Dunia  

Tentara Israel Rangkap Jabatan jadi Maling di Gaza

GAZA, PALESTINA – Pasukan penjajahan Israel (IDF) tak hanya melakukan pembantaian secara brutal terhadap warga di Jalur Gaza. Laporan teranyar juga menunjukkan aksi pencurian di rumah-rumah warga Gaza yang dilakukan secara sistematis.

Lembaga pegiat HAM Euro-Med Human Rights Monitor melaporkan sejumlah kasus yang menunjukkan tentara Israel berpartisipasi dan menyaksikan pencurian yang disengaja atas aset dan uang warga sipil Palestina, termasuk komputer laptop, emas, dan uang tunai dalam jumlah besar. Tentara Israel telah melakukan operasi militer darat di Jalur Gaza sejak Oktober, kata lembaga tersebut.

Kantor berita WAFA melansir, operasi-operasi ini mencakup penggerebekan rumah-rumah, penyerbuan kawasan pemukiman, dan melakukan kampanye penangkapan sewenang-wenang terhadap warga sipil. Menurut kesaksian yang dikumpulkan oleh Euro-Med Monitor, kejahatan tentara Israel lebih dari sekadar penahanan sewenang-wenang, penghilangan paksa, dan eksekusi lapangan.

Tindakan ini juga melibatkan penghancuran properti secara sengaja, pencurian barang-barang pribadi, serta penjarahan dan pembakaran rumah—semuanya merupakan bagian dari strategi sistematis yang jelas didasarkan pada hukuman kolektif terhadap rakyat Palestina.

BACA JUGA:  Pariwisata Medis di Rusia, Apa yang Menarik bagi dari Pasien Negara Islam?

Berdasarkan kesaksian yang telah didokumentasikan, tim Euro-Med Monitor menyatakan bahwa perkiraan awal menunjukkan bahwa tentara Israel mungkin telah menjarah harta benda berharga senilai puluhan juta dolar, selain mencuri barang-barang pribadi warga sipil Palestina.

Thabet Salim (40 tahun), warga Palestina, mengatakan kepada tim Euro-Med Monitor bahwa dia dan kedua putranya ditahan oleh tentara Israel dari rumah mereka di lingkungan Zaytoun, di selatan Kota Gaza, dan bahwa anggota tentara telah mencuri semua milik mereka. Mulia dari emas hingga uang tunai yang ada di tangan.

Salim mengatakan, dia telah dibebaskan sendirian dua hari lalu, sedangkan nasib putra-putranya masih belum diketahui. “Jumlah uang yang diambil tentara dari rumah saya bernilai lebih dari 10.000 dolar AS,” kata Salim. “Ditambah jumlah emas yang hampir sama dari istri saya, dan istri dari putra sulung saya.”

Seorang wanita bernama Umm Muhammad Gharbiyya, yang tinggal di lingkungan Shujaiya, sebelah timur Kota Gaza, mengatakan kepada tim Euro-Med Monitor bahwa pasukan Israel secara paksa mengambil perhiasan emasnya setelah dengan kekerasan membobol rumah keluarganya awal bulan ini. Suaminya dan putra sulungnya juga ditangkap dalam penggerebekan tersebut.

BACA JUGA:  Protestan Pro Palestina Ditangkapi, Aksi di Kampus-kampus AS Makin Marak

Hussein Al-Tanani, warga lingkungan Sheikh Radwan di utara Kota Gaza, mengatakan bahwa mereka terkejut saat mengetahui rumah mereka telah digerebek oleh tentara Israel setelah mereka melarikan diri ke sekolah PBB terdekat untuk mencari perlindungan dari serangan Israel. Serangan Israel. Sebuah komputer dan sejumlah besar uang tunai telah dicuri, sementara kekacauan besar tertinggal di dalam rumah.

Kesaksian yang dikumpulkan oleh tim Euro-Med Monitor mengkonfirmasi laporan unit “pengumpulan intelijen dan rampasan teknis” Direktorat Intelijen Militer Israel yang diterbitkan oleh surat kabar Israel Yedioth Ahronoth pada tanggal 15 Desember. Laporan tersebut mengatakan bahwa tentara Israel “menyita” sejumlah uang melebihi lima juta shekel Israel (sekitar 1,3 juta dolar AS).

Euro-Med Monitor melaporkan bahwa jumlah uang yang disebutkan di atas kemungkinan hanya sebagian kecil dari pencurian yang tidak dilaporkan yang dilakukan oleh pasukan Israel. Pada saat yang sama, rekaman video yang beredar di media sosial, tanggal serta konteks persis insiden tersebut belum dapat diverifikasi, menunjukkan tiga tentara Israel secara pribadi menjual perhiasan emas di sebuah toko di Tepi Barat setelah mencurinya dari sebuah rumah di Jalur Gaza.

BACA JUGA:  Protestan Pro Palestina Ditangkapi, Aksi di Kampus-kampus AS Makin Marak

Tentara Israel juga telah menerbitkan video di platform media sosial yang mendokumentasikan sabotase yang disengaja terhadap rumah-rumah warga sipil di Jalur Gaza, kata Euro-Med Monitor. Mereka menuliskan slogan-slogan rasis Zionis di dinding, selain membual tentang penyitaan uang dan barang berharga milik warga Palestina.