DEPOKPOS – Akhir November 2025, hujan ekstrem akibat Siklon Tropis melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Banjir bandang dan tanah longsor merendam ribuan pemukiman hingga atap rumah dan menyapu akses jalan serta jaringan listrik.
Ribuan warga terpaksa mengungsi dan puluhan korban jiwa dilaporkan. Kondisi miris itu diungkap Ferry Irwandi dalam laman donasinya: “Air merendam permukiman, akses jalan dan listrik terputus, rumah-rumah warga rusak…”.
Ibaratnya, situasi itulah yang mendorong konten kreator pendiri Malaka Project ini cepat bergerak membuka penggalangan dana melalui media sosial.
Data resmi BNPB menggambarkan skala bencana ini sangat besar. Per 4 November 2025 tercatat korban meninggal di tiga provinsi terdampak mencapai ratusan jiwa.
Di Sumatera Utara misalnya sudah 311 orang tewas dan 127 hilang, Aceh 325 tewas dan 170 hilang, sementara di Sumatera Barat 200 orang dilaporkan tewas dan 221 hilang.
Dampak materiilnya sangat parah, selain rumah terendam, banyak jalan nasional terputus (seperti Sibolga–Padang Sidempuan) dan jembatan roboh.
Puluhan ribu pengungsi kini tinggal di tenda darurat dengan kebutuhan mendesak.
Melihat kondisi ini, Ferry Irwandi langsung bertindak. Pada 1 Desember 2025 ia meluncurkan penggalangan dana via kitabisa.com, dan membagikan tautan donasi itu di akun Instagram Malaka Project miliknya.
Awalnya Ferry menargetkan Rp1 miliar. Karena antusiasme publik luar biasa, target tersebut tercapai hanya dalam tiga jam.
Lewat kanal YouTube-nya, Ferry lalu mengadakan siaran langsung selama 12 jam tanpa target nominal, untuk menggalang lebih banyak lagi.
Hasilnya mengejutkanz dalam tiga jam pertama live streaming saja, donasi melonjak hingga Rp5 miliar.
Ferry pun berulang kali berterima kasih: “3 JAM 1 MILIAR LEBIH!! Makasih orang-orang baik!!” dan kemudian “3 jam live streaming sudah terkumpul 5 miliar lebih! Speechless, terima kasih semua!”.
Publik merespons positif. Dalam 24 jam total dana terkumpul lebih dari Rp10,3 miliar, dengan lebih 87.000 donatur ikut menyumbang.
Kitabisa melalui akun Instagramnya @kitabisacom bahkan mencatat ini sebagai penggalangan dana bencana nasional terbesar di platform tersebut.
Solidaritias juga tampak di lapangan, Kepolisian RI memfasilitasi pengiriman logistik senilai jutaan rupiah hasil donasi Ferry.
Pada 4 Desember, bantuan 2,639 kg (termasuk beras premium, susu UHT, mi instan, serta pakaian dan perlengkapan mandi) diterbangkan dari Pondok Cabe ke Bandara Kualanamu, Sumut.
Wakapolri pun mengapresiasi aksi ini sebagai wujud gotong‑royong masyarakat.
Ferry bahkan membagikan pesan semangat solidaritas di Instagram: “Dari rakyat untuk rakyat, dari nakama kepada nakama… Ikuzo Temera! Kita berangkat!”, merujuk pada slogan komik One Piece yang akrab di komunitasnya.
Dana yang terkumpul akan diprioritaskan untuk kebutuhan darurat korban banjir, seperti makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, dan keperluan dasar lain.
Ferry bersama tim segera menyalurkan bantuan tersebut ke wilayah-wilayah terisolir, mengantisipasi kelangkaan pasokan.
Aksi cepat Ferry Irwandi yang memanfaatkan media sosial ini menunjukkan bagaimana inisiatif individu dapat memicu gelombang kebaikan masyarakat luas bagi korban bencana alam.
Wildan Ardannuhu dan Sheva Millanisty
