Health

Terapi Psikologi dalam Ajaran Islam

×

Terapi Psikologi dalam Ajaran Islam

Sebarkan artikel ini

DEPOKPOS – Psikologi Islam adalah paradigma psikologi empiris yang mengembangkan teori-teori yang diilhami oleh dalil-dalil kitab suci Islam dan usulan teoritis para ilmuwan Islam klasik. Ilmu yang membangun jembatan antara logika empiris modern dengan teks Al-Qur’an dan Sunnah.

Metode ini mengkaji kitab suci Islam untuk menemukan logika empiris mengenai gejala kejiwaan dan menerjemahkannya menjadi tesis yang didukung oleh bukti psikologis modern. Hasil dari psikologi Islam adalah lahirnya teori psikologi yang usulannya terinspirasi dari ayat-ayat kitab suci Islam dan data pendukung empiris.

Selain itu, kami memperbarui data pendukung empiris untuk teori psikologi klasik ilmuwan Muslim abad pertengahan.

Dalam perspektif psikologi Islam, manusia adalah makhluk yang diciptakan Tuhan dan dilahirkan dalam keadaan suci. Manusia mempunyai potensi dan misi untuk menjadi pemimpin di muka bumi. Pada dasarnya manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan, lahir dalam alam kebaikan tauhid dan Islam.

Di sisi lain, manusia juga merupakan makhluk kreatif. Orang-orang mempunyai keinginan untuk mengubah hidup mereka. Dalam psikologi Islam, manusia selalu terhubung dengan sesama manusia, alam, dan Tuhan. H

ubungan antara orang-orang yang sejenis berkaitan dengan penciptaan orang-orang yang mempunyai kedudukan yang sama. Dalam hubungan ini, masyarakat mempunyai kewajiban untuk menjaga harkat dan martabatnya sebagai manusia. Hubungan manusia dengan alam bergantung pada rasa hormat terhadap sesama makhluk hidup. Dalam hal ini, manusia mempunyai kewajiban untuk menjaga lingkungan. Hubungan manusia dengan Tuhan melibatkan perbudakan, namun ditutupi oleh kebaikan.

Dalam hal ini manusia diciptakan Tuhan dengan penuh kasih sayang. Psikologi Islam berperan dalam pengembangan penelitian psikologi yang berbasis pada pendekatan diri kepada Tuhan. Dalam hal ini psikologi Islam mendekatkan manusia kepada Allah. Psikologi Islam telah menjadi alat untuk mengkritisi psikologi yang berkembang di dunia Barat. Psikologi di dunia Barat diyakini gagal memberikan kesejahteraan kepada masyarakat dari sudut pandang

Tujuan Psikologi islam sebagai Ilmu :

1. Menggambarkan perilaku / fenomena
2. Menjelaskan perilaku / fenomena
3. Meramalkan (melakukan prediksi atas perilaku / fenomena)

Yang membuat psikologi islam menjadi unik sebagai ilmu adalah metode ilmiah yang digunakan untuk mencapai tujuan di atas:

1. Dimulai dengan pertanyaan
2. Dilakukan pengamatan
3. Disusun hipotesis
4. Dilakukan penelitian yang sistematis untuk membuktikan asumsi-asumsi
5. Diambil kesimpulan berdasarkan hasil yang didapat

Berdasarkan Perspektif Islam yang paling komprehensif yang didapat dari pengembangan ilmu pengetahuan, hanya akan memberi sebagian penjelasan dari keseluruhan ilmu yang diturunkan Allah swt bagi manusia. Terdapat pada Al Qur’an Surat Al Isra (17), ayat 85:

” Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Maka katakanlah: “Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Konsep-konsep psikologi Islam mencakup beberapa konsep dasar yang menjadi dasar pemahaman dan kajian kita tentang manusia. Beberapa konsep tersebut adalah:

1. Citra Kemanusiaan Menurut Islam, manusia diciptakan oleh Allah SWT dan merupakan makhluk yang mempunyai keistimewaan dan tanggung jawab. Manusia mempunyai hakikat dan fitrah yang suci dan baik, serta mempunyai potensi untuk berkembang secara jasmani, rohani, rohani, dan sosial. Manusia juga mempunyai ruh atau jiwa yang berasal dari Allah SWT dan kembali kepada Allah. Manusia juga mempunyai akal dan kecerdasan yang membedakannya dengan makhluk lain serta memungkinkannya berpikir, bernalar, dan mencipta. Manusia juga mempunyai nafsu dan keinginan, yang dapat menimbulkan hal baik atau buruk tergantung kendali dan arahnya.

