami infeksi di area vagina “ ujar Dokter Hervyasti , Selasa (10/12/2019).

Penggunaan tampon harus disertai dengan kebersihan area kelamin dan dalam penggunaannya harus melakukan pergantian tampon secara berkala dan jika tidak mendesak sebaiknya pada saat hendak tidur disarankan untuk menggunakan pembalut biasa saja. Apabila terjadi demam, keputihan berbau pasca penggunaan tampon dan pengobatannya adalah dengan pemberian antibiotik , memberikan cairan sesuai dengan derajat syoknya . Pengobatan TSS sendiri harus ke rumah sakit dan intensif.

Sekalipun penggunaan tampon ini belum merupakan hal yang lumrah di Indonesia, namun kita juga harus tahu dampak-dampak yang digunakan karena penggunaan tampon ini, khususnya Toxic shock syndrome.

Sherina
Mahasiswi London School of Public Relations – Jakarta

Komentar

Berita lainnya