Mengukur Efektivitas Fungsi Audit Internal Lembaga Keuangan Syariah

Mengukur Efektivitas Fungsi Audit Internal Lembaga Keuangan Syariah

DEPOKPOS – Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, di Indonesia mulai menjamurnya lembaga-lembaga keuangan yang berorientasi syariah. Hal ini ditandai dengan banyaknya muncul lembaga-lembaga Islam seperti Perbankan syariah, asuransi syariah, pegadaian syariah, Baitul Maal Wa Tamwil (BMT), lembaga Amal Zakat Infaq dan Shadaqah, dan lain sebagainya.

Perkembangan ini menandai bahwa masyarakat mulai memiliki minat yang besar terhadap lembaga keuangan syariah dengan keyakinan bahwa lembaga keuangan syariah ini telah memenuhi prosedur dan tidak bertentangan dengan syariat Islam itu sendiri.

Lembaga keuangan syariah juga menawarkan adanya jaminan kepatuhan syariah atas operasional usahanya. Tentu ini berbeda dengan lembaga keuangan konvensional. Maka dari itu, lembaga keuangan syariah harus menjaga kemurnian sistem operasional usahanya dari segala hal yang dