Dunia  

Netanyahu: “Tidak Ada yang Bisa Menghentikan Kami!”

“Tidak ada yang bisa menghentikan kami, tidak juga Den Haag, tidak poros kejahatan, dan tidak ada yang lain,” kata Netanyahu.

“Tidak ada yang bisa menghentikan kami, tidak juga Den Haag, tidak poros kejahatan, dan tidak ada yang lain,” kata Netanyahu.

DEPOKPOS – Memasuki Perang Gaza hari ke 100, Israel bersumpah tidak akan berhenti meskipun korban jiwa di kalangan penduduk sipil meningkat signifikan.

Meskipun memasuki Perang Gaza hari ke 100 dan belum ada tanda-tanda akhir dari perang, Netanyahu bertekad untuk melanjutkan operasi militer hingga menang.

Sejauh ini, hingga Perang Gaza hari ke 100, telah memasuki episode paling berdarah dalam sejarah konflik antara Israel-Palestina.

BACA JUGA:  Gaza Terancam Kelaparan

“Tidak ada yang bisa menghentikan kami, tidak juga Den Haag, tidak poros kejahatan, dan tidak ada yang lain,” kata Netanyahu mengacu pada kasus yang dibawa Afrika Selatan ke Mahkamah Internasional.

Sementara poros kejahatan yang dimaksud Netanyahu adalah kelompok-kelompok perlawanan yang didukung oleh Iran di Lebanon, Syria, Irak, dan Yaman.

Sejauh ini, Perang Gaza merupakan episode pertempuran paling berdarah dan merusak dalam konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun antara Israel dan Palestina.

BACA JUGA:  Serangan Pemukim Ilegal Israel di Tepi Barat Terus Meningkat

Awal Januari ini, kantor media Gaza melaporkan bahwa Israel telah menjatuhkan 65 ribu ton bom di wilayah tersebut.

Analisis data satelit yang dikutip oleh Associated Press menunjukkan bahwa sekitar 33 persen bangunan di Jalur Gaza telah hancur.

PBB juga memperkirakan bahwa 1,9 juta penduduk Palestina hidup sebagai pengungsi. Jumlah ini mencapai 85 persen dari keseluruhan populasi, dan 90 persen mengalami kerawanan pangan akut.

BACA JUGA:  Korban Tewas Genosida di Palestina Dekati Angka 30 Ribu Jiwa

“Kehancuran besar-besaran, pengungsian, kelaparan dan kehilangan dalam 100 hari terakhir menodai rasa kemanusiaan kita bersama,” kata UNRWA (Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina) Minggu kemarin.