Hiburan

Baskara Putra Tak Cuma Bernyanyi, Ia Mewakili Perasaan Juga Menyembuhkan

×

Baskara Putra Tak Cuma Bernyanyi, Ia Mewakili Perasaan Juga Menyembuhkan

Sebarkan artikel ini

DEPOKPOS – Di tengah hiruk-pikuk industri musik yang dipenuhi nada cinta klise dan irama viral TikTok, hadir satu suara yang terasa lebih jujur, lebih nyata. Suara itu datang dari Baskara Putra, sosok di balik proyek musik Hindia, yang kini dianggap sebagai representasi suara hati generasi muda urban Indonesia.

Musik yang bersuara, Bukan Sekedar Bunyi Sejak merilis album debut Menari dengan bayangan pada 2019, Hindia langsung mencuri perhatian. Lagu-lagu seperti “Evaluasi”,”Secukupnya”,dan “Jam Makan Siang” bukan cuma enak didengar, tapi juga menyentuh. Ia berbicara tentang kegelisahan hidup,terkanan sosial,keluarga,dan pertanyaan eksistensial yang sering terucap.

“Aku menulis karena aku enggak nemu lagu yang mewakili perasaaan kayak gini,” ujar Baskara dalam salah satu wawancara beberapa waktu lalu.

Dan mungkin itu sebabnya, Hindia terasa dekat dengan banyak orang. Lagu-lagunya bukan dongeng indah,tapi refleksi hidup sehari-hari: jujur,rapuh,dan apa adanya.

Menjawab Keresahan Kolektif Gen Z dan milenial

Di era ketika kesehatan mental, burnout,dan quarter-life crisis menjadi isu nyata, lagu-lagu Hindia seperti terapi. “secukupnya” misalnya, menjadi semacam anthem bagi mereka yang belajar mengikhlaskan, yang sedang dalam proses menerima bahwa tak semua bisa dimiliki, dan tak semua luka bisa hilang segera

Lirik sederhana seperti “Tak perlu kau tanyakan lagi / Percayalah padaku / Aku baik-baik saja” justru terasa menusuk, karena terlalu familiar.

“Musik hindia itu kaya baca buku harian sendiri, padahal bukan kita yang nulis.” tulis salah satu netizen di Twitter (x)

Lebih Dari Musisi, Hindia adalah Narator Sosial Baskara bukan hanya menyanyi. Ia bercerita. Dalam setiap konsernya, tak jarang ia menyisipkan kritik sosial, membahas isu kesehatan mental,bahkan refleksi tentang dunia kerja dan hubungan keluarga.

Album keduanya, Lagipula hidup akan Berakhir, semakin memperdalam eksplorasi tema tersebut. Bukan lagi hanya tentang diri sendiri,tapi tentang kita sebagai masyarakat lelah, tapi tetap berusaha.

Karya yang Autentik, Meski Tak Selalu Mudah Dicerna

Berbeda dari musi pop kebanyakan, Hindia tidak mengejar kenyamanan pendengar. Ia mengajak berpikir, bertanya, bahkan merenung. Dan justru karena itu, ia dicintai. Sebab di tengah kehidupan yang serba cepat dan palsu kejujuran adalah hal langka.

Musik Hindia adalah Cermin Di masa ketika semua ingin viral. Baskara Putra dan Hindia memilih untuk tetap jujur. Musiknya bukan untuk tetap jujur. Musiknya bukan untuk melarikan diri dari kenyataan, tapi menghadapi perlahan, bersama.

Karena kadang, satu lagu yang tepat bisa menyelamatkan seseorang dari tenggelam terlalu dalam.

Siti Rohimah