oleh

Kemajuan Teknologi Tingkatkan Angka Obesitas?

Ilustrasi. (Istimewa)

Oleh: Ardelia – FKM UI

Menonton video Youtube di hari Minggu sambil berbaring di kasur, menunggu pesanan gofood datang. Tidakkah hal ini terdengar menyenangkan? Sadar tidak sadar, kegiatan tersebut sudah mendukung Anda menjadi obesitas.

Obesitas kini bukan hanya menjadi masalah kesehatan, melainkan sudah menjadi masalah multisektoral, mulai dari sosial, budaya, psikologi, maupun ekonomi. Menurut riskesdas 2018, angka obesitas pada penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun mengalami peningkatan setiap tahunnya dan sekarang berada di angka 21,8%. Penyebab utama obesitas adalah tingginya asupan kalori dan rendahnya energi yang keluar, atau dengan kata lain tinggginya konsumsi makanan dan rendahnya aktivitas fisik.

Keadaan lingkungan sangat erat hubungannya dengan status gizi seseorang. Karena sifat lingkungan yang kompleks, maka akan lebih mudah untuk mengkategorikan lingkungan menjadi lingkungan yang mendukung kesehatan atau tidak mendukung kesehatan. Kondisi lingkungan yang ada sekarang ini cenderung berkembang menjadi lingkungan yang tidak mendukung kesehatan, yang lebih condong pada pertumbuhan peduduk obesitas.

BACA JUGA:  Hati – Hati! Ini Bahayanya Menggunakan Make Up Palsu

Gabungan dari berbagai sektor lingkungan yang mendukung terjadinya obesitas pada individu maupun populasi disebut lingkungan obesogenik. Rumah makan cepat saji yang sangat mudah dijumpai, penjual gorengan yang dapat ditemukan setiap 10 meter merupakan sedikit contoh dari lingkungan obesogenik yang semakin marak.

Seiring dengan terciptanya lingkungan obesogenik, terjadi perubahan dan perkembangan teknologi yang disebut sebagai digitalisasi. Perubahan teknologi yang terjadi ini bertujuan untuk memudahkan setiap orang dalam melakukan pekerjaannya dan membuat dunia terasa menjadi lebih sempit untuk dapat dijangkau semua orang dari berbagai penjuru. Terjadinya digitalisasi ini memunculkan suatu zaman tersendiri yang disebut dengan era digital.

Era digital muncul sekitar tahun 1980an. Pada awalnya perkembangan teknologi hanya terjadi pada sektor industri. Namun, seiring berjalannya waktu, sekarang semua orang mau tidak mau harus ikut mempelajari dan menggunakan kemajuan teknologi.

Perkembangan teknologi yang paling mencolok adalah terjadinya penggantian tenaga manusia dengan mesin-mesin di pabrik. Perubahan ini membuat pekerjaan manusia menjadi lebih ringan dan lebih banyak hanya duduk di balik layar.

BACA JUGA:  Bagaimana Keterlibatan PAUD dalam Penanggulangan Stunting?

Contoh lain yang sangat dekat dengan kita adalah terciptanya telepon genggam beserta aplikasi di dalamnya. Setiap hari, hampir semua orang di dunia menggunakan telepon genggam. Dengan telepon genggam, ada banyak hal yang dapat kita lakukan tanpa harus banyak bergerak. Mulai dari menonton video, membaca berita, hingga memesan makanan sekarang dapat dilakukan dalam sekali duduk.

Dengan berkembangnya teknologi, kita tidak perlu lagi ke perpustakaan untuk mencari buku. Dengan adanya teknologi, kita tidak perlu lagi berjalan mencari kendaraan umum. Dengan berkembangnya teknologi, semakin sedikit pergerakan dan tenaga yang dibutuhkan. Dengan kata lain, perkembangan teknologi merupakan salah satu faktor yang mendukung rendahnya aktivitas fisik di masyarakat yang berkaitan dengan terciptanya lingkungan obesogenik.

Lalu, apakah ini berarti perkembangan teknologi itu buruk dan harus dihentikan?
Tentu tidak.

Seperti yang sudah disebutkan tadi, ada berbagai keuntungan dari kemajuan teknologi. Kehidupan manusia semakin dimudahkan dengan adanya teknologi. Lalu bagaimana cara menghadapi dampak lingkungan obesogenik pada era digital ini?

BACA JUGA:  Bahaya Menonton Video Porno Terhadap Otak

Kita harus pintar dalam memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada agar tidak hanyut dalam pengaruh lingkungan obesogenik. Sebaliknya, teknologi yang ada dapat kita manfaatkan untuk mendukung kita menjadi pribadi yang lebih sehat. Hal yang paling dekat dan mudah dilakukan adalah dengan memanfaatkan aplikasi dari telepon genggam kita.

Sekarang ini sudah banyak aplikasi yang dapat mengingatkan penggunanya kapan harus melakukan aktivitas fisik. Dengan memanfaatkan aplikasi YouTube, kita juga bisa mencari contoh aktivitas fisik yang dapat dilakukan di tengah-tengah kesibukan, maupun contoh resep masakan sehat yang mudah. Dengan bantuan GPS, kita juga bisa tahu letak temapat nge-gym terdekat. Dan masih banyak lagi contoh pemanfaatan teknologi yang dapat mendukung kita untuk hidup sehat.

Pada dasarnya, baik-buruknya dampak dari kemajuan teknologi akan kembali ke pribari kita masing-masing. Apakah kita mau memanfaatkan teknologi dengan baik atau justru membiarkan diri kita terlena dengan kenyamanan yang membawa kita pada pola hidup yang tidak sehat.

Komentar

Berita lainnya