DEPOKPOS – Majelis Dirasah Islamiyah menyelenggarakan acara Bincang-Bincang Seputar Dunia Islam yang di selenggarakan pada hari Ahad, (24/11/24) di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, dengan tema “Palestina, Akar Masalah dan Solusinya”. Acara dipandu oleh Ust. Hasyim Musthofa selaku moderator acara dengan Narasumber acara oleh Ustadz Ir. Farhan Suchail, MA selaku Ulama Aswaja Kota Depok dan Ustadz Tisna As Syirbuni, SPd selaku Pengasuh Sirah Nabawiyah Center Jakarta.
“Masalah Palestina adalah masalah kita semua, bahwa kita tidak bisa berdiam diri terhadap permasalahan yang ada di Palestina, terutama para Pemimpin – pemimpin Negri seharusnya melakukan tindakan nyata”.Kata Ustadz Ujang Furqon selaku Pembina Majelis Dirasah Islamiyah memberikan sambutan sebagai tanda dibukanya acara.
“Barangsiapa yang bangun pagi tetapi dia tidak memikirkan kepentingan umat Islam maka dia bukan bagian dari umatku ( umat Nabi Muhammad saw ).”
Ustadz Hasyim Musthofa selaku moderator acara membuka Bincang-bincang kita hari ini. “Sudah lebih dari 47.000 korban di Palestina , lantas seharusnya kita berharap kepada siapa? Bagaimana solusi tuntas permasalahan ini ?”
“Rasulullah saw mengatakan bahwa sungguh hancur leburnya kabah bahkan sampai berkeping – keping lebih baik dibanding terbunuhnya satu orang kaum muslimin.” Dikutip oleh Ust Ir. Farhan Suchail, MA selaku narasumber pertama, beliau menambahkan sebetulnya masalah Palestina sudah berlangsung lama. Selama Palestina dalam Naungan Khilafah, wilayah itu tidak pernah dalam kondisi seperti sekarang ini. Namun semenjak keruntuhan Khilafah di tahun 1924, umat Islam terpecah terbagi dalam sekat-sekat Nation state. Lantas apa sebenarnya Inti permasalahan Palestina itu?
Kebanyakan orang mengatakan bahwa masalah Palestina adalah masalah Kemanusian, tetapi substansi inti persoalan Palestina sebenarnya adalah persoalan “Tanah yang Dirampas”. Jika demikan, menurut Ustadz Farhan Suchail seharusnya solusi yang paling kongkrit adalah dengan cara memerangi kaum yang merampas tanah Palestina. Maka solusinya adalah dengan Jihad. Lantas jika demikian, tentara siapa yang akan memeranginya ? Tentu Tentara Umat Islam, itulah makanya seharusnya umat Islam seharusnya bersatu !” tegas Ustad Farhan.
Selama ini ada paradigma atau upaya untuk mengalihkan perhatian kaum muslim terhadap masalah di Palestina agar urusan penjajahan ini hanyalah urusan Palestina saja. “Padahal harusnya adalah permasalahan seluruh umat Islam, sementara para pemimpin negri-negri Muslim justru malah berdiam diri, lantas berharap kepada siapa ?” Tanya Moderator Ustd. Hasyim Musthofa kepada narasumber berikutnya.
Perampasan tanah Palestina adalah Desing Konspirasi besar yang dibuat oleh musuh Islam semenjak tertolaknya permintaan Theodor Herzl atas wilayah Palestina kepada Sultan Hamid II. Menurut Ustqdz Tisna As Syirbuni, SPd selaku narasumber kedua.
Tanah Palestina adalah tanah kharajiyah, milik seluruh kaum muslimin diseluruh dunia, bukan hanya milik bangsa arab , apalagi bangsa Palestina. Masalah utama Palestina adalah karena adanya entitas Yahudi. Berharap kepada PBB bukanlah solusi, two state solusion bukan solusi, membagi wilayah yang dirampas bukanlah sebuah solusi.
” Diamnya pemimpin – pemimpin wilayah arab adalah karena mereka adalah boneka- bonekanya Imperialis, perpanjang tanganan Amerika, Israel, Negara Barat.! ” tegas ust. Tisna. Maka solusi tuntasnya adalah Kaum muslimin harusnya memerangi dengan Jihad dan bersatu dalam Institusi Negara yaitu Khilafah. Sebab tidak mungkin umat Islam bisa bersatu tanpa adanya Khilafah dan seorang Kholifah sebagai pelindung bagi seluruh umat Islam.
“Inilah adalah tugas kita semua” kata Ustadz Farhan Suchail untuk mewujudkan kembali Khilafah dengan cara tidak berhenti untuk berjuang, bersuara dengan Dakwah sampai nanti tegaknya Khilafah yang mana adalah Janji Allah.
Dipenghujung acara Bincang-Bincang Seputar Dunia Islam ini yang di selenggarakan oleh Majelis Dirasah Islamiyah ditutup dengan menyampaikan dan menyatakan sikap tegasnya terhadap permasalahan yang ada di Palestina hanya bisa diselesaikan dengan Jihad dan Khilafah.[Vidi-MDI Depok]