Pentingnya Komunikasi dalam Keluarga

Pentingnya Komunikasi dalam Keluarga

Komunikasi adalah proses antara pihak yang satu dengan pihak yang lain

 
DEPOK POS – Komunikasi adalah proses antara pihak yang satu dengan pihak yang lain dengan tujuan untuk mencapai kesamaan makna bersama dari peserta komunikasi. Komunikasi dalam keluarga sangat penting, karna adanya komunikasi kita bisa tau apa yang dimaksud satu sama lain, dan sebagai orang tua bisa memahami apa yang anak mau dan apa yang hal anak tidak suka terhadap orang tuanya.
Pengertian keluarga menurut Noor (1983) adalah suatu unit atau lingkungan masyarakat yang bawah dari satu lingkungan negara. Posisi keluarga atau rumah tangga ini sangat sentral seperti diungkapkan oleh Aristoteles (dalam Noor, 1983).

Seberapa penting manfaat komunikasi bagi keluarga?

Manfaat komunikasi dalam keluarga, seperti berikut ini yaitu menyampaikan informasi dan adanya informasi tercipta kedamaian di dalam keluarg, dan tidak adanya kesalahpahaman dalam keluarga bisa diminimalisir, setiap informasi yang ada, mampu memahami setiap situasi dan kondisi anggota keluarganya, dengan melihat ekspresi yang dikeluarkan, saling mengerti, memahami dan peka terhadap anggota keluarga. Mempunyai rasa empati yang tinggi dalam keluarga. Melatih anak untuk selalu terbuka berkata jujur agar tidak ada kebohongan, masalah dan mencegah adanya kasus bullying terhadap anak.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:   Instagram sebagai Media Pemasaran yang Aktif

Aturan- aturan orang tua yang baik untuk anak

Demokratisasi di dalam keluarga ditandai oleh adanya peraturan dan kebebasan, sehingga setiap anak akan mengetahui bahwa setiap tindakan mengandung konsekuensi. Jadi perkembangan emosi yang baik sangat memerlukan adanya suasana kebebasan individu yang bertanggungjawab, terbiasa hidup mandiri, dan kebiasaan yang mengikuti keteraturan dalam hidup bermasyarakat.

Pentingnya peranan orang tua terhadap anak

Peran orangtua sangat berpengaruh, karena kebanyakan remaja yang melakukan perilaku menyimpang yaitu remaja yang tidak mendapat perhatian dan kasih sayang sepenuhnya dari orangtua, karena sudah tidak menerima arahan dan nasehat lagi dari orangtua, maka dari itu mereka mudah sekali terpengaruh oleh hal-hal negative yang ada disekitar mereka, sementara hubungan komunikasi dengan anak dalam hal pembinaan, apresiasi sering diberikan oleh orang tua dalam bentuk memberikan hadiah jika anak mendapatkan prestasi. Diskusi juga sering dilakukan oleh orang tua pada saat waktu luang misalnya pada saat makan malam atau waktu santai di rumah.

Nilai-nilai yang disosialisasikan terhadap anak-anak

Sistem nilai dalam budaya Jawa yang disosialiasikan kepada anak, banyak memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan dan perkembangan emosi anak. Dalam hal ini adalah sistem nilai yang berhubungan dengan kualitas-kualitas emosi anak, antara lain nilai-nilai tentang sikap hormat, tata krama atau sopan-santun, kesabaran dalam menyelesaikan masalah masalah, serta toleransi yang menjadi dasar terbentuknya sikap empati anak. Dengan demikian, anak-anak akan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang cerdas, baik secara intelektual maupun emosional, yang akhirnya menjadi dasar bagi kecerdasan yang lain, yaitu kecerdasan sosial, moral, dan spiritual.

BACA JUGA:   Bagaimana Pengaruh Kepribadian Audiens terhadap Penyampaian Pesan Bisnis

Dampak negatif tidak adanya komunikasi antar keluarga

Kurangnya keperdulian antar saudara, dampak negatif pertama yang akan terjadi jika komunikasi dengan keluarga tidak dijaga ialah kurangnya kepedulian antar saudara. Sebab rasa peduli itu timbul karena adanya kedekatan dan ikatan perasaan yang erat.
Menjadi korban bullying, Bullying terjadi karena tidak adanya keterbukaan antara orang tua dan anak. Biasanya nak yang menjadi korban sering menutup diri.
Tidak perasa dengan perasaan orangtua jika komunikasi dalam keluarga itu buruk dan tidak dijaga, bisa-bisa anak justru menjadi tidak perasa terhadap perasaan orangtuanya. Ketika tumbuh dewasa ia justru jadi cuek dan tidak peduli tentang ala yang terjadi pada orangtuanya dan sibuk mengurusi hidupnya sendiri.
Merasa asing dengan keluarga sendiri hal yang tidak dapat dihindari jika komunikasi dalam keluarga buruk, yaitu adanya perasaan asing dengan keluarga sendiri. Ketika berkumpul bersama bukannya bercanda atau mengobrol, tapi justru lebih mirip orang asing dan sibuk sendiri.
Lebih nyaman jika bersama orang lain. Kemudian jangan salahkan juga kalau akhirnya anggota keluarga justru lebih dekat dan nyaman ketika bersama orang lain gara-gara komunikasi yang buruk.
Anak merasa tertekan dan kurang diapresiasi jika komunikasi dalam keluarga dibiarkan buruk dan tak dijaga adalah anak bisa merasa tertekan dan kurang diapresiasi. Semua anak pasti mau menyenangkan orangtuanya, namun ketika usahanya kurang dihargai karena buruknya komunikasi maka anak lama-lama akan tertekan bahkan stres.

BACA JUGA:   Mengenal Dampak Krisis Global Terhadap Stunting serta Optimalisasi 1000 HPK sebagai Kunci Menuju Indonesia Bebas Stunting untuk Generasi Emas 2045

Efek dan dampak negatif dari bullying

Prilaku bullying bisa menimbulkan berbagai efek negatif bagi korban seperti gangguan mental, mulai dari sensitif, rasa marah yang meluap-luap, depresi, rendah diri,cemas, kualitas tidur menuru, keinginan menyakiti diri sendir, hingga bunuh diri. Efek negatif bullying juga dapat terlihat dari keluhan fisik, contohnya sakit kepala,sakit perut, otot jadi tegang, palpitasi atau jantung berdetak kencang.
Maka komunikasi merupakan kunci utama dalam sebuah keluarga. Dan adanya komunikasi keluarga dapat mengembangkan emosi anak akan bersifat positif apabila di dalam keluarga terdapat budaya komunikasi yang demokratis. [Tazkya Aulia Badjeher]

Pos terkait