2. Konsep Kesehatan Jiwa dalam Islam Kesehatan jiwa dalam Islam mengacu pada keadaan jiwa yang seimbang, serasi, dan tenteram. Kesehatan mental meliputi kesehatan fisik, mental, emosional, spiritual, dan sosial. Kesehatan jiwa terdiri dari menjaga hubungan baik dengan Allah SWT melalui ibadah dan ketakwaan, menjaga hubungan baik dengan diri sendiri melalui introspeksi dan tazkiyya al-nafs (penyucian jiwa), serta menjaga hubungan baik dengan orang lain melalui ukwah dengan menjaga hubungan baik dengan manusia. Menjaga hubungan baik dengan alam melalui persaudaraan) dan adab (etika), serta khalifah (manajemen) dan ifsan (kebaikan).

3. Konsep Penyakit Jiwa dalam Islam Penyakit Jiwa dalam Islam mengacu pada keadaan jiwa yang tidak seimbang, tidak harmonis, dan gelisah dalam berbagai aspeknya. Penyakit jiwa disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi penyimpangan fitrah (sifat kodrat), penyimpangan ruh (jiwa), penyimpangan akal (intelek), dan penyimpangan hawa nafsu (hasrat). Faktor luar antara lain pengaruh setan (Syaitan), pengaruh jin (Jinn), pengaruh sihir (Sihr), pengaruh orang zalim (Dzalim), pengaruh lingkungan sosial (masyarakat), dan pengaruh lingkungan sosial (masyarakat), faktor social, lingkungan alam (alam).

4. Konsep Terapi Jiwa Islam Terapi Jiwa Islami adalah proses penyembuhan jiwa yang terjadi dengan mengembalikan keseimbangan, keselarasan, dan kedamaian antar aspek jiwa. Psikoterapi berfokus pada komunikasi dengan Allah melalui dzikir (mengingat Allah), shalat (berdoa kepada Allah), shalat (menyembah Allah), puasa (menjauhi apa yang dilarang Allah), dan (sedekah memberi kepada orang lain). Psikoterapi meliputi Muhasabah (evaluasi diri), Istigfar (meminta ampun kepada Allah), Taubah (taubat kepada Allah), Sabar (ketekunan saat ujian), dan Syukur (mensyukuri nikmat Allah). Psikoterapi juga dapat ditingkatkan dengan memperkuat hubungan dengan orang lain melalui pengampunan (memaafkan orang lain atas kesalahannya dan mengambil tanggung jawab atas kesalahannya sendiri). (meminta maaf), nasehat (memberi nasehat yang baik kepada orang lain, menerima nasehat yang baik dari orang lain), gotong royong (membantu yang membutuhkan, menerima pertolongan dari yang ingin menolong), dan sebagainya. Psikoterapi memusatkan perhatian pada hubungan dengan alam melalui pembersihan (membersihkan diri dan lingkungan dari pencemaran fisik dan moral), berjalan kaki (melihat dan menyegarkan keindahan alam ciptaan Tuhan), (menanam tumbuhan dan memelihara hewan), (sebagai sumber penghidupan dan kekayaan) dsb.

Berbagai terapi yang dilakukan untuk menghindari gangguan jiwa berdasarkan semangat Islam, antara lain:

1. Doa

Doa adalah dasar Islam. Setelah peristiwa Miraj, Allah SWT mewajibkan umat Islam untuk shalat lima waktu. Salah satu syarat yang terkait dengan pelaksanaan shalat adalah tahara, atau penyucian dari kotoran. Sholat merupakan wujud ketundukan kepada Allah, dan hamba selalu mengingat Allah saja. Perasaan ini menciptakan kejernihan mental dan emosional. Saat berdoa, seseorang cenderung melepaskan seluruh emosi dan anggota tubuhnya, meninggalkan segala aktivitas duniawi dan permasalahan yang ada. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an, pada ayat 82 disebutkan bahwa shalat mempunyai peranan yang sangat penting dalam meringankan segala macam masalah kejiwaan. Depresi karena tekanan atau masalah duniawi. Doa berjamaah juga bisa efektif sebagai terapi sosial karena mendorong kita untuk membina hubungan persaudaraan dengan orang-orang di sekitar kita. Usai salat berjamaah di masjid, kami mendengarkan khotbah yang berisi nasehat untuk saling mengingat dan petunjuk yang dapat dijadikan terapi untuk mengatasi permasalahan sosial. Selain itu, mandi dipercaya dapat mempengaruhi kondisi mental seseorang karena dapat meredakan ketegangan fisik dan emosi.

