Dunia  

Serangan Udara Israel Sasar Kamp Pengungsi, 45 Orang Tewas

“Militer Israel pada Kamis membombardir pusat kamp Jabalia yang padat penduduk,”

GAZA, PALESTINA – Serangan udara pesawat tempur Israel menyasar kamp pengungsi Gaza, setidaknya 45 warga Palestina dilaporkan tewas.

Kementerian dalam negeri Gaza mengatakan jumlah korban tewas mungkin bertambah ketika petugas penyelamat mencari mayat di tumpukan puing.

Kementerian Dalam Negeri Gaza mengatakan, serangan udara Israel terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di kamp pengungsi telah menewaskan sedikitnya 45 orang dan melukai puluhan lainnya.

“Militer Israel pada Kamis membombardir pusat kamp Jabalia yang padat penduduk,” kata Juru Bicara Kementerian Eyad Bozum, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat 13 Oktober 2023.

Bangunan itu dipenuhi puluhan orang yang melarikan diri dari pemboman besar-besaran dari wilayah lain di Jalur Gaza dan mengungsi di sana.

BACA JUGA:  Serangan Pemukim Ilegal Israel di Tepi Barat Terus Meningkat

Bozum mengatakan, jumlah korban tewas kemungkinan akan bertambah karena pekerja pertahanan sipil masih mengumpulkan jenazah dari reruntuhan dan menghitung jumlah korban tewas.

Kantor Berita Anadolu mengatakan, para korban termasuk anggota dari dua keluarga, yang diidentifikasi sebagai Shihab dan Abu Hemdan.

“Petugas medis memindahkan jenazah 44 warga Palestina ke kamar mayat setelah serangan Israel,” kata seorang sumber kepada Anadolu, seraya menambahkan bahwa anak-anak dan orang tua termasuk di antara mereka yang tewas.

Pasukan Israel pada Sabtu melancarkan kampanye militer berkelanjutan terhadap Jalur Gaza sebagai tanggapan atas serangan kelompok Palestina Hamas di dalam wilayah Israel. Setidaknya 100 orang juga disandera oleh Hamas selama serangannya.

BACA JUGA:  Invasi ke Gaza, Ekonomi Israel Mulai Ambruk

Hamas mengatakan, serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini merupakan pembalasan atas penyerbuan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki dan meningkatnya kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina.

Kementerian Kesehatan Gaza pada hari Kamis mengatakan 1.537 warga Palestina, termasuk 500 anak-anak dan 276 wanita, tewas dan 6.612 lainnya terluka dalam serangan udara Israel di daerah kantong yang diblokade tersebut.

Israel telah melakukan pengepungan total terhadap Gaza, memutus pasokan air dan listrik di wilayah tersebut, serta semakin memperburuk kondisi kehidupan di wilayah yang secara efektif menjadi penjara terbuka sejak 2007.

Menteri Energi Israel Israel Katz pada Kamis mengatakan listrik, air dan bahan bakar tidak akan diberikan ke Gaza sampai semua sandera dibebaskan. Pengepungan Israel dianggap sebagai kejahatan perang berdasarkan hukum internasional.

BACA JUGA:  Korban Tewas Genosida di Palestina Dekati Angka 30 Ribu Jiwa

Tareq Abu Azzoum dari Al Jazeera, melaporkan dari Gaza, pada hari Kamis mengatakan bahwa malam pemboman Israel telah dimulai di wilayah yang terkepung.

“Berbagai wilayah di Jalur Gaza dibombardir oleh angkatan udara Israel, khususnya di lingkungan al-Saftawi di mana sebuah bangunan tempat tinggal rata dengan tanah tanpa peringatan sebelumnya,” pungkas Azzoum.