Scroll untuk baca artikel
Health

Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Frozen Shoulder

×

Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Frozen Shoulder

Sebarkan artikel ini

DEPOKPOS – Bahu beku, yang juga dikenal sebagai kapsulitis adhesif, adalah kondisi bahu umum yang ditandai oleh rasa sakit dan berkurangnya kemampuan gerakan bahu secara bertahap. Frozen shoulder bisa bersifat primer atau sekunder, yang merujuk pada apakah kondisi tersebut muncul secara tiba-tiba tanpa sebab ataupun cedera yang jelas pada frozen shoulder primer, atau jika kondisi ini terjadi akibat trauma, operasi, atau penyakit lainnya, seperti nyeri subakromial pada frozen shoulder sekunder. Metodologi: Desain penelitian ini merupakan laporan kasus yang memfokuskan pada satu pasien dengan frozen shoulder di sisi kiri. Tempat observasi dilakukan di Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan Skala Peringkat Numerik (NRS) untuk menilai rasa nyeri, Tes Kekuatan Otot Manual (MMT) untuk mengukur kekuatan otot, goniometer untuk mengevaluasi rentang gerak sendi, palpasi untuk mengidentifikasi kejang, serta Indeks Nyeri dan Disabilitas Bahu (SPADI) untuk menilai fungsi aktivitas. Hasil: Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi fisik yang dilakukan selama 3 sesi dapat meningkatkan rentang gerak sendi, memperkuat otot, mengurangi kejang, dan menurunkan rasa sakit pada pasien dengan frozen shoulder.

Kesimpulan: Penggunaan inframerah, TENS, pijat, latihan ketahanan aktif, dan SPADI terbukti efektif dalam penanganan kasus frozen shoulder.

METODE TERAPI DAN LATIHAN PADA CIDERA BAHU ( FROZEN SHOULDER )

Metode :

Fisioterapi: Fisioterapi merupakan cara penyembuhan yang sangat ampuh untuk menangani rasa sakit pada bahu. Terapis fisik akan melakukan tindakan seperti terapi manual, contohnya mobilisasi sendi, guna meningkatkan fleksibilitas dan meredakan nyeri. Mereka juga dapat memanfaatkan teknik seperti TENS (Stimulasi Saraf Listrik Transkutan) atau ultrasound.

Obat-obatan: Dokter mungkin akan memberikan resep obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen atau naproxen untuk meredakan rasa sakit dan inflamasi. Dalam beberapa situasi, suntikan kortikosteroid bisa saja diberikan untuk mengurangi peradangan di lokasi yang cedera.

Istirahat dan Modifikasi Aktivitas: Penting untuk menjauhi aktivitas yang dapat memperparah rasa sakit di bahu. Menggunakan sling atau penyangga bahu mampu membantu memberikan istirahat pada lengan serta mengurangi tekanan yang diterima bahu.

Kompres Panas atau Dingin: Menggunakan kompres panas atau dingin pada bahu yang terasa sakit dapat
sangat membantu dalam mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri.

Intervensi Bedah: Apabila pendekatan konservatif tidak membawa hasil yang diinginkan, tindakan bedah
mungkin diperlukan, terutama untuk kondisi seperti robekan pada rotator cuff atau dislokasi bahu yang
parah.

Latihan :

Latihan Pendulum:

Condongkan tubuh ke depan dengan lengan yang terkena menggantung bebas.
Goyangkan lengan dengan lembut ke depan dan belakang, dari sisi ke sisi, dan dalam lingkaran kecil.
Lakukan selama beberapa menit setiap hari.

Latihan Peregangan Handuk:

Pegang handuk di belakang punggung dengan satu tangan di atas dan satu tangan di bawah.
Tarik handuk ke atas dengan tangan yang atas untuk meregangkan bahu.
Ulangi dengan tangan yang berlawanan.
Peregangan Jari Dinding (Wall Walking):
Berdiri menghadap dinding dengan jari-jari tangan yang terkena menyentuh dinding.
Perlahan-lahan “berjalan” jari-jari ke atas dinding sejauh yang Anda bisa tanpa menyebabkan nyeri
berlebihan.
Tahan posisi tersebut selama beberapa detik, lalu turunkan lengan secara perlahan.

Latihan Rotasi Eksternal dengan Resistance Band:

Berdiri atau duduk dengan siku ditekuk 90 derajat dan menempel di samping tubuh.
Pegang resistance band di tangan yang terkena, dengan ujung lainnya dipegang oleh tangan yang lain atau
diikatkan pada objek yang stabil.
Tarik tangan yang terkena ke samping, menjaga siku tetap menempel di tubuh.
Kembali ke posisi awal secara perlahan.

Latihan Fleksi Bahu dengan Tongkat:

Berbaring telentang.
Pegang tongkat atau sapu di kedua tangan.
Angkat tongkat lurus ke atas dan gerakkan ke arah kepala secara perlahan.
Jaga lengan tetap lurus dan ulangi 10–15 kali.

Oleh Fachrel Lessy,  mahasiswa D4 Fisioterapi di Universitas Binawan.