oleh

Kreatif, Dua Mahasiswa IPB Ciptakan Pot Dari Limbah

Mahasiswa Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor Fikri Rizkiawan dan Muhammad Iskandar.
Mahasiswa Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor Fikri Rizkiawan dan Muhammad Iskandar.

DEPOKPOS – Mahasiswa Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (Fahutan IPB) Fikri Rizkiawan dan Muhammad Iskandar berhasil membuat pot alami berbahan limbah kehutanan yang diberi nama N-POTS (Natural Pot).

Inovasi ini merupakan pengembangan dari penelitian Dosen Departemen Manajemen Hutan, Fahutan IPB, Dr. Ir. Sri Wilarso, MS yang sekaligus pembimbing pembuatan N-POTS ini.

“Alasan kami mengembangkan N-POTS ini dilatarbelakangi banyaknya limbah hasil pengolahan hutan seperti sebuk gergaji dan sisa penebangan yang belum termanfaatkan maksimal.

BACA JUGA:  Refleksi Tiga Tahun Gerbang Betawi

Di samping persoalan lingkungan yakni penggunaan plastik polibag pembungkus bibit tanaman,” ungkap Fikri.

N-POTS terbuat dari limbah kehutanan dicampur kertas koran sebagai pembentuk dan tanin tanaman akasia sebagai perekat. Bahan-bahan tersebut selanjutnya dibentuk dan dicetak. Berbeda dengan polibag pada umumnya, dimana bibit tanaman ditanam harus dibuka terlebih dahulu, N-POTS tidak perlu dibuka, dan dapat langsung ditanam bersama tanaman.

BACA JUGA:  Ikuti Protokol Kesehatan, Gerbang Betawi Gelar Raker II Secara Virtual

Sebab, limbah kehutanan yang digunakan dapat berperan sebagai pupuk kompos bagi tanaman. Penggunaan N-POTS diharapkan dapat mengurangi jumlah limbah plastik polibag .

“Kami melakukan penyempurnaan bentuk N-POTS yang sebelumnya berbentuk kerucut menjadi cangkir dan proses pembuatannya menggunakan mesin. N-POTS yang dibuat berukuran sebesar cangkir teh dengan tinggi sekitar 15 cm dan diameter 10 cm,” papar Fikri.

Berdasarkan hasil perhitungan Fikri, apabila dijual harganya berkisar 3.000 rupiah per buah. Namun bila diproduksi massal di pabrik, harganya bisa lebih murah.

BACA JUGA:  Bogor Batasi Pengunjung Wisata di Jalur Puncak

Hasil penelitian ini telah dipresentasikan dalam kegiatan 21st International Forestry and Environment Symposium 2016 di Universitas Sri Jayewardenepura di Heritance Kandalama, Dambulla, Srilangka pada tanggal 23-24 September silam. Kegiatan yang membahas isu-isu kehutanan ini dihadiri para akademisi dan stakeholder kehutanan dari berbagai negara.

Sumber: Poskota

Komentar

Berita lainnya