Beranda Feature Renungan: Ibu, Anugerah Teristimewa Tuhan

Renungan: Ibu, Anugerah Teristimewa Tuhan

Dirinya bukan hanya orang yang melahirkan dan merawat, tetapi Ibu adalah sahabat, penyemangat, dan panutan dalam menjalani hidup. Cinta kasihnya tak terhingga sepanjang hayat.

Tiada hari tanpa curahan kasih sayang kepada sang anak. Terkadang, pernahkah kalian berpikir apakah sudah membahagiakannya? Atau lebih sering membuatnya sedih dan kecewa? Pasti kalian ingin menanyakan hal tersebut, tetapi mungkin terlalu gengsi untuk mengucapkannya.

Pernahkah dimarahi oleh Ibu? Apa yang kita rasakan? Sedih? Kesal? Atau marah? Sebenarnya, tanpa kita sadari, kemarahan Ibu adalah bentuk kasih sayang karena dirinya khawatir dengan keadaan sang anak.

Pasti kalian pernah mendengar ucapan ”Kasih Ibu Sepanjang Masa”. Itu bukanlah hanya sekadar kiasan ataupun istilah.

Coba kita renungkan, bagaimana beratnya perjuangan Ibu saat mengandung. Selama sembilan bulan dirinya selalu membawa sang calon buah hati kemanapun ia pergi. Tak pernah mengeluh dengan beban yang ia tanggung, lelah saat berjalan, ataupun rasa pegal dikakinya. Ketika kandungan berusia sembilan bulan, Ibu masih harus berjuang dengan seluruh jiwa raga untuk melahirkan sang anak ke dunia. Berjuang dengan mempertaruhkan nyawa serta berada diantara hidup dan mati, rela ia lakukan untuk sang buah hati. Apakah perjuangan Ibu sudah selesai? Belum.

Ibu akan merawat sang anak dengan penuh kasih sayang. Dirinya harus menjaga pola makan dan asupan gizi agar ASI yang diberikan kepada sang anak berkualitas, rela bangun tengah malam saat sang anak menangis, dan masih banyak cinta yang dirinya berikan. Tak ada kata lelah dalam hidupnya untuk terus memberikan perhatian kepada sang buah hati.

Begitu banyak perhatian yang diberikan Ibu meskipun kita tak menyadarinya. Peluk dan ucapkan kata maaf kepada Ibu karena pernah membuatnya marah, menangis, ataupun kecewa. Hilangkan rasa gengsi dan malu untuk melakukan itu.

Buatlah dirinya tersenyum, jangan sekali pun membuat ia menitikkan air mata kesedihan. Dengan doa dirinyalah semua persoalan hidup serta masalah yang kalian hadapi akan terasa ringan dan mudah.

Terima kasih Tuhan. Ibu adalah anugerah teristimewa yang pernah Engkau berikan. (Nur Aina Putri P/PNJ)

Komentar

komentar