oleh

Jejak Historis Pesona Pantai Bira, Primadona dari Ujung Selatan Sulawesi

Indonesia bagian timur memang kaya akan pemandangan alamnya yang indah terutama pemandangan bawah laut dan pantainya. Terletak di ujung selatan Pulau Sulawesi, tepatnya berada di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Pantai Tanjung Bira merupakan pantai pasir putih lembut yang terkenal akan keindahan dan kenyamanannya dari lokal hingga ke mancanegara.

Pantai Bira merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Sulawesi Selatan, terletak di ujung selatan daratan Sulawesi selatan yaitu di kecamatan Bontobahari kabupaten Bulukumba tepatnya sekitar 200 Km dari pusat kota Makassar jika ditempuh dengan menggunakan sepeda motor akan memakan waktu kurang lebih 4 jam akan tetapi sepanjang perjalanan yang memakan waktu itu kita akan disuguhi pemandangan yang luar biasa indah dengan sambutan orang orang yang begitu ramah dan terbuka.

Pantai Tanjung Bira memang menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, disamping keindahan yang ditawarkan, fasilitas yang disediakan juga cukup lengkap untuk menunjang para wisatawan dalam menjelajahi keindahannya. Terdapat berbagai macam kegiatan yang bisa dilakukan untuk menikmati keindahan alam tersebut seperti snorklin ria menikmati keindahan alam bawah laut, banana boat untuk merasakan adrenalin gelombang air laut,wisata kuliner menikmati hidangan seafood khas Bulukumba, penyeberangan pantai ke pulau liukang. Tapi tahukah kalian bahwa sebenarnya sebelum menjadi nama pantai bira dan dikenal khalayak orang seperti sekarang ini, pantai Bira telah mengalami sebuah proses panjang hingga pergantian nama yang kini dikenal sampai sekarang dengan nama Pantai Bira.

Pada tahun 1987 pantai Bira bernama Kapongkolang yang memiliki arti kampung yang air lautnya sejerni air kolam. Pada awalnya kapongkolang ini dinamai oleh organisasi pemuda setempat yang bernama pau’janggo dan dikelola secara mandiri oleh organisasi pemuda itu sendiri. Dan pada awalnya mata pencaharian utama kaum lelakinya ialah melaut dan perempuannya menenun. Hingga berselang beberapa waktu para pemuda mulai mengembangkan potensi parawisata melihat dari sisi wisatanya hingga menggeser mata pencaharian utama yang lalu.

Salah satu langkah untuk mempromosikan Kapongkolang pada saat itu untuk menjadi terkenal dengan cara membuat event pentas seni budaya dan mengundang artis daerah.

Nahh, Pada tahun 1990 Kapongkolang ini berubah nama menjadi pantai pasir putih kemudian diambil alih pengelolaannya oleh dinas pariwisata daerah. Setelah berubah nama menjadi pantai pasir putih, kemudian ada inisiatif untuk mengundang dinas pariwisata provinsi untuk melihat potensinya sebagai objek wisata yang dikembangkan. Dari situlah pemerintah setempat melihat adanya potensi yang dapat dikembangkan hingga kita bias melihat dan merasakan lansung perkemangannya dari segi sarana dan prasarana yang tersedia untuk menunjang para wisatawan dalam mengeksplore bulukumba terkhusus pantai bira.

Sejalan juga dengan data pengunjung yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Begitulah sejarah singkat dari pantai bira yang telah melalui proses panjang baik dari segi penamaan hingga pengembangan potensi alamnya peran besar pemuda setempat telah membawa pengaruh yang begitu luiar biasa dari segi ekonomi sosial dan budaya daerah setempat.

Komentar

Berita lainnya