DEPOKPOS – Begadang dan makan mie instan menjadi hal yang sering dilakukan oleh banyak orang tak kadang juga sering mengkombinasikan kedua hal ini secara bersamaan. Kebiasaan ini sering dilakukan oleh Mahasiswa, Pekerja lembur atau mereka yang suka bermain game hingga larut malam. Walaupun terlihat sederhana dan praktis, kebiasaan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Artikel ini akan membahas mengapa kebiasaan tersebut perlu dihindari dan bagaimana dampaknya terhadap tubuh.
Mengapa Begadang Tidak Baik untuk Kesehatan?
Begadang merupakan suatu keadaan di mana seseorang tidak tidur pada malam hari dan mengggantikan dengan tidur pada pagi hari. Begadang tentu saja tidak baik bagi kesehatan tubuh dan merupakan kebiasaan yang buruk. Begadang mengganggu ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Dampak negatif dari begadang meliputi:
a. Mengakibatkan gangguan mental: Keseringan begadang dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan mental. Gangguan mental itu bisa berupa halusinasi yang tinggi seperti melihat atau mendengar sesautu hal yang tidak ada. Selain itu begadang dapat menyebabkan Stres, Kecemasan dan bahkan Depresi
b. Gangguan kesehatan yang serius: Kebiasaan begadang juga dapat menyebabkan sistem daya tahan tubuh tidak dapat bekerja dengan maksimal. Penyakit yang berbahaya seperti Diabetes Militus, Stroke, Penyakit Jantung dan Hipertensi merupakan penyakit yang dapat disebabkan oleh keseringan begadang.
c. Rentan Kecelakaan: Tak kadang kita mendengar berita kecelakaan di jalanan yang disebabkan oleh pengendara yang mengantuk. Rasa kantuk yang sulit ditahan menggangu konsentrasi pengendara sehingga berujung pada kecelakaan.
Mi Instan: Cepat Saji tapi Tidak Sehat
Mie instan dikenal dengan makanan cepat saja dan murah, tapi dapat berbahaya jika mengkonsumsi mie intan secara berlebihan. Mengapa berbahaya berikut beberapa alasannya:
a. Di dalam mie intan terdapat kandungan bahan kimia seperti Food Additive. Food Andditive adalah bahan kimia yang ditambahkan ke dalam makanan untuk meningkatkan kualitas, memperpanjang masa simpan, atau memperbaiki tekstur, rasa, dan penampilan makanan. Selain itu ada juga bahan kimia seperti Stirofuam yang terkandung dalam mie instan. Kedua kandungan ini dapat menyebabkan penyakit kanker.
b. Mie instan sangat rendah serat, protein, dan vitamin sehingga tidak memberikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
c. Jika kita membaca pada kemasan mie instan kita dapat menemukan tulisan MSG (Monosodium Glutamate atau micin. MSG, atau Monosodium Glutamate, adalah bahan tambahan makanan yang sering digunakan untuk meningkatkan rasa gurih pada masakan. Jika kita sering mengkonsumsi mie instan yang mengandung MSG dapat meningkatkan kadar natrium dalam tubuh, yang berpotensi meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau gangguan kesehatan lainnya seperti lambung, gangguan tidur, mual-mual, asma, kanker serta diabetes.
Kombinasi Begadang dan Mi Instan: Dampak Lebih Parah
Sering mengkonsumsi mie instan saat begadang bisa berdampak buruk bagi kesehatan, terutama jika dilakukan terus-menerus. Kandungan natrium dan bahan pengawet dalam mie instan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, tekanan darah tinggi, hingga penambahan berat badan karena kalori yang tidak terpakai di malam hari akan disimpan sebagai lemak.
Di sisi lain, begadang sendiri sudah mengganggu jam biologis tubuh dan memperburuk kualitas tidur. Mie instan yang minim nutrisi pun tidak cukup mendukung proses pemulihan tubuh selama malam hari. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, risiko dehidrasi, kekurangan gizi, obesitas, dan gangguan jantung bisa meningkat. Untuk mengurangi dampaknya, cobalah menambahkan bahan sehat seperti sayuran dan protein saat memasak mi instan, minum banyak air putih, dan usahakan untuk tidak menjadikannya kebiasaan.
Solusi untuk Mengubah Kebiasaan
a. Komitmen untuk berhenti: bangun komitmen dalam diri untuk melawan kebiasaan yang buruk adalah jalan keluar utama dalam mengatasi masalah ini.
b. Kurangi asupan Kafein: asupan kafein dapat menyebabkan orang sulit untuk tidur. Hal ini terjadi karena kafein dapat menghambat efek adenosine, yaitu suatu senyawa kimia otak yang membantu kita tertidur. Contonya yaitu kopi, teh, cokelat dan sebagainya merupakan jenis minuman berkafein yang perlu dihindari sebelum tidur.
c. Usahakan untuk tidur selama 7-8 jam setiap malam agar tubuh tetap sehat. Untuk mencapainya, kelola waktu dengan baik sehingga semua pekerjaan bisa selesai sebelum waktu tidur, sehingga Anda tidak perlu mengorbankan waktu istirahat.
d. Jika merasa lapar di tengan malam hindari makanan instan dan konsumsi makanan ringan yang sehat seperti buah, outmeal, yogurt dan usahakan hindari makannan pedas dan berminyak.
e. Jika tidak bisa berhenti dan tetap ingin mengkonsumsi mie instan usahakan untuk tambahkan sayuran dan protein seperti telur.
oleh: Alexander Pito Oldani

