Health  

Terapi ala PAZ Al Kasaw Makin Diminati Masyarakat

JAKARTA — Pengobatan Akhir Zaman (PAZ) Al Kasaw rutin setiap bulan menggelar Pelatihan Gaya Sehat dan Terapi PAZ Al Kasaw Level Basic. Setiap bulan ada delapan titik penyelenggaraan meliputi enam pelatihan luring dan dua pelatihan daring.

Untuk Desember 2023, ada enam kota yang menyelenggarakan Pelatihan PAZ Al Kasaw, diantaranya Jakarta. Pelatihan di Jakarta diselenggarakan di
Hotel Holiday In Express Jakarta Matraman, Sabtu-Ahad (9-10/12/2023).

Pelatihan di Jakarta diikuti 30 peserta dari berbagai wilayah dan latar belakang profesi. Selama dua hari para peserta antusias menyimak materi-materi yang disampaikan terapis dari PAZ Al Kasaw Pusat, Ustaz Aslam Askarullah dan Ustaz Umar Abu Khalid.

“Selain Jakarta, Desember 2023 Pelatihan PAZ Al Kasaw ada di Padang, Surabaya, Pontianak, Balikpapan, dan Makassar. Ada juga di pusat kami di Ayub Camp Klaten, Jawa Tengah. Online setiap bulan ada dua kali,” jelas Ustaz Haryanto Bilal, pengelola Pelatihan PAZ Al Kasaw Pusat, Selasa (12/12/2023).

Ustaz Bilal menyebutkan, di beberapa kota antusiasme masyarakat sangat tinggi mengikuti Pelatihan PAZ Al Kasaw. Kebanyakan mereka yang ikut pelatihan sudah mengenal PAZ Al Kasaw.

“Misalkan teman-teman yang sakit, sudah berobat kemana-mana tetapi belum sembuh, nah itu biasanya itu bagian dari peserta pelatihan. Termasuk orang yang terapis yang sudah belajar mengenai bekam, akupuntur, ingin menambah skilnya lalu dia ikut,” jelas Ustaz Bilal.

Dikatakan Ustaz Bilal, selesai pelatihan para peserta tidak dilepas begitu saja. Mereka dapat bergabung dengan
PAPKA (Perkumpulan Alumni Pelatihan Kesehatan Al Kasaw).

“Saat ini alumni pelatihan berjumlah 18.670 orang di seluruh Indonesia. Kegiatannya PAPKA diantaranya murajaah materi, jurus. Bisa juga magang ke terapis yang telah buka praktik. Ada juga rakornas dan jambore pada alumni,” kata Ustaz Bilal.

Menurut Ustaz Bilal, alumni pelatihan basic dapat mengikuti pelatihan lanjutan atau upgrading.

Untuk level upgrading ada sembilan jenis pelatihan. Seperti PAZ Diabetes, PAZ Jantung, PAS Stroke, PAZ Benjolan, PAZ Skoliosis, PAZ Autoimun, PAZ Maryam, Baby PAZ (mempelajari permasalahan kesehatan bayi), dan PAZ Survival (pertolongan pertama pada gawat darurat).

“Output yang diharapkan dari Pelatihan PAZ Al Kasaw peserta mempunyai mindset kaitannya dengan sistem pengobatan, utamanya adalah pengobatan Islam,” ujar Ustaz Bilal.

Selama ini, jelas Ustaz Bilal, mindset masyarakat jika bicara pengobatan maka solusinya harus minum obat, ke dokter, atau mesti dioperasi. Bahkan ada juga yang berobat ke dukun. Konsep pengobatan ala PAZ Al Kasaw adalah tanpa alat, tanpa obat, tanpa operasi, dan tanpa jimat.

“Kami ingin mengubah mindset. Ketika sakit bisa terapi secara mandiri ala PAZ Al Kasaw. Apalagi yang Puskesmas dan rumah sakit jauh, maka bisa terapi mandiri,” kata Ustaz Bilal.

Adapun syarat mengikuti pelatihan PAZ Al Kasaw adalah muslim. Karena pengobatan metode PAZ Al Kasaw ini terinspirasi dari Alquran dan Hadits.

“Sehingga wajib muslim supaya pemahamannya bisa penuh,” ujar Ustaz Bilal.

Pelatihan PAZ Al Kasaw telah diikuti banyak aktivis dakwah dan pesantren.

Seperti contoh, kami ada pondok Hidayatullah yang menjadi garapan kami. Itu lebih dari 1000 alumni yang ada di sana,” kata dia.

Kemudian ada juga praktisi medis seperti dokter dan perawat. Banyak pasien-pasien mereka yang menyampaikan mengenai efektifitas dan kemanfaatan dari PAZ Al Kasaw.

“Saat ini ada 400 hingga 500 dokter yang bergabung di PAZ, ada yang dokter spesialis jantung, spesialis penyakit dalam, dokter anak, ada juga dokter bedah,” ungkap Ustaz Bilal.

Para petinggi, lanjut Ustaz Bilal, banyak yang pernah mencoba terapi PAZ Al Kasaw. Misalnya di Jakarta, pasien-pasien PAZ Al Kasaw diantaranya para jenderal, politisi, maupun pejabat.

“Rata-rata sebagian besar orang tersebut divonis gangguan kesehatan itu di sisi medis harus operasi, cuci darah, harus kemoterapi dan sebagainya,” demikian Ustaz Bilal mengakhiri.*