DEPOKPOS – Teknologi merupakan suatu entitas, teknik, aktivitas, dan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Secara umum, teknologi dapat didefinisikan sebagai benda maupun tak benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan, dan pemikiraan untuk mencapai suatu nilai. Dalam penggunaan ini, teknologi merujuk pada alat, dan mesin yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata. Ia adalah istilah yang mencakup banyak hal, seperti alat maupun mesin yang tidak berwujud benda seperti teknologi virtual, perangkat lunak, Machine Learning, server data bahkan metode manajemen bisnis juga termasuk kedalam kategori teknologi ini.
Kemunculan teknologi saat ini telah mempengaruhi pola kehidupan masyarakat secara luas di berbagai bidang. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki perekonomian secara signifikan. Teknologi yang terus mengalami perkembangan bersamaan dengan proses globalisasi di dunia saat ini, telah bergerak menuju proses transformasi ekonomi yang dikenal dengan istilah Knowledge Based Society (KBS). Perekonomian berbasis KBS merupakan tahapan lebih lanjut dari pembangunan ekonomi berbasis sumber daya alam menuju pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang tujukan untuk mengurangi dampak lingkungan yang signifikan.
Pada zaman yang serba digital, tidak dapat kita pungkiri jika bidang teknologi khususnya teknologi informasi dan bidang ekonomi merupakan kedua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya memiliki peran dalam menggerakkan perekonomian dalam skala kecil maupun skala yang luas seperti negara yang mana penerapannya, teknologi dalam perekonomian telah mengubah lanskap ekonomi secara fundamental. Inovasi seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intellegence (AI), Website e-commerce, dan Blockchain telah membuka peluang model bisnis yang baru dan revolusioner. Teknologi tersebut telah memungkinkan untuk terciptanya ekosistem digital yang terintegrasi, di mana seluruh informasi dapat diakses, diproses, dan digunakan dengan efisien secara real time.
Di Indonesia sendiri, pada sektor ekosistem dan keuangan digital telah mengalami kemajuan pesat dan mampu turut menjadi lokomotif penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut merupakan cerminan dari beberapa pencapaian Indonesia di tingkat global seperti kenaikan 11 peringkat pada World Digital Competitiveness Ranking (dari peringkat ke-56 pada 2019 menjadi peringkat ke-45 pada tahun 2023), peringkat ke-6 untuk start-up secara global, memiliki start-up inovatif terbanyak atau peringkat ke-1 di ASEAN, serta memiliki 15 unicorn dan 2 decacorn yang sudah mendunia yang dimana kondisi tersebut cukup memberikan gambaran jika Indonesia merupakan pasar terbesar untuk ekonomi digital, yang dimana masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
Dalam acara Opening Ceremony Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2024, Kamis (1/08), Presiden Joko Widodo, Menegaskan potensi peluang digital Indonesia ke depan dimana ekonomi digital akan tumbuh 4 kali lipat di tahun 2030 mencapai 210 USD s.d. 360 USD. Pembayaran digital juga akan tumbuh 2,5 kali lipat di tahun 2030 mencapai 760 juta USD. ”Jumlah UMKM kita juga sangat besar, 64 juta. Tentu digital UMKM ini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi digital dan pembayaran digital kita. Sehingga saya titip, transformasi digital itu harus inklusif, harus berkeadilan. Masyarakat di pinggiran, masyarakat ekonomi lapisan ke bawah, ekonomi mikro, UMKM, semuanya harus mendapatkan akses dan kesempatan yang sama. Harus mendapatkan perlindungan yang sama. Saya minta kepada OJK dan BI untuk meningkatkan perlindungan masyarakat di sektor ekonomi digital,” ujar Presiden Joko Widodo.
Di akhir tahun 2023 lalu, Pemerintah juga telah menyelesaikan kebijakan Strategi Nasional pada bidang Ekonomi Digital untuk tahun 2030 agar sektor digital dapat berkontribusi pada PDB Indonesia secara bertahap dan akan terus meningkat mencapai 20% pada tahun 2045. Pada tingkat regional, di kesempatan yang lain Indonesia juga telah mencapai kesepakatan untuk mengembangkan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) guna memajukan digitalisasi dan interoperabilitas.
Teknologi dalam perannya menggerakkan roda perekonomian, memungkinkan terciptanya otomatisasi sistem di berbagai proses bisnis, dari manufaktur hingga layanan konsumen. Seperti sistem manajemen sumber daya perusahaan (ERP), perangkat lunak akuntansi, Sistem perbelanjaan online (e-commerce), dan alat kolaborasi online yang membantu meningkatkan produktivitas serta mengurangi biaya operasional. Selain dibidang tersebut, adopsi teknologi di bidang pertanian nampaknya juga memberikan dampak peningkatan produktivitas.
Pertanian merupakan bidang yang dianggap sebagai tulang punggung banyak ekonomi di seluruh dunia, dan peran petani sebagai produsen pangan sangatlah vital dalam menjaga ketahanan pangan global. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan demografis, lanskap pertanian mengalami transformasi yang signifikan. Salah satunya adalah munculnya generasi milenial yang terjun untuk terlibat dalam sektor pertanian. Teknologi pertanian adalah istilah universal untuk menjelaskan peralatan, rekayasa materi genetik, teknik pertanian, dan input pertanian telah dikembangkan sedemiakian rupa untuk meningkatkan efisiensi pertanian. Efektivitas disini mengacu pada hasil produktivitas, kesehatan, kesejahteraan, dan keberlanjutan.
Generasi saat ini merupakan generasi yang memiliki akses yang luas terhadap teknologi dan informasi, memiliki potensi untuk memperkenalkan inovasi dalam bidang pertanian untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Disinilah teknologi informasi berperan sebagai sarana untuk sosialisasi dan publikasi mengenai inovasi dibidang pertanian yang diharapkan agar masyarakat atau kelompok petani dapat terlibat secara aktif dalam pengembangan teknologi bahkan mengadopsi inovasi dalam konteks teknologi pertanian yang terbaru untuk mendongkrak produktivitas.
Seiring dengan naiknya angka adopsi teknologi informasi saat ini, ternyata perkembangannya juga mengiringi terjadinya proses transformasi ekonomi. Proses transformasi ekonomi digital yang sedang terjadi ditengah-tengah masyarakat ternyata memiliki dampak yang sangat signifikan dalam mempengaruhi pola perilaku dalam proses ekonomi, antara lain transaksi ekonomi yang semakin mudah karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja sehingga mengurangi batasan geografis, serta kegiatan jual-beli di e-commerce yang dapat dilakukan secara virtual memudahkan siapapun ketika hendak membeli barang bahkan menjual sebuah produk sehingga produknya dapat dikenal secara luas. Disini juga memungkinkan adanya akses ke pasar global bagi perusahaan lokal untuk menciptakan peluang ekspor baru dan meningkatan investasi asing. Sebagai contoh sebuah perusahaan kecil yang memanfaatkan media sosial atau platform global untuk memasarkan produknya ke seluruh dunia agar produknya dikenal oleh masyarakat luas.
Teknologi yang perannya tidak terbatas, memiliki peluang untuk menyediakan platform pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja berupa e-learning, maupun program keterampilan digital yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai tenaga kerja yang memiliki kesiapan menghadapi tuntutan industri 4.0 dan potensi untuk menggerakkan roda perekonomian sebuah negara. Yang dimana penerapannya perlu perhatian khusus dari pemerintah agar dampaknya terus berkelanjutan. Seperti program pelatihan kerja skillhub dari Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang ditujukan untuk mempersiapkan para tenaga kerja agar siap bersaing dengan bekal kompetensi yang mumpuni.
Selain memberikan dampak positif yang sangat besar, perkembangan teknologi informasi masih saja memerlukan perhatian dari pemerintah terkait dengan regulasi, infrastruktur pendukung, dan peraturan yang ramah teknologi agar tetap melindungi kepentingan masyarakat dengan harapan tidak memberikan dampak sosial dalam era digital. potensinya yang sangat besar di berbagai sektor khususnya perekonomian sebuah negara, perlu menjadi perhatian kita bersama agar dalam pemanfaatannya dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat luas.
Muhamad Afif Aji Putra
Mahasiswa program studi S1 Informatika Universitas Sebelas Maret
