Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

4 Strategi Penanganan Risiko yang Efektif

×

4 Strategi Penanganan Risiko yang Efektif

Sebarkan artikel ini

DEPOKPOS – Risiko adalah suatu peristiwa yang merugikan disebabkan oleh perbuatan atau tindakan. Saat memeriksa peristiwa yang harus diperhatikan kemungkinan dan dampak dari risiko agar mengurangi kejadian yang tidak di inginkan baik dari individu ataupun organisasi.

Dalam perencanaan menangani risiko yang di fokuskan terhadap dua dimensi yaitu, rencana respon yang di kembangkan untuk mengurangi dampak risiko dan rencana respon yang di kembangkan untuk mengurangi kejadian yang tidak di inginkan.

Bagaimana penanganan risiko yang efektif? Berikut 4 strategi dalam penanganan risiko yang efektif.

Penghindaran Risiko

Penghindaran Risiko adalah upaya untuk mengurangi potensi yang kemungkinan dan dampak dari individu ataupun organisasi terhadap peristiwa risiko yang merugikan. Premis adalah tidak melakukan hal yang membuat masalah.

Penghindaran risiko tidak selalu mengarah tidak adanya tindakan. JIka rencana tindakan menunjukan suatu organisasi sedang mengambil arah yang tidak efektif maka kebijakan penghindaran risiko dibatalkan, sebaliknya rencana menunjukan tindakan yang efektif harus di selesaikan. Oleh karena itu, penghindaran risiko jangan dilakukan hal yang membuat masalah dan buatlah rencana yang efektif agar tidak berpotensi risiko yang tinggi.

Mitigasi Risiko

Kata Mitigasi berarti mengurangi. Mitigasi risiko memiliki 2 pengertian yaitu, mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak peristiwa risiko dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi suatu kejadian risiko yang tidak di inginkan. Mitigasi risiko merupakan premis yang mendasari pemeliharaan preventif.

Dengan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak peristiwa risiko adalah membuat perencanaan sebelum bertindak dan mencari solusi untuk mengurangi dampak risiko yang terjadi. Selanjutnya, langkah-langkah untuk mengurangi suatu kejadian yang tidak di inginkan seperti, melakukan perawatan atau mengganti peralatan agar tetap berfungsi dan mengurangi risiko yang tidak di inginkan.

Transfer Risiko

Transfer Risiko adalah proses pengalihan tanggung jawab risiko kepada pihak ketiga. Dengan transfer risiko juga berkaitan dalam penanganan dampak peristiwa risiko yang tidak di inginkan terjadi. Ada 3 mekanisme transfer risiko yaitu :

a. Asuransi
Asuransi adalah anda membayar premi(uang) secara teratur untuk melindungi diri sendiri dan aset dari situasi yang tidak menyenangkan.

b. Kontrak
Kontrak merupakan alat manajemen risiko yang tertua. Kontrak adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih terhadap peran dan tanggung jawab masing-masing pihak.

c. Garansi
Garansi adalah salah satu jenis kontrak. Dengan adanya garansi maka penjual menjamin bahwa barang atau jasa berfungsi sesuai prosedur selama jangka waktu tertentu.

Penerimaan Risiko

Penerimaan risiko adalah ketetapan cadangan kontinjensi untuk menghadapi suatu kejadian yang tidak di inginkan. Dengan cadangan kontinjensi, anda berhadapan risiko yang diketahui maupun tidak diketahui tentang kejadian tersebut.

Cara mengatasi dalam penerimaan risiko adalah membuat cadangan kontinjensi karena risiko tidak bisa dihindarkan tetapi bisa menguranginya.

Strategi dalam penanganan risiko adalah suatu peristiwa yang dapat mengurangi dampak dan peristiwa yang tidak di inginkan. Maka itu, sebagai individu atau organisasi harus membuat strategi dalam penanganan risiko karena risiko tidak bisa dihindarkan tetapi, bisa diminimalisir.

Ghaitsa Dzikra Fitri Nurwahida,
Mahasiswi STEI SEBI