Health

Nyeri Sendi Lutut yang Sering Dianggap Sepele

×

Nyeri Sendi Lutut yang Sering Dianggap Sepele

Sebarkan artikel ini

DEPOKPOS – Banyak orang percaya bahwa rasa sakit pada sendi adalah hal yang biasa seiring bertambahnya usia terutama pada area lutut. Nyeri pada lutut ketika menaiki tangga atau kekakuan sendi setelah duduk dalam waktu lama sering kali dianggap sepele. Namun, gejela tersebut bisa menjadi indikasi osteoarthritis, salah satu jenis penyakit sendi yang umum diderita orang. Walaupun kondisi ini tidak telalu membahayakan, tetapi jika tidak ditangani dengan baik, dapat berdampak besar pada kualitas hidup.

Mengapa Osteoarthritis Terjadi?

Sebelum itu kita mengenal terlebih dahulu apa arti osteoarthritis. Osteoartritis (OA) adalah jenis radang sendi yang paling umum yang terdapat di jaringan tulang rawan dan berperan sebagai bantalan agar pergerakan tetap halus.

Penyakit ini sering mempengaruhi sendi di area pinggul dan lutut yang mengarah pada pengikisan permukaan sendi, sehingga menjadi lebih kasar dan tidak rata.

Hal ini menimbulkan rasa nyeri dan pembengkakan pada lutut serta peningkatan keterbatasan fungsional. Keterbatasan fungsional diantara pasien yang mengalami OA lutut terlihat dalam pengurangan aktivitas sehari-hari yang disebabkan oleh rasa sakit akibat peradangan pada jaringan di sekitarnya.

Selain keluhan nyeri, pasien juga sering mengalami keterbatasan gerakan, penurunan kemampuan proprioseptif, serta melemahnya otot quadriceps yang berkaitan dengan nyeri lutut dan fungsi fisik.

Beberapa Faktor Risiko:

• Pekerjaan,
• Olahraga,
• Cedera,
• Faktor genetik,
• Pola makan,
• Hormon dan
• Aktivitas sehari-hari yang berlebihan.

Kegiatan yang melibatkan gerakan yang dilakukan secara berulang atau akibat cedera dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya OA, seperti mencuci pakaian dengan posisi jongkok dalam waktu yang lama dan secara berulang, yang dapat membuat otot berusaha mempertahankan posisi tubuh dengan baik pada satu sisi, sehingga mengakibatkan ketidakseimbangan dalam kinerja otot.

Ketidakstabilan dalam kinerja otot ini dapat menyebabkan ketegangan dan kram pada otot gastrocnemius, yang pada akhirnya menimbulkan rasa sakit di lutut.

Metode fisioterapi yang dapat digunakan untuk meredakan nyeri pada OA lutut:

1. Ultrasound (US)

Kegunaan ultrasound dalam osteoarthritis (OA) berfungsi sebagai terapi fisik untuk mengurangi rasa nyeri, mengurangi peradangan, dan meningkatkan fungsi sendi dengan memanfaatkan gelombang suara yang menimbulkan efek pemanasan dalam pijatan mekanis pada jaringan.

Ini membantu meningkatkan sirkulasi darah, kelenturan jaringan, serta mempercepat proses penyembuhan. Ultrasound juga menghasilkan Efek Termal (Pemanasan): Gelombang suara diserap oleh jaringan dalam, menyebabkan pemanasan yang membantu relaksasi dan mengurangi nyeri.

Dan juga ada Efek Mekanis: Gelombang suara juga memberikan efek pijatan mikroskopis (kavitasi dan jet mikro), yang membantu regenerasi jaringan dan dapat memodifikasi struktur jaringan keras dan lunak secara fisik.

2. Short Wave Diathermy (SWD),
3. Infra-Red (IR),
4. Tens,
5. Terapi latihan seperti Quadriceps, Setting Exercise dan Massage (pijat).

Quadriceps Setting Exercise adalah latihan yang ditunjukkan untuk otot quadriceps (bagian depan paha) sangat penting dalam menangani osteoarthritis dengan tingkat keparahan menengah hingga berat.

Dan ini juga merupakan isometrik (kontraksi otot tanpa pergerakan sendi) yang bertujuan untuk memperkuat otot quadriceps (bagian depan paha), mempertahankan otot, dan mendukung proses pemulihan fungsi lutut.

Latihan ini sering kali disarankan di awal proses rehabilitasi karena dapat dilakukan dengan aman tanpa banyak menggerakkan sendi.

Massage (pijat) merupakan pijat terapeutik yang dapat membantu mengurangi rasa nyeri, meredakan ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi aliran darah serta mempercepat pemulihan jaringan lunak di tempat yang ditunjukkan.

Terapi latihan dan pijat ini harus dilakukan dibawah bimbingan tenaga kesehatan yang berpengalaman, seperti fisioterapis atau dokter yang memiliki spesialisasi dalam kedokteran fisik dan rehabilitasi.

Meraka akan merancang program latihan yang sesuai berdasarkan kondisi kesehatan yang menjamin keefektifan dan keselamatan, serta mencegah adanya komplikasi atau cedera tambahan.

Osteoarthritis bukan sekadar nyeri sendi biasa. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat mengganggu kualitas hidup. Dan osteoarthritis bukan hanya masalah di usia tua, melainkan juga kondisi yang bisa dialami oleh siapa saja. Dengan pemahaman yang baik, penanganan yang tepat, dan gaya hidup aktif, osteoarthritis dapat dikendalikan sehingga penderitanya tetap bisa menjalani hidup dengan nyaman.

Anisa Meilania Putri, smahasiswa D4 Fisioterapi di Universitas Binawan.