Apa Itu ‘Catcalling’ yang Disebut Anies dalam Debat Capres?

Secara harfiah, catcalling sendiri berasal dari kata 'catcall' yang berarti 'ejekan'

Secara harfiah, catcalling sendiri berasal dari kata ‘catcall’ yang berarti ‘ejekan’

DEPOKPOS – Saat bicara mengenai pemberdayaan dan perlindungan perempuan dalam debat calon presiden (capres), Minggu (4/2), capres nomor urut 1 Anies Baswedan menyinggung istilah catcalling.

“Kekerasan perempuan tidak boleh disepelekan, dianggap isu kecil. Mulai catcalling hingga kekerasan fisik harus ditindak tegas, dan kami akan tindak tegas,” ujar Anies.

Apa itu catcalling?

Catcalling adalah bentuk pelecehan seksual di ruang publik, biasanya di jalan. Misalnya, saat Anda berjalan melewati segerombolan orang, mereka bersiul menggoda Anda, atau bahkan menawarkan tumpangan dengan intensi yang negatif.

BACA JUGA:  Jangan Terjebak Hubungan Toxic, Lakukan Ini!

Secara harfiah, catcalling sendiri berasal dari kata ‘catcall‘ yang berarti ‘ejekan’. Laman Cambridge Dictionary mendefinisikan catcall sebagai ‘teriakan/siulan keras yang bersifat negatif, utamanya saat dilakukan di tengah keramaian’.

Sementara di zaman kiwari, catcalling juga bisa dianggap sebagai bentuk objektifikasi seksual terhadap seseorang.

Bentuk dan contoh catcalling

Catcalling dapat berupa komentar vulgar, siulan, bunyi klakson, gerakan tubuh, dan lain-lain. Catcalling juga bisa berupa sapaan salam namun dengan nada menggoda atau melecehkan.

BACA JUGA:  5 Tips untuk Menenangkan Pikiran

Kondisi ini bisa membuat korban merasa tidak nyaman saat berada di ruang publik.

Catcalling biasanya menaruh perhatian pada penampilan fisik perempuan, sehingga memperkuat anggapan bahwa perempuan adalah objek seksual.

Penelitian telah menjelaskan sejauh mana catcalling berdampak negatif pada korban, termasuk dampak fisik seperti kesulitan bernapas, mati rasa, dan mual, dan dampak emosional termasuk rasa malu, takut, dan tidak percaya diri dengan tubuh.