Pola makan tinggi lemak dan ketidakseimbangan hormon estrogen dapat memicu munculnya tumor jinak payudara
DEPOKPOS – Gaya hidup dan perilaku pada remaja seperti konsumsi makanan cepat saji dan kurang konsumsi sayur dan buah ternyata dapat mempengaruhi hormon estrogen. Lantas apa pengaruhnya pada remaja tersebut?
Gaya hidup dan perilaku pada remaja seperti konsumsi makanan cepat saji dan kurang konsumsi sayur dan buah menyebabkan kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung garam tinggi, lemak, dan kalori yang tinggi, termasuk kolesterol yang mencapai 70%, serta sedikit serat yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dan memicu ketidakseimbangan hormon seperti estrogen.
Apa itu FAM dan Bagaimana Kaitannya dengan Gaya Hidup?
Pola makan tinggi lemak dan ketidakseimbangan hormon estrogen dapat memicu munculnya tumor jinak payudara, yaitu FAM. Fibroadenoma Mammae atau FAM merupakan benjolan padat yang berada di payudara. FAM sering terjadi pada wanita dengan rentang usia 14â35 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan akan terjadi pada kelompok usia lainnya.
Jaringan abnormal dari Fibroadenoma Mammae berkaitan dengan hormonal yang berhubungan dengan peningkatan sensitivitas jaringan payudara terhadap hormon reproduksi wanita, yaitu estrogen. Hal yang membedakan FAM dengan kanker payudara adalah FAM tidak memiliki sifat malignant (menyebar ke organ lain). Tumor jinak payudara atau FAM ini dapat menjadi pemicu dan meningkatkan risiko dari terjadinya tumor ganas atau kanker payudara.
Kelompok yang berisiko untuk terkena FAM, yaitu:
- Wanita dengan rentang usia 14â35 tahun
- Wanita yang belum mengalami menopause
- Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral sebelum usia 20 tahun cenderung menderita fibroadenoma lebih tinggi dibandingkan populasi umum
- Wanita hamil
Insidens kasus fibroadenoma di dunia pada wanita muda sebesar 18.5%. Tumor jinak di Indonesia mencapai 74,8%, dimana Fibroadenoma Mammae (FAM) merupakan salah satu jenis tumor jinak payudara pada wanita muda yang berusia <25 tahun dan paling banyak terjadi. Pada tahun 2015 hingga 2016, data mengenai kasus FAM di Indonesia mengalami peningkatan, yakni dari 171 kasus naik menjadi 259 kasus. Jakarta Breast Center mengatakan 79% dari 2.495 pasien yang datang menderita FAM.
Apa saja Gejalanya?
Gejala umum yang biasanya dialami oleh seseorang yang menderita tumor jinak atau FAM ini adalah munculnya benjolan bulat padat dengan konsistensi kenyal pada salah satu atau kedua payudara yang seringkali tidak disertai dengan rasa sakit. Namun, dapat terasa nyeri sesaat sebelum menstruasi. Umumnya FAM berdiameter sekitar 1-3 cm, tetapi dapat juga tumbuh hingga diameternya lebih dari 5 cm.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh didapatkan bahwa konsumsi daging ayam ternak dapat menjadi salah satu penyebab timbulnya tumor payudara, pubertas dini, dan obesitas. Hal ini diakibatkan karena pada sebagian daging ayam ternak, peternak memberikan recombinant bovine somatotropin (rBST) sehingga ayam tumbuh besar namun dapat berdampak ke kesehatan.
Cara Pencegahan?
Risiko timbulnya tumor payudara salah satunya adalah dengan menjaga pola makan yang seimbang, cara membiasakan diri mengonsumsi makanan bergizi seimbang dapat dilakukan dengan hal sebagai berikut:
- Mengurangi makanan padat kalori, seperti kue, biskuit, soft drink, makanan cepat saji, dan makanan instan
- Mengonsumsi produk nabati, seperti kacang-kacangan
- Mengonsumsi daging merah secukupnya
- Mengonsumsi sayur dan buah setiap hari (minimal 5 porsi)
- Mengurangi konsumsi lemak hewani
- Mengonsumsi bahan makanan yang kaya akan kalsium dan vitamin D secukupnya, dan
- Mengonsumsi makanan sesuai dengan zat gizi yang cukup
Selain mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, pencegahan dapat dilakukan dengan cara Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). SADARI merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi secara dini adanya kelainan pada ukuran, tekstur, dan bentuk payudara. SADARI dapat dilakukan secara mandiri minimal sebulan sekali dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Berdiri tegak dan perhatikan jika terdapat perubahan bentuk dan permukaan kulit payudara, pembengkakan, serta perubahan pada puting.
- Angkat kedua lengan ke atas, tekuk siku, dan posisikan tangan pada kepala bagian belakang.
- Perhatikan bentuk dan ukuran dari payudara.
- Letakkan kedua tangan pada pinggang lalu condongkan bahu ke depan dan dorong kedua siku ke depan. Posisi ini dapat membuat benjolan lebih terlihat.
- Gunakan jari tangan secara bergantian untuk menekan dan meraba seluruh area payudara dan perhatikan. Lakukan gerakan atas-bawah, gerakan ling
- aran dan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting, dan sebaliknya.
- Cubit kedua puting serta perhatikan jika terdapat cairan tidak normal yang keluar dari puting. Jika terjadi, konsultasikan ke dokter.
- Ulangi gerakan sebelumnya dengan posisi tubuh berbaring dan lengan ke atas.
Disusun oleh Annisa Ristya Haridiani dan Dewi Janani Subhati
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

