Bahaya Minuman Keras Bagi Tubuh

DEPOKPOSMinuman keras adalah minuman yang mengandung alkohol dengan berbagai golongan terutama etanol (CH3CH2OH) dengan kadar tertentu yang mampu membuat peminum menjadi mabuk atau kehilangan kesadaran.

Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Secara kimia alkohol berfungsi mengandung gugus-OH.

Alkohol diperoleh dari proses peragian zat yang mengandung senyawa karbohidrat seperti gula, madu, gandum, sari buah atau umbi-umbian. Alkohol yang sering digunakan sebagai pelarut adalah jenis metanol, etanol, isopropanol.

Ada 3 golongan minuman beralkohol:

Golongan 1 : kadar etanol 1-5%, seperti tuak dan bir
Golongan 2 : kadar etanol 5-20%, seperti arak dan anggur
Golongan 3 : kadar etanol 20-55%, seperti whiskey dan vodka

Faktor yang menyebabkan seseorang menjadi peminum :

Faktor Internal : gen, psikologis tertekan, penyimpangan kepribadian, keadaan rendahnya tingkat rohani seseorang

Faktor Eksternal : keadaan ekonomi, pendidikan, budaya, latar belakang kehidupan

Bahaya meminum minuman beralkohol:

Kecanduan
Keracunan : ditandai dengan mabuk, perubahan emosi yang mendadak, mual, muntah, tidak sadarkan diri.
Efek jangka pendek : sulitnya otot untuk berkoordinasi, penglihatan kabur, mengalami tekanan darah dan kadar gula darah yang rendah
Efek jangka panjang : sirosis hati, kerusakan ginjal, kanker perut dan infertilitas
Membahayakan janin dan ibu hamil

Alkohol dalam dosis yang rendah bermanfaat bagi tubuh, mampu menurunkan serangan jantung, stroke, dan mencegah kemungkinan munculnya serangan Alzheimer. Peminum umumnya adalah remaja.

Ciri-ciri perilaku remaja yang mengonsumsi minuman keras :

Perubahan perilaku
Sering menguap dan mengantuk, malas, melamun dan tidak memperdulikan kebersihan dan penampilan diri
Menjadi tidak disiplin atau sering kabur
Nilai atau prestasi yang menurun
Bersembunyi di tempat gelap atau sepi agar tidak terlihat orang
Lebih banyak bergaul dengan orang-orang tertentu yang memiliki ciri-ciri diatas
Mencuri apa saya yang dimiliki orang tua atau saudara untuk membeli minuman keras
Sering cemas, mudah stress atau gelisah, sukar tidur
Pelupa, seperti orang bego atau pikun
Mata merah seperti mengantuk terus atau memakai kacamata hitam.

Dampak dari penggunaan minuman keras beralkohol

Gangguan kesehatan fisik

Meminum minuman keras dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang lama dapat menimbulkan kerusakan dalam hati, jantung pankreas, lambung dan otot. Pada pemakaian kronis minuman keras dapat terjadi pergeseran hati, peradangan pankreas, dan peradangan lambung. Terlalu banyak meminum alkohol dapat membebani hati.

Gangguan kesehatan jiwa

Meminum minuman keras secara kronis dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan kerusakan otak sehingga menimbulkan gangguan daya ingat, kemampuan penilaian, kemampuan belajar, dan gangguan jiwa tertentu.

Konsumsi alkohol berlebih juga dapat menyebabkan stroke. Menenggak minuman beralkohol hanya akan membuat perasaan lebih baik di awal saja. Namun tubuh akan memecah zat kimia yang ada dalam alkohol.

Hal ini membuat kestabilan neutrontransmiter dalam otak terganggu. Menurut National Institue on Alcohol Abuse and Alcoholism (NIAAA), dalam jangka pendek alkohol memberikan penurunan suasana hati. Seiring waktu, hal itu menyebabkan sel-sel otak menyusut dan memicu masalah seperti depresi.

Kacaunya otak juga bisa membuat seseorang kehilangan ingatan jangka pendek, serta masalah kognitif jangka panjang, termasuk demensia. Bimbingan dan perhatian dari orang tua sungguh saat diperlukan sebagai salah satu usaha preventif saat anak masuk fase remaja agar tidak salah masuk pergaulan.

Novianty Putri Handayani
Mahasiswi Universitas Binawan