Sistem Pendukung untuk Membentuk Keluarga Harmonis

“Sejauh apapun kamu berlari untuk mencari jati diri, rumah adalah tempat untuk kamu kembali”

Apa yang kalian pahami tentang sistem dukungan? Sistem pendukung adalah sistem perlindungan yang biasanya mempengaruhi orang-orang yang dekat dengan mereka; hal ini dapat terjadi di antara saudara kandung serta antara orang tua dan anak. Sistem ini juga melibatkan tingkat kepercayaan sehingga orang dapat berbagi keluhan apa pun yang mereka miliki dengan orang lain dan menahan diri untuk tidak merasa malu saat mendiskusikan kehidupan pribadi mereka. Hidup dengan perlindungan dari lingkungan terdekat membuat Anda lebih mudah dan lebih tenang dalam menghadapi berbagai masalah. Sistem pendukung juga dapat membuat Anda merasa dicintai, diperhatikan, tenang, dan lebih percaya diri.

Apa yang Anda pahami secara khusus tentang kata harmoni? Keharmonisan adalah kumpulan kualitas seperti kenyamanan, ketenangan, cinta, dan kasih sayang yang berasal dari satu kelompok orang serta harapan dari mereka yang setia dan dapat dipercaya. Ketika seseorang merasa nyaman di rumahnya, semua anggota kelompok akan segera kembali ke sana karena, dalam situasi seperti itu, kelompok tersebut saling mendukung satu sama lain dan rumah adalah pusat dunia. Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan bantuan dari orang lain. Namun, bantuan yang paling dekat dengan ketulusan dan keikhlasan adalah bantuan yang datang dari keluarga sendiri. Namun, seperti yang sering kita amati saat ini, banyak anak yang mengalami penolakan dari orang yang lebih tua, sehingga mereka cenderung menyebut kelompok mereka sebagai Lingkaran Harmoni. Seorang anak yang kurang mendapat dukungan keluarga akan selalu mencari sosok pengganti di dalam rumah, baik dengan mencari kenyamanan dari saudara kandung atau mungkin keduanya.

BACA JUGA:  Menjadi Pemimpin yang Berintegritas

Ada beberapa indikator keharmonisan dalam sebuah kelompok seperti yang ditunjukkan di bawah ini:

⦁ Komitmen. Kelompok yang harmonis memiliki komitmen untuk secara aktif mengejar dan menyediakan waktu untuk diri mereka sendiri dalam konteks kesejahteraan dan kebahagiaan kelompok. Setiap anggota kelompok mencurahkan waktu dan energi untuk kegiatan yang berhubungan dengan keluarga dan tidak mengganggu pekerjaan atau komitmen lain untuk melestarikan waktu keluarga

BACA JUGA:  Pengertian Wirausaha, Unsur dan Contohnya

⦁ Penghargaan dan Kasih Sayang. Kelompok yang harmonis memiliki rasa tanggung jawab satu sama lain, menjunjung tinggi martabat semua anggota, menghormati privasi setiap anggota, dan mengekspresikan perasaan mereka dengan jujur. Sebagai contoh, jika seorang anak menerima hadiah yang secara khusus menunjukkan nilai dari sistem pendukungnya, seperti “kamu hebat”, “kamu kereen”, atau “mama bangga padamu nak”, anak harus diinstruksikan untuk mengekspresikan rasa terima kasihnya dengan mengucapkan “terima kasih” sesegera mungkin.

⦁ Komunikasi Positif. Kelompok yang harmonis yang dapat mengidentifikasi masalah yang sedang berlangsung dan menemukan cara untuk menyelesaikannya dengan bekerja sama dalam komunikasi. Kelompok yang harmonis sering kali menyisihkan waktu untuk berkomunikasi dan berbagi ide karena adanya masalah yang sedang berlangsung.

Satu-satunya orang dalam kelompok yang secara konsisten menunjukkan kebaikan dan menerima permintaan bantuan kita adalah orang lain. Keluarga juga dapat terdiri dari sekelompok besar orang yang aman karena hubungan mereka satu sama lain karena pernikahan, adopsi, atau karena mereka tinggal bersama dalam satu rumah. Karena adanya hubungan emosional dan hubungan interpersonal di antara semua individu sebagai anggota kelompok.

BACA JUGA:  Membangun Kebiasaan Membaca di Era Digital

Pernikahan yang dilandasi dengan prinsip-prinsip Islam, tentunya memiliki tingkat kematangan yang baik dengan segala cabangnya dan telah memiliki dan memenuhi syarat-syarat pokok lainnya yang tidak dapat diabaikan jika menginginkan pernikahan yang bahagia dan penuh dengan kemakmuran, keharmonisan dan keselarasan yang menyeluruh.

Islam secara tegas tidak membedakan fungsi penciptaan perempuan dan laki-laki. Alquran menjelaskan bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan di muka bumi ini adalah untuk beribadah kepada Allah. Allah Swt. berfirman dalam Q.S Adz-Dzariyat ayat 56: ‘Dan Aku tidak Menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku’.