Scroll untuk baca artikel
Health

Kejadian Diabetes Melitus Tipe I pada Usia 30 Tahun

×

Kejadian Diabetes Melitus Tipe I pada Usia 30 Tahun

Sebarkan artikel ini
Kejadian Diabetes Melitus Tipe I pada Usia 30 Tahun

DEPOKPOS – Diabetes Melitus adalah salah satu penyakit tidak menular yang withering sering terjadi secara worldwide. Penyakit ini menempati urutan keempat penyebab kematian di sebagian besar negara berkembang. Diabetes Melitus dikenal sebagai penyakit yang heterogen yang biasanya ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi dan toleransi glukosa terganggu, serta kekurangan affront, kelemahan keekfetifan peran affront, ataupun karena kedua alasan tersebut.

Berdasarkan etiologi dasar dan gejala klinis yang dialami, Diabetes Melitus dikategorikan menjadi 4 tipe yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, diabetes gestasional, dan tipe spesifik (American Diabetes Affiliation, 2015). Diabetes Melitus tipe 1 merupakan penyakit metabolik yang disebabkan oleh kerusakan sel B pankreas baik oleh proses autoimun, maupun idiopatik sehingga produksi affront berkurang bahkan terhenti. Definisi affront absolut biasanya didapatkan pada pasien Diabetes Mellitus tipe 1.

Secara umum, diabetes terbagi atas dua jenis, yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Pada Diabetes Melitus tipe I, pankreas kurang atau tidak memproduksi affront, karena terjadi masalah gentik, infection atau autoimun. Diabetes Mellitus tipe I disebabkan oleh faktor genetika, faktor imunologik, dan faktor lingkungan.

Diabetes mellitus tipe I biasanya terjadi pada orang yang usianya lebih muda, meskipun dapat juga terjadi pada orang dewasa. Pada kondisi seperti ini, penderita akan selalu memerlukan suntikan affront ke tubuhnya. Satu dari sepuluh orang penderita diabetes mengalami diabetes jenis ini atau disebut dengan diabetes ketergantungan affront.

Sedangkan Diabetes Mellitus tipe II terjadi karena kombinasi kecacatan dalam produksi affront dan resistensi terhadap insuliun atau berkurangnya sensitivitas terhadap affront. Sistem pankreas tetap menghasilkan affront walaupun kadang kadarnya lebih tinggi dari ordinary. Tetapi tubuh membentuk kekebalan terhadap efeknya, sehingga terjadi kekurangan affront relative.

Faktor risiko utama pada tipe dua adalah obesitas dimana sekitar 80-90% penderita diabetes tipe ini mengalami obesitas. Diabetes Melitus tipe I withering banyak menyerang pada usia anak-anak hingga remaja. Pada usia lebih dari 30 tahun biasanya penderita Diabetes Melitus lebih mengarah pada diabetes tipe 2.

Gejala awal terserang Diabetes Melitus adalah dengan memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan yang berlebih, banyak minum dan sering buang discuss kecil. Selain tiga kegiatan tersebut penderita diabetes melitus sering sekali untuk tidur atau sering merasa kantuk. Namun, anak muda yang sering merasakan kantuk atau suka sekali dengan tidur, tidak selalu terserang dengan tanda-tanda Diabetes Melitus.

Mereka bisa saja terkena penyakit kurang darah atau iron deficiency. Jika memiliki ciri tersebut, untuk memastikan mengidap Diabetes Melitus atau tidak, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter dan untuk menghindari Diabetes Melitus di usia muda. Sangat diperlukan sekali untuk menjalani pola hidup yang sehat juga. Diabetes ini tidak semata berlatar belakang keluarga nom de plume terpaut gen, tetapi juga karena pola makan dan aktivitas

Faktor Risiko terjadinya Diabetes Mellitus Tipe I terdiri dari faktor tetap yaitu terdiri dari usia, jenis kelamin, riwayat diabetes gestasional, faktor genetik, penyakit autoimun dan ras. Sedangkan untuk faktor perilaku meliputi kebiasaan mengonsumsi obat. Faktor sosial ekonomi terdiri dari status pekerjaan dan status pendidikan. Faktor interemdietnya meliputi IMT dan kondisi psikologis. Faktor lingkungan terdiri dari infection dan cuaca dingin.

berdasarkan umur menunjukkan usia tertinggi yaitu pada usia 30 tahun dengan add up to sebanyak 29 orang (32,2%) yang terdiri atas 26 orang (57,6%) responden kasus dan sebanyak 3 orang (6,7%) responden kontrol. Pada responden kasus, tertinggi yaitu pada usia 30 tahun, ada sebanyak 26 orang (57,8%), usia 29 tahun ada sebanyak 10 orang (22,2%), usia 28 tahun sebanyak 4 orang (8,9%), usia 27 tahun sebanyak 2 orang (4,4%), usia 24-26 tahun masing-masing sebanyak 1 orang (2,2%) dan kasus terendah yaitu pada usia 10-23 tahun yaitu tidak ada kasus di usia tersebut.

Sedangkan pada responden kontrol, usia tertinggi yaitu pada usia 23 tahun, ada sebanyak 13 orang (28,9%), usia 24 tahun sebanyak 7 orang (15,6%), usia 25-26 tahun masing-masing ada sebanyak 5 orang (11,1%), usia 30 tahun sebanyak 3 orang (6,7%), usia 28 tahun sebanyak 2 orang (4,4%), dan usia terendah pada responden kontrol yaitu pada usia 10-22, 27 dan 29 tahun yang masing masing sebanyak 1 orang (2,2%). Sedangkan berdasarkan frekuensi kasus untuk jenis kelamin perempuan sebanyak 27 orang (60%) dan jenis kelamin laki-laki ada sebanyak 18 orang (40%).

Sedangkan pada frekuensi kontrol untuk jenis kelamin perempuan sebanyak 25 orang (55,6%) dan untuk jenis kelamin laki-laki sebanyak 20 orang (44,4%). Jumlah keseluruhan ada perempuan sebanyak 52 (57,8%) dan laki-laki sebanyak 38 orang (42,2%).

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa variabel yang diteliti dan terbukti berhubungan dengan kejadian Diabetes Mellitus tipe 1 adalah faktor genetik, penyakit autoimun dan penyakit kronis. Variabel yang diteliti dan tidak terbukti berhubungan dengan kejadian Diabetes Mellitus tipe 1 adalah jenis kelamin, kondisi psikologis dan adanya virus.

Saran untuk peneliti selanjutnya yaitu melakukan penelitian yang serupa dengan wilayah yang berbeda untuk melihat apakah terdapat persamaan kasus atau tidak, penambahan variabel yang belum diteliti pada penelitian seperti penyakit autoimun, penyakit kronis, dan macam-macam virus yang belum diteliti, cuaca wilayah tersebut dan sebagainya.

Shandy Anggita Pramudyana
D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Binawan