DEPOKPOS – Pementasan Hari Wayang Dunia IX diadakan di Pendhapa Ageng, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, pada Rabu (01/10). Pementasan ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh ISI Surakarta dan diikuti oleh Dalang-dalang dari berbagai universitas dan Sanggar. Salah satunya, Herjuna Pramariza Fadlansyah atau biasa disapa Pramariza, seorang dalang asal Depok yang mewakili Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) menampilkan lakon “Kikis Tunggarana”.
Sepanjang acara Hari Wayang Dunia XI, berbagai kalangan termasuk manca negara turut hadir untuk menyaksikan pertunjukan wayang tersebut. Lakon “Kikis Tunggarana” yang dibawakan oleh Pramariza, menceritakan kisah perebutan wilayah Tunggorono yang diakibatkan karena kesalahpahaman yang terjadi sejak jaman Prabu Pandu Dewanata. Wilayah Tunggorono yang sebenarnya berada di area Kerajaan Pringgondani menjadi rebutan antara Boma Narakasura dengan Gatotkaca.
Pramariza adalah seorang yang belajar Pedalangan secara otodidak, ia memasuki dunia pedalangan dengan tekad yang kuat dan termotivasi dari Kakeknya. Bermula dari mengikuti Kakeknya bermain wayang, ia pun menjadi tertarik pada dunia tersebut dan mulai mempelajarinya sendiri dari video di internet.
Di daerah asal Pramariza, tidak banyak anak muda yang tertarik dengan dunia wayang dan pedalangan. Pramariza mampu menghadirkan pertunjukan pedalangan yang menakjubkan dan memukau penonton dengan usahanya yang luar biasa hanya dengan belajar melalui internet. Meski begitu, menjadi dalang bukanlah sesuatu yang jadikan profesi melainkan hanya hobi belaka, ujar Pramariza saat diwawancarai oleh tim.
Meutia Rafa Anandita & Nashwa Putri Rizky Ariela, Mahasiswa Film dan Televisi, ISI Surakarta.