Stres Menjadikan Anda Banyak Makan? Hati-Hati Bisa Berbahaya Lho!

DEPOKPOS – Stres merupakan kondisi di mana seseorang merasa terjebak dalam situasi sulit, umumnya dipenuhi oleh kekhawatiran dan/atau ketegangan mental (WHO, 2023).

Respons terhadap stres bervariasi tergantung pada cara individu menghadapi stres tersebut. Salah satu cara yang umum digunakan untuk mengatasi stres adalah dengan mengonsumsi makanan ringan seperti kue dan makanan manis lainnya, termasuk peningkatan konsumsi makanan utama.

Keduanya seringkali dilakukan tanpa memperhatikan kebutuhan fisiologis dan potensi bahaya yang ditimbulkan, perilaku tersebut disebut dengan istilah emotional eating.

Masalah emotional eating menjadi signifikan dalam masyarakat, terutama di kalangan remaja, karena dapat berdampak negatif pada kesehatan gizi dan kesejahteraan individu.

BACA JUGA:  Tak Terlihat tapi Mematikan: Bahaya Merokok yang Harus Anda Ketahui

Penelitian oleh Rizkiana dan Sumiati pada tahun 2019 menunjukkan bahwa kecenderungan emotional eating dapat menjadi penyebab obesitas pada remaja yang dipengaruhi oleh kurangnya kemampuan remaja dalam mengatur diri dengan baik.

Obesitas menjadi permasalahan serius di berbagai kelompok usia, khususnya remaja. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018, prevalensi obesitas pada kelompok usia 15-18 tahun meningkat dari 26,6% pada tahun 2016 menjadi 31% pada tahun 2018.

BACA JUGA:  5 Model Baju Gamis Terbaru yang Cocok untuk Lebaran 2024

Kementerian Kesehatan RI melaporkan bahwa obesitas dapat memicu penyakit kronis seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes mellitus, dan hipertensi.

Penderita obesitas juga berisiko mengalami penyumbatan pernapasan saat tidur, bahkan dapat meningkatkan risiko kanker kelenjar prostat pada laki-laki dan kanker payudara serta leher rahim pada perempuan.

Menurut World Health Organization (WHO), lebih dari sembilan juta orang meninggal setiap tahun akibat obesitas.

Daripada menyalurkan stres melalui makanan yang dapat meningkatkan risiko obesitas, tindakan yang lebih bijak untuk mengatasi stres adalah mencari dukungan dari profesional atau mengikuti konseling, mengidentifikasi pemicu stres dan menghindarinya, serta melibatkan diri dalam kegiatan positif seperti mengejar hobi.

BACA JUGA:  5 Model Baju Gamis Terbaru yang Cocok untuk Lebaran 2024

Penulis: Ayu Maemunah dan Ivena Nathaniela Ballo
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia