Normalisasi Kasus Perselingkuhan, Apakah Wajar?

Normalisasi Kasus Perselingkuhan, Apakah Wajar?

Oleh: Suci Maharani Rizkiana, Mahasiswa Universitas Pamulang

Seumur hidup itu lama kan?

Bacaan Lainnya

Zaman sekarang sudah tidak heran lagi kalau dengar berita tentang “Perselingkuhan”.

Bagaimana perasaan kalian ketika kalian tau kalau pasangan kalian itu selingkuh?

Kasih satu alasan kenapa zaman sekarang perselingkuhan itu seperti sudah di normalisasi dan bahkan banyak yang mewajarkan tindakan perselingkuhan tersebut?

Perselingkuhan itu bisa terjadi karena adanya rasa ketidakpuasan dalam pasangan kita, mencari kekurangan dari dalam diri pasangannya kemudian melampiaskannya dengan cara berselingkuh.

BACA JUGA:  Biomassa untuk Listrik Bersih atau Menambah Pencemaran Lingkungan?

Perselingkuhan bukanlah hanya tentang seks dan lebih banyak tentang masalah hati dan pencarian yang salah arah untuk memenuhi kebutuhan hubungan seseorang.

Masalahnya adalah bahwa beberapa orang memilih untuk mencari kebutuhan hubungan mereka dalam pelukan orang lain daripada memperbaiki hubungan dengan pasangannya.

Sebenarnya perselingkuhan itu sudah ada selama berabad-abad dan merupakan masalah yang kontroversial dalam banyak budaya.

Perselingkuhan dapat memiliki konsekuensi yang serius bagi individu dan hubungan mereka, termasuk kerugian kepercayaan, rasa sakit, dan bahkan kekerasan.

Dalam perselingkuhan hubungan berumah tangga antara suami atau istri sebenarnya tidak lepas dari urusan pribadinya masing-masing.

Dan perlu disadari, bahwa dalam perkawinan terdapat dua orang yang punya karakter dan kepribadian yang sangat berbeda satu sama lain

BACA JUGA:  Menuju Generasi Emas 2045, Tapi Depok Cuma Punya 15 SMA Negeri di 63 Kelurahan

Merespons perselingkuhan bertahan atau pergi?

Jika pasangan memutuskan untuk tetap bersama, mereka harus mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki dan berkomitmen untuk memperbaikinya, penting juga untuk membangun kembali kepercayaan.

Kemudian pasangan yang dikhianati dapat secara progresif dihadapkan pada situasi yang memberikan kepastian lebih lanjut bahwa mereka dapat memercayai pasangannya tanpa harus terus-menerus berpikir negatif

Namun, Jika hubungan ditandai dengan banyak konflik yang tidak terselesaikan, permusuhan, dan kurangnya kepedulian satu sama lain, mungkin yang terbaik adalah mengakhirinya.

Pada akhirnya, hubungan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan keterikatan kita akan cinta, kenyamanan, dan keamanan.

BACA JUGA:  Menuju Generasi Emas 2045, Tapi Depok Cuma Punya 15 SMA Negeri di 63 Kelurahan

Dalam beberapa kasus, mungkin mengakhiri hubungan adalah keputusan yang tepat.

Namun, mengakhiri sebuah hubungan bukanlah hal yang mudah, karena keterikatan cinta yang sudah dikembangkan dengan pasangan kita, apalagi untuk pasangan yang sudah lama menjalin hubungannya.

Maka dari itu cobalah untuk jujur dalam menjalankan suatu hubungan, lebih terbuka terhadap pasangan dan sebaiknya jika kita sudah mulai merasa bosan dalam suatu hubungan dibicarakan secara baik-baik terlebih dahulu kepada pasangan kita dan mencari solusi untuk mengatasi rasa bosan tersebut agar perselingkuhan itu tidak akan pernah terjadi.

 

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait