Menkominfo: Kecepatan Internet di Indonesia Masih di Bawah Filipina, Kamboja, dan Laos

Untuk kawasan Asia Tenggara, kecepatan internet Indonesia hanya lebih baik daripada Myanmar dan Timor Leste

Untuk kawasan Asia Tenggara, kecepatan internet Indonesia hanya lebih baik daripada Myanmar dan Timor Leste

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi meminta para penyedia fixed broadband di Indonesia untuk tidak menjual layanan internet di bawah 100 Mbps.

Cara Budi ini agar koneksi internet Indonesia tidak dikatakan lemot lagi di dunia, apalagi di kawasan Asia Tenggara.

Budi mengatakan, kecepatan internet Indonesia masih rendah di angka 24,9 Mbps. Ia mengklaim kecepatan itu di bawah Filipina, Kamboja, dan Laos, dan hanya unggul dari Myanmar dan Timor Leste di kawasan Asia Tenggara.

Oleh karena itu, Budi menyatakan Kominfo berencana membuat kebijakan bagi seluruh penyedia fixed internet broadband untuk jaringan yang tertutup tidak diperkenankan menjual layanan internet di bawah 100 Mbps.

Menkominfo akan memanggil seluruh operator seluler dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk berdiskusi mengenai optimalisasi kecepatan internet.

“Internet ini merupakan kebutuhan pokok, kenapa masih menjual 5 Mbps, 10 Mbps untuk fixed internet broadband? Kenapa tidak langsung menjual 100 Mbps? Makanya, saya akan buat kebijakan untuk mengharuskan mereka menjual fixed internet broadband dengan kecepatan 100 Mbps,” ungkapnya dalam keterangan pers, dikutip Jumat (26/1/2024).

Apa yang disampaikan Budi mengenai kondisi kecepatan internet fixed broadband di Indonesia benar. Hal itu terlihat dalam laporan terbaru Speedtest Global Index pada bulan Desember 2023 yang dirilis Ookla.

Posisi Indonesia melorot dua peringkat di penghujung 2023 dibandingkan bulan sebelumnya. Hasil membuat Indonesia menempati peringkat ke-126 dari 178 negara di dunia dengan kecepatan rata-rata 27,87 Mbps.

Rinciannya, Indonesia memiliki kecepatan download fixed broadband 27,87 Mbps, upload 16,85 Mbps, dan latency 7 ms.

Negara tetangga Singapura menjadi negara dengan kecepatan fixed broadband terbaik dunia dengan 270,62 Mbps.

Untuk kawasan Asia Tenggara, kecepatan internet fixed broadband Indonesia memang miris. Indonesia hanya lebih baik daripada Myanmar dan Timor Leste.