2. Zakat dan Sedekah

Zakat dan Sedekah merupakan salah satu rukun iman yang dapat digunakan sebagai psikoterapi atau terapi emosi. Allah SWT memerintahkan Nabi untuk menerima dan mengumpulkan sedekah dari umat Islam yang mampu. Entah itu zakat wajib atau yang mendekati sunnah. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat at-Taubah ayat 103: Sungguh, doamu membawa ketenangan pikiran. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ” Dengan demikian, umat Islam dapat belajar untuk saling mencintai dengan menjauhkan diri dari sikap-sikap negatif yang dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang.

3. Puasa

Puasa adalah pengobatan penyakit jiwa dan raga yang syaratnya adalah tertahannya hawa nafsu lainnya. Dengan cara ini, karakter seorang muslim terbentuk untuk mampu menahan lapar, cobaan, dan permasalahan yang dialaminya. Faktanya, puasa digunakan dalam konseling sebagai pengobatan yang sangat efektif untuk menghilangkan rasa bersalah, rasa bersalah, depresi, dan penyakit mental lainnya. Ada dua macam puasa, yaitu puasa jasmani dan puasa rohani.

4. Haji

Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam yang diwajibkan bagi umat Islam yang mampu menunaikannya. Haji adalah ziarah ke tempat suci. Melalui kegiatan ini seseorang akan memperoleh kedamaian batin, kedamaian dan kebahagiaan. Apalagi pengabdian ini dapat mempererat tali persaudaraan. Selama Ihram, umat Islam tidak diperbolehkan untuk melawan, mengkritik, atau melakukan hal-hal buruk yang dapat mengganggu kemajuan shalat.

5. Kesabaran

Kesabaran merupakan salah satu faktor yang dapat mendatangkan kebahagiaan dan kemenangan bagi seseorang dalam menjalani kehidupan yang sukses setelah kematian. Sabar dikatakan sebagai salah satu bentuk ibadah yang mempunyai manfaat luar biasa dalam membentuk jiwa seseorang, menguatkan akhlak muslim, dan mampu mengatasi berbagai permasalahan dalam hidup. Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak kesabaran Anda, semakin sedikit stres yang Anda alami dalam ujian. Sebaliknya, semakin rendah kesabaran Anda, maka semakin tinggi tingkat stres yang Anda rasakan saat menghadapi ujian dan tantangan hidup.

6. Istigfar dan Taubat

Istigfar merupakan upaya untuk melepaskan dosa, maka terapi ini dapat digunakan sebagai metode untuk menyembuhkan gangguan kejiwaan atau kejiwaan. Islam juga mengajarkan agar seseorang segera bertaubat dan kembali kepada Allah SWT. Penelitian menunjukkan bahwa shalat taubat mempengaruhi ketegangan hati ketika orang yang bertaubat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Lebih lanjut, diharapkan jika salat tauba ini dilakukan secara rutin maka akan memberikan dampak yang lebih besar lagi terhadap kesehatan mental seseorang.

7. Dzikir

Dzikir adalah wujud keinginan seseorang untuk memohon ampun kepada Allah SWT. Zikir merupakan upaya seorang muslim untuk selalu mengingat Allah SWT. Pendapat lain mengatakan bahwa meditasi dengan dzikir dapat mengendalikan gejolak emosi dan emosi negatif, sehingga mencapai kedamaian dan kenyamanan batin. Proses meditasi Dzikrullah berhasil bila seseorang sadar dan mampu fokus hanya kepada Allah SWT tanpa terpengaruh lingkungan, mengubah kesadaran jasmani menjadi wujud jiwa. Relaksasi dzikir ini menimbulkan sikap pasif atau bentuk pasrah melalui pengulangan kata, sehingga menimbulkan respon relaksasi yang memadukan rasa percaya diri dan ketenangan.

8. Sholat

Sholat merupakan salah satu sarana ibadah untuk senantiasa mengingat Allah SWT. Dalam doa ada ketenangan pikiran dan segala keraguan, kekhawatiran dan ketidak bahagiaan teratasi. Allah SWT menjelaskan bagaimana seseorang bisa menjalani terapi mengatasi kecemasan saat tidur melalui doa. Penelitian menunjukkan bahwa doa dapat membawa ketenangan, tingkat spiritual yang lebih tinggi, kedamaian, optimisme, peningkatan kegembiraan dalam hidup, dan kepercayaan diri. Semua aspek tersebut berkaitan dengan cara menyembuhkan gangguan psikologis yang dialami seseorang.

Irfan Radithya Hartawan
Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka