Sholat Tahajud: Psikoterapi dalam Mengatasi Gangguan Kecemasan

Sholat Tahajud: Psikoterapi dalam Mengatasi Gangguan Kecemasan

DEPOKPOS – Gangguan kecemasan adalah perasaan khawatir dan takut yang penyebabnya tidak pasti. Kecemasan adalah reaksi yang tepat terhadap suatu hal yang dianggap mengancam, tetapi apabila reaksi dan kemunculannya tidak tepat, baik intensitas maupun tingkat gejalanya, kecemasan menjadi tidak wajar (Nugraha, 2020).

Salah satu penyembuhan untuk mengatasi gangguan tersebut dapat dilakukan dengan metode psikoterapi. Psikoterapi sendiri merupakan pendekatan untuk melakukan upaya penyembuhan yang berkaitan dengan pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang. Salat tahajud  merupakan salah satu metode psikoterapi islam untuk penyembuhan psikologis (Mudarsa, 2022).

Bacaan Lainnya

Sholat Tahajud adalah Sholat sunnah yang dilakukan pada malam hari setelah salat isya. Pengerjaan Sholat tahajud dapat dilakukan setelah tidur pada awal, pertengahan, atau akhir malam saat terbangun pada malam hari sampai menjelang masuknya salat subuh, namun lebih diutamakan pada sepertiga malam hari (Achyar, Z. F., et al, 2023).

BACA JUGA:  Berkata yang Baik atau Diam

Biasanya Sholat tahajud dapat dikerjakan dua rakaat atau lebih dalam melaksanakannya. Waktu Sholat tahajud dikerjakan pada pertengahan malam pada saat orang-orang tertidur, agar suasana saat melakukan Sholat  tahajud semakin tenang dan khusuk. Sholat sunnah tahajud hukumnya ialah salat sunnah yang ditekankan atau sunnah muakkad (Purnomosidi, 2019).

Menurut Muhyidin, (2013) salat tahajud merupakan ibadah sunnah yang paling utama dibandingkan salat sunnah yang lain, hal itu dikarenakan secara tidak langsung Allah memerintahkan didalam Al-Qur’an yang bahwasannya Sholat tahajud sangat dianjurkan dan memiliki kedudukan sama dengan salat fardhu atau wajib serta dapat dikerjakan setelah salat fardhu.

Menurut Rahmandani et al, (2023) Salat Tahajud memiliki banyak manfaat, yakni:

Sholat Tahajud menghilangkan rasa cemas dan gelisah

Rasa cemas dapat diatasi apabila seseorang merasakan adanya kehadiran Allah sebagai sang pencipta, karena Sholat tahajud sebagai komunikasi antara hamba dengan sang pencipta. Hal ini rasa cemas dan gelisah dapat teralihkan menjadi sebuah ketenangan dan kedamaian untuk seseorang.

BACA JUGA:  Berkata yang Baik atau Diam

Sholat Tahajud mampu mengatasi rasa bersalah yang berkepanjangan 

Setiap individu pastinya memiliki dosa besar maupun kecil. Hal ini dapat menyebabkan rasa ketakutan pada seseorang pada kematian dan rasa takut pada azab yang diberi oleh Allah. Dengan Sholat tahajud tiap individu tentu memiliki kesempatan dalam bertobat kepada Allah sehingga dosa yang telah dilakukan dapat terhapus sehingga rasa takut akan menghilang.

Sholat Tahajud dapat menghilangkan rasa putus asa 

Ketika Sholattahajud terdapat doa yang diucapkan untuk melakukan permohonan hamba terhadap sang pencipta yang diyakini akan terdengar, hal ini jiwa yang sedang putus asa dapat berubah menjadi jiwa yang penuh harapan dan juga yakin pada Allah untuk mengabulkan setiap doanya.

Chodijah, (2017) menjelaskan bahwa manfaat Sholatt tahajud dapat digunakan sebagai pereda kecemasan pada diri seseorang sehingga dapat meningkatkan ketahanan dan ketenangan bagi tubuh secara alami karena memiliki elemen meditasi dan relaksasi.

BACA JUGA:  Berkata yang Baik atau Diam

Hal ini juga selaras dengan (Mahmudah, et al, 2024) bahwa Sholat tahajud membantu memberikan rasa ketenangan, kedamaian batin, dan keyakinan pada Allah. Ini membuat seseorang lebih mampu mengatasi ketakutan dan kekhawatiran yang mungkin dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Manfaat lainnya menurut Fauziah, et al, (2024), bahwa Sholat tahajud dapat mengatasi kecemasan pada seseorang karena memiliki nilai positif yang berpengaruh kepada mental seseorang.

Kemudian selaras juga dengan Rahmandani, et al, (2023) Sholat sebagai penghilang rasa gelisah dan cemas. Dikarenakan Sholat tahajud sebagai jembatan spiritual antara sang Maha Pencipta dengan hambanya, maka rasa gelisah dan cemas tersebut tergantikan dengan rasa ketenangan dan kedamaian.

Namira Elbira Firdaus, Adillia Restu Kusuma
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait