Pentingnya Mengenal Bahaya Anemia Terhadap Kesehatan Reproduksi, Produktivitas, dan Kualitas Hidup Perempuan Demi Menuju Generasi Indonesia Emas 2045 Bebas Anemia

Pentingnya Mengenal Bahaya Anemia Terhadap Kesehatan Reproduksi, Produktivitas, dan Kualitas Hidup Perempuan Demi Menuju Generasi Indonesia Emas 2045 Bebas Anemia

Semakin berjalannya waktu, anak-anak akan memasuki usia remaja, waktu dimana mereka akan mengalami pubertas. Di masa pubertas, pentingnya bagi mereka untuk menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari segala macam jenis penyakit yang tentunya akan mengganggu aktivitas kesehariannya. Salah satu penyakit yang rentan sekali dialami remaja di masa pubertas adalah anemia. Saat ini, anemia menjadi salah satu permasalahan gizi yang menjadi pusat perhatian di Indonesia. Pemerintah terus berjuang untuk mengatasi permasalahan ini, sebab penyakit ini dapat merenggut habis masa depan generasi emas Indonesia di tahun 2045 mendatang. Mengapa hal ini bisa terjadi? Seberapa bahayakah anemia itu?

Sebelumnya, alangkah baiknya kita ketahui terlebih dahulu apa itu anemia. Anemia merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan kadar sel darah merah dalam tubuh ataupun sel darah merah tidak dapat bekerja dengan baik sehingga tubuh akan menjadi lemas karena jaringan tubuh yang kekurangan pasokan oksigen. Anemia merupakan suatu penyakit yang dapat dialami baik balita, remaja, ibu hamil, maupun usia lanjut. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dari tahun 2013 sampai 2018 terdapat kenaikan prevalensi anemia pada kelompok usia 15-24 tahun yaitu 18,4% menjadi 32% atau 14,7 juta jiwa. 

BACA JUGA:  Dampak Penggunaan AI Terhadap Semangat Belajar Mahasiswa

Gambar 1. Prevelensi Anemia pada Kelompok Remaja di Indonesia (Sumber : diolah dari Riskesdas 2007, 2013 dan 2018)

Menurut World Health Organization, anemia merupakan suatu keadaan kadar jumlah sel darah merah dalam tubuh yang tidak dapat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan fisiologi tubuh (WHO, 2020). World Health Organization (WHO) juga menyebutkan bahwa anemia merupakan 10 masalah kesehatan terbesar di abad modern ini, dimana kelompok yang berisiko tinggi anemia adalah wanita usia subur, ibu hamil, anak usia sekolah, dan remaja. 

Faktor utama penyebab anemia adalah kurangnya asupan zat besi pada tubuh. Rendahnya asupan zat besi biasanya terjadi pada orang-orang yang jarang mengkonsumsi protein, seperti daging, ikan, dan unggas. Kurangnya asupan protein pada tubuh mengakibatkan kandungan zat besi dalam tubuh juga rendah karena trasportasi zat besi yang terhambat sehingga terjadilah defisiensi zat besi. Umumnya, anemia defisiensi zat besi ini terjadi kebanyakan pada remaja putri dibandingkan dengan remaja putra. Karena remaja putri mengalami menstruasi di setiap bulannya. Selain itu, remaja putri biasanya memiliki kebiasaan makan makanan yang tidak sehat seperti makan makanan berupa jajanan yang kurang bergizi dan juga terdapat beberapa dari mereka yang tidak mau makan sarapan, minum air putih, dan lebih menyukai makanan cepat saji dibandingkan makanan bergizi seimbang. Karena hal itu, tubuh tidak dapat melakukan proses sintesis pembentukan hemoglobin sebagai akibat dari remaja yang tidak mau memenuhi keanekaragaman zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Sehingga, banyak dari para perempuan di Indonesia yang rentan mengalami anemia. Gejala anemia yang sering kita temui adalah 5L, yaitu lemah, letih, lesu, loyo, lunglai disertai wajah yang terlihat pucat, mudah pusing, dan sakit kepala.

BACA JUGA:  Pengembangan UMKM di Era Digital: Tantangan dan Peluang

Berikut adalah beberapa alasan mengapa penting bagi kita terutama para perempuan di Indonesia untuk mengenal bahaya anemia terhadap kesehatan reproduksi, produktivitas, dan kualitas hidup perempuan demi menuju generasi Indonesia emas 2045 bebas anemia:

Bahaya Anemia Terhadap Kesehatan Reproduksi

Berbicara terkait bahaya anemia terhadap kesehatan reproduksi perempuan, tentunya berkaitan erat dengan dua hal yang kerap dialami para remaja perempuan dan para ibu, yaitu menstruasi dan kehamilan. Menstruasi merupakan proses pelepasan dinding rahim (endometrium) disertai dengan pendarahan yang dialami oleh para perempuan di setiap bulannya. Lalu, apa kaitannya dengan anemia? Dalam hal ini, anemia dapat menyebabkan masalah menstruasi, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur, perdarahan yang berlebihan, dan nyeri haid yang parah. Ketika seseorang mengalami anemia, yaitu kondisi rendahnya kadar hemoglobin dalam darah, maka pasokan oksigen yang masuk ke dalam jaringan tubuh juga akan berkurang. Kadar hemoglobin yang berkurang dalam jaringan tubuh akan mempengaruhi organ dan proses dalam tubuh, salah satunya dapat menyebabkan tidak beraturannya siklus menstruasi pada perempuan. 

Pos terkait