DEPOKPOS – Bank sentral merupakan lembaga keuangan yang memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas perekonomian suatu negara. Melalui kebijakan moneter dan pengawasan sistem keuangan, bank sentral memastikan agar inflasi terkendali, nilai mata uang stabil, serta sistem pembayaran berjalan lancar. Kehadiran bank sentral tidak hanya berfungsi sebagai pengatur sirkulasi uang, tapi juga sebagai penopang utama kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan. Artikel ini akan membahas sejarah terbentuknya bank sentral dan tugas tugas utamanya sehingga kita dapat memahami peran strategisnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Sejarah Bank Sentral
Sejarah bank sentral dimulai dari Ricksbank Swedia (1668) sebagai lembaga pertama dengan wewenang meminjamkan dana pemerintah dari kliring. Di Indonesia Bank sentral pertama kali didirikan oleh Belanda di tahun 1828 yang diberi nama De Javasche Bank, yang ditetapkan sebagai bank sirkulasi. Setelah Jepang masuk tahun 1942, bank tersebut terpaksa ditutup. Pasca proklamasi 1945, pemerintah Indonesia mendirikan Oeang Republic Indonesia (ORI) melalui Poesat Bank Indonesia (PBI), Yang kemudian pada 1946 menjadi bank negara Indonesia (BNI) sebagai bank sirkulasi.
Namun karena Belanda kembali bersama NICA mereka menguasai beberapa wilayah dan De Javasche Bank dibuka lagi. Hal ini membuat terjadi dualisme: di wilayah RI beredar BNI, sementara di daerah dikuasai Belanda menggunakan De Javasche Bank. Konflik ini berlangsung hingga pengakuan kedaulatan di tahun 1949.
Pada tahun 1951, pemerintah Indonesia menasionalisasi De Javasche Bank dan menggantinya menjadi Bank Indonesia (BI). Sejak itu BI berfungsi sebagai bank sentral yang mengatur peredaran uang dan kebijakan moneter.
Tugas dan Fungsi Bank Sentral
Secara umum bank sentral memiliki beberapa tugas utama. Pertama, mengatur dan mengawasi peredaran uang agar sesuai dengan kebutuhan ekonomi. Kedua, menjadi stabilitas nilai mata uang melalui pengendalian inflasi dan kebijakan moneter. Ketiga, menetapkan suku bunga acuan yang menga mengaruhi iklim investasi, konsumsi, dan pertumbuhan ekonomi. Keempat, bertindak sebagai lender of last resort, yaitu pemberi pinjaman terakhir bagi perbankan Ketika terjadi krisis likuiditas. Selain itu, bank sentral juga bertanggung jawab menjadi stabilitas system keuangan agar terhindar dari ke jolak yang dapat merugikan masyarakat luas.
Peran Bank Sentral di Era Modern
Di era globalisasi, bank sentral menghadapi tantangan yang lebih kompleks. Krisis keuangan global, Tuas I harga komoditas, hingga pandemi COVID-19 menuntut kebijakan moneter yang adaptif dan responsive. Bank sentral tidak hanya focus pada pengendalian inflasi, tetapi juga berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia bank Indonesia turut mendukung perkembangan system pembayaran digital, seperti QRIS, untuk mempercepat inklusi keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa bank sentral bertransformasi mengikuti perkembangan zaman dengan tetap menjaga stabilitas sebagai prioritas utama.
Afrah Usamah Thalib,
Mahasiswa Universitas Tazkia