Bahaya ISPA pada Tumbuh Kembang Anak

ISPA adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi pada saluran pernapasan bagian atas, meliputi hidung, rongga hidung dan sinus, tenggorokan (faring), dan kotak suara (laring).

DEPOKPOS – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat menyerang berbagai usia. Orang dewasa, lansia bahkan anak-anak bisa terkena infeksi ini dalam kondisi ringan maupun berat. ISPA juga sering terjadi pada orang dewasa yang merokok atau terpapar asap rokok dan polusi. Menurut penelitian Kementerian Kesehatan RI, orang yang tinggal di perkotaan 1,2 kali lebih mungkin terkena ISPA daripada orang yang tinggal di pedesaan.

Ketika anak-anak terserang ISPA biasanya mereka lemas, rewel dan tidak mau makan. Pada kondisi yang parah, risiko ISPA pada anak dapat berdampak jangka panjang. Salah satunya dapat berdampak negatif pada perkembangan anak.

Infeksi berat dapat menyebabkan status gizi anak memburuk. Misalnya, nafsu makan anak menjdi berkurang saat sakit. Tentunya jika seorang anak terus menerus sakit, maka berat badannya tidak akan bertambah. Padahal, berat badan anak biasanya bertambah saat masa tumbuh kembang. Selain itu, infeksi yang parah dan kronis juga dapat mengganggu nutrisi (penyerapan) di dalam usus.

BACA JUGA:  Pentingnya Peran Orang Tua Menjaga Kesehatan Mental Anak

Dampak jangka panjang dari penyakit ISPA kronis dapat mengakibatkan anak mengalami penyakit yang lebih serius. Anak mungkin mengalami pertumbuhanya terhambat, pertumbuhan linier anak terganggu bisa mengalami stunting atau pendek.

Contoh virus atau bakteri ISPA :

⦁ Streptococcus pneumonia
⦁ Haemophilus influenza
⦁ Rhinovirus.

Tanda dan gejala dapat bervariasi seperti:

⦁ Hidung tersumbat
⦁ Nyeri tenggorokan atau nyeri telan
⦁ Batuk
⦁ Sakit kepala
⦁ Bersin
⦁ Sesak napas
⦁ Kehilangan nafsu makan
⦁ Napas berbunyi
⦁ Nyeri di bagian dada atau perut
⦁ Kekurangan oksigen sehingga menyebabkan warna kulit menjadi kebiruan
⦁ Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, dan diare

BACA JUGA:  Pentingnya Peran Orang Tua Menjaga Kesehatan Mental Anak

Cara mencegah ISPA pada anak agar anak tidak sering terkena ISPA, lakukan langkah-langkah pencegahan ISPA berikut ini:

⦁ Hindari kontak langsung dengan orang sakit.
⦁ Ingatkan anak untuk rutin mencuci tangan, terutama setelah beraktivitas di luar rumah, menyentuh benda kotor, buang air kecil atau besar, dan sebelum makan.
⦁ Ajari anak jika saat batuk dan bersin harus selalu menutup mulut dan hidung
⦁ Hindari berbagi mainan, peralatan makan, atau handuk dengan orang sakit lainnya.
⦁ Selalu rutin membersihkan rumah dan benda-benda yang ada di kamar anak, seperti tempat tidur, selimut, dan mainan. Dan pastikan anak untuk vaksinasi lengkap

Tahapan pengobatan ISPA pada anak

⦁ Berikan anak makan dan minum yang cukup
Untuk mencegah anak anda mengalami dehidrasi, pastikan mereka mendapat cukup air. Air juga dapat membantu mengencerkan lendir, membuat saluran udara Anda terasa lebih ringan.

BACA JUGA:  Pentingnya Peran Orang Tua Menjaga Kesehatan Mental Anak

⦁ Pastikan anak mendapat istirahat yang cukup
Anak yang sakit harus istirahat yang cukup, minimal 9-10 jam setiap malam. Agar anak anda dapat beristirahat dengan nyaman, usahakan untuk menciptakan suasana nyaman dan bersih di kamar tidurnya.

⦁ Berkumurlah dengan air garam
Berkumur dengan air garam hangat dapat membantu mengatasi batuk dan sakit tenggorokan akibat ISPA

⦁ Gunakan obat-obatan
Bila kondisi anak anda belum juga membaik, Anda dapat memberikan obat untuk meredakan gejala ISPA. Obat yang berbentuk parasetamol ini dapat digunakan sebagai pereda demam dan nyeri, sebagai pereda batuk dan sebagai dekongestan untuk mengatasi flu biasa.

Najwa Salsabiila
Mahasiswa Keperawatan, Universitas Binawan

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait