Scroll untuk baca artikel
Oase

Pengaruh Dzikir dalam Menangani Stres

×

Pengaruh Dzikir dalam Menangani Stres

Sebarkan artikel ini
Pengaruh Dzikir dalam Menangani Stres

DEPOKPOS – Dzikir merupakan salah satu bentuk doa yang amalannya dianjurkan bahkan ditekankan untuk dilakukan secara teratur. Manfaat dari dzikir adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt, meningkatkan keyakinan dan keimanan, serta menguatkan hati dan pikiran. sedangkan stres merupakan gangguan pada tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan.

Seseorang yang mengalami stres cenderung mudah marah, seringkali dan mudah merasa cemas, mengalami kesulitan tidur, juga terlihat lesu atau tidak bersemangat. Stres tidak hanya dirasakan oleh orang yang sudah dewasa saja, anak dan remaja pun dapat mengalami stres.

Terlebih lagi wanita, wanita jauh lebih rentan mengalami stres daripada laki-laki. Pada wanita yang sudah berumah tangga, mereka lebih mudah merasa stres karena banyaknya hal yang harus bisa mereka lakukan dalam satu waktu, seperti mengurus anak, mengurus suami, mengurus pekerjaan rumah, dan lain sebagainya.

Menurut kemkes.go.id stres terbagi 2, yaitu stres positif dan negatif. Reaksi stres dapat dikatakan positif apabila stres tersebut menjadi sebuah motivasi untuk mencapai suatu tujuan. Contoh, Budi merasa stres karena berat badannya naik, rasa stres Budi mendorongnya untuk selalu berolahraga untuk mencapai berat badan ideal yang dia inginkan.

Sedangkan stres yang negatif adalah suatu kondisi yang membuat keseharian dan aktivitas seseorang terganggu, beberapa reaksi dari stres negatif ini adalah frustasi, lebih mudah emosi, mengalami gangguan kesehatan seperti jantung berdebar, sakit kepala, dan lainnya. Dalam perspektif psikologi, ada beberapa cara untuk mengelola stres yaitu :

Mengkonsumsi makanan yang sehat

Makanan yang sehat seperti sayur-sayuran, biji-bijian, buah-buahan, protein, dan lemak dapat membantu mengelola stres. Bahkan menurut Dr. Nabila, sayuran hijau dapat menurunkan resiko depresi karena jenis sayuran tersebut banyak mengandung vitamin A, C, E dan K. Sayuran hijau juga mengandung asam folat yang tinggi. Senyawa tersebut mampu mencegah gangguan suasana hati, sehingga dapat menurunkan resiko depresi dan stres.

Olahraga

Olahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan. Olahraga dapat mengatasi stres karena dengan berolahraga, tubuh akan melepaskan hormon endorphin yang dapat memperbaiki suasana hati. Saat berolahraga, hormon endorfin akan meningkat dan menurunkan hormon kortisol (hormon pemicu stres).

Self-talk

Self-talk atau berbicara pada diri sendiri dapat membantu mengatasi stres. Self talk dapat membantu menurunkan stres apabila ucapan yang kita sampaikan pada diri sendiri bersifat positif. Contoh : “ saya pasti bisa”, “saya percaya bahwa saya bisa menyelesaikan semua ini”, dan lain-lain.

Selain berbicara pada diri sendiri, kita juga dapat mengungkapkan masalah yang sedang kita hadapi kepada orang yang kita percaya, seperti sahabat, keluarga atau langsung kepada ahli nya.

Beri waktu pada diri sendiri

Mengistirahatkan diri sejenak dari pekerjaan ataupun tugas-tugas bagi para pelajar sangatlah perlu. Cara ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengatasi serta mengelola stres. Beberapa kegiatan menarik yang bisa anda gunakan untuk mengisi waktu istirahat tersebut yaitu dengan melakukan hal-hal yang anda sukai, mendengarkan musik favorit anda, me time atau berkumpul bersama keluarga.

Nah itulah beberapa cara dalam perspektif psikologi yang dapat kita lakukan untuk mengatasi stres

Lalu bagaimana cara kita menangani stres sekaligus mendekatkan diri kepada Allah Swt dalam waktu yang bersamaan?.

Selain berkonsultasi pada orang yang sudah ahli dalam menangani berbagai jenis gangguan kesehatan mental, dzikir juga dapat dijadikan salah satu alternatif untuk menangani stres. Masih banyak orang yang menganggap remeh kekuatan dan keajaiban dari dzikir ini. Padahal segala musibah termasuk rasa stres pun sudah menjadi kehendak Allah swt yang dapat kita rasakan. Seseorang yang menyepelekan dzikir, hati mereka menjadi keras, menjadi bagian dari teman setan, serta akan terlena dengan kenikmatan di dunia.

Hal ini tertuang didalam Al-Qur’an surah Ar-Ra’d ayat 28 dan Surah Al-Ahzab ayat 41

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ
“ (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dalam mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu menjadi tenteram” ( Q.s Ar-Ra’d 13:28)

ـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوْا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya,”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 41)

Dari kutipan Al-Qur’an tersebut, terbukti bahwa dzikir dapat memberikan manfaat dalam penanganan gangguan kesehatan mental seperti stres, depresi, kecemasan dan berbagai jenis penyakit lainnya. Ayat ini juga membuktikan bahwa Allah memberikan sebuah musibah berupa penyakit yang mengganggu kesehatan mental sudah dengan obatnya.

Dzikir merupakan obat tak berbentuk yang memiliki banyak manfaat bagi kesahatan jasmani dan rohani termasuk juga kesehatan mental seseorang. Dzikir dapat memulihkan serta menjernihkan pikiran seseorang, dan dengan kesungguhan dalam berdzikir akan membawa seseorang pada keadaan yang tenang, tenteram, dan nyaman.

Beberapa peneliti setuju bahwa dzikir dapat menurunkan resiko stres dan dapat menjadi alternatif untuk menangani stres. Menurut Subandi, M.A kegiatan dzikrullah (berdzikir) atau mendekatkan diri kepada Allah swt diperlukan untuk mengurangi stres dan berbagai dampak negatif. Kebiasaan berdzikir dapat membantu seseorang mendapatkan ketenangan jiwa dan pikiran.

Berlatih untuk senantiasa berdzikir, fokusnya akan beralih dari stres dan tekanan dengan keadaan duniawinya, sehingga hal-hal negatif dari dirinya perlahan akan berkurang.

Penelitian lain yang mendukung dan memperkuat pernyataan bahwa dzikir berpengaruh dalam menangani stres dikemukakan oleh Supradewi yang mengatakan bahwa dzikir dapat dijadikan sebagai metode alternatif manajemen stres yang sangat baik dengan berlandaskan pendekatan psikologi yang berbasis keislaman.

Dalam konteks ini, dzikir dapat membantu meningkatkan hubungan spiritual seseorang dengan penciptanya. Secara keseluruhan, dari beberapa hasil penelitian sebelumnya telah diketahui tentang bagaimana dzikir mempengaruhi manajemen stres, dzikir juga sangat penting untuk mengatasi gangguan kesehatan mental seperti stres, depresi, dan kecemasan.

Stres yang merupakan reaksi negatif terhadap tekanan dan perubahan hidup, dapat diatasi dengan berbagai cara dalam psikologi, termasuk dalam perspektif islam yaitu dengan amalan dzikir. Al-Qur’an juga menekankan bahwa dzikir atau senantiasa mengingat Allah dapat membuat pikiran, jiwa, serta hati seseorang menjadi tenang dan tenteram.

Ajaran Al-Qur’an dan penelitian menunjukkan bahwa dzikir menjadi salah satu metode yang sangat berguna apabila dilakukan dengan ikhlas dan khusyuk dalam mengatasi stres dalam kehidupan sehari-hari.

Siti Istikomah
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka