GAZA, PALESTINA – Pasukan penjajahan Israel (IDF) tak hanya melakukan pembantaian secara brutal terhadap warga di Jalur Gaza. Laporan teranyar juga menunjukkan aksi pencurian di rumah-rumah warga Gaza yang dilakukan secara sistematis.
Lembaga pegiat HAM Euro-Med Human Rights Monitor melaporkan sejumlah kasus yang menunjukkan tentara Israel berpartisipasi dan menyaksikan pencurian yang disengaja atas aset dan uang warga sipil Palestina, termasuk komputer laptop, emas, dan uang tunai dalam jumlah besar. Tentara Israel telah melakukan operasi militer darat di Jalur Gaza sejak Oktober, kata lembaga tersebut.
Kantor berita WAFA melansir, operasi-operasi ini mencakup penggerebekan rumah-rumah, penyerbuan kawasan pemukiman, dan melakukan kampanye penangkapan sewenang-wenang terhadap warga sipil. Menurut kesaksian yang dikumpulkan oleh Euro-Med Monitor, kejahatan tentara Israel lebih dari sekadar penahanan sewenang-wenang, penghilangan paksa, dan eksekusi lapangan.
Israeli soldiers riding stolen bicycles from Palestinian homes they destroyed in North Gaza. pic.twitter.com/iBMxGnPDCJ
— PALESTINE ONLINE 🇵🇸 (@OnlinePalEng) December 4, 2023
Tindakan ini juga melibatkan penghancuran properti secara sengaja, pencurian barang-barang pribadi, serta penjarahan dan pembakaran rumah—semuanya merupakan bagian dari strategi sistematis yang jelas didasarkan pada hukuman kolektif terhadap rakyat Palestina.
Berdasarkan kesaksian yang telah didokumentasikan, tim Euro-Med Monitor menyatakan bahwa perkiraan awal menunjukkan bahwa tentara Israel mungkin telah menjarah harta benda berharga senilai puluhan juta dolar, selain mencuri barang-barang pribadi warga sipil Palestina.
Thabet Salim (40 tahun), warga Palestina, mengatakan kepada tim Euro-Med Monitor bahwa dia dan kedua putranya ditahan oleh tentara Israel dari rumah mereka di lingkungan Zaytoun, di selatan Kota Gaza, dan bahwa anggota tentara telah mencuri semua milik mereka. Mulia dari emas hingga uang tunai yang ada di tangan.
Salim mengatakan, dia telah dibebaskan sendirian dua hari lalu, sedangkan nasib putra-putranya masih belum diketahui. “Jumlah uang yang diambil tentara dari rumah saya bernilai lebih dari 10.000 dolar AS,” kata Salim. “Ditambah jumlah emas yang hampir sama dari istri saya, dan istri dari putra sulung saya.”
Seorang wanita bernama Umm Muhammad Gharbiyya, yang tinggal di lingkungan Shujaiya, sebelah timur Kota Gaza, mengatakan kepada tim Euro-Med Monitor bahwa pasukan Israel secara paksa mengambil perhiasan emasnya setelah dengan kekerasan membobol rumah keluarganya awal bulan ini. Suaminya dan putra sulungnya juga ditangkap dalam penggerebekan tersebut.
Hussein Al-Tanani, warga lingkungan Sheikh Radwan di utara Kota Gaza, mengatakan bahwa mereka terkejut saat mengetahui rumah mereka telah digerebek oleh tentara Israel setelah mereka melarikan diri ke sekolah PBB terdekat untuk mencari perlindungan dari serangan Israel. Serangan Israel. Sebuah komputer dan sejumlah besar uang tunai telah dicuri, sementara kekacauan besar tertinggal di dalam rumah.
Kesaksian yang dikumpulkan oleh tim Euro-Med Monitor mengkonfirmasi laporan unit “pengumpulan intelijen dan rampasan teknis” Direktorat Intelijen Militer Israel yang diterbitkan oleh surat kabar Israel Yedioth Ahronoth pada tanggal 15 Desember. Laporan tersebut mengatakan bahwa tentara Israel “menyita” sejumlah uang melebihi lima juta shekel Israel (sekitar 1,3 juta dolar AS).
Euro-Med Monitor melaporkan bahwa jumlah uang yang disebutkan di atas kemungkinan hanya sebagian kecil dari pencurian yang tidak dilaporkan yang dilakukan oleh pasukan Israel. Pada saat yang sama, rekaman video yang beredar di media sosial, tanggal serta konteks persis insiden tersebut belum dapat diverifikasi, menunjukkan tiga tentara Israel secara pribadi menjual perhiasan emas di sebuah toko di Tepi Barat setelah mencurinya dari sebuah rumah di Jalur Gaza.
Tentara Israel juga telah menerbitkan video di platform media sosial yang mendokumentasikan sabotase yang disengaja terhadap rumah-rumah warga sipil di Jalur Gaza, kata Euro-Med Monitor. Mereka menuliskan slogan-slogan rasis Zionis di dinding, selain membual tentang penyitaan uang dan barang berharga milik warga Palestina.
Alia Al-Najjar (34), menegaskan dalam pernyataan pers bahwa dia mengenali beberapa perhiasan emas miliknya, yang sebelumnya dia simpan bersama barang milik ibunya, dalam salah satu video yang diterbitkan oleh tentara Israel. Di antara barang-barang yang dilihat Al-Najjar dalam video tersebut adalah sebuah gelang yang dibelinya dengan gaji pertamanya sebagai pengajar, berupa sebuah gelang unik berbentuk daun emas 24 karat.
Dia mengatakan bahwa dalam klip video tersebut, seorang tentara Israel memperlihatkan gelangnya di dalam dompet kain ibu Al-Najjar, yang juga menyimpan kepingan emas dan barang berharga lainnya. Dia mengomentari video tersebut, menyebut tentara tersebut sebagai “pencuri” sebelum pengunggah menghapus video tersebut.
Tentara Israel lainnya muncul dalam klip video yang memamerkan kalung perak bertuliskan “Made in Gaza” dan berjanji untuk memberikannya kepada pacarnya, sementara rekaman tambahan menunjukkan tentara lain membawa gitar dan bernyanyi di atas puing-puing rumah yang hancur di Gaza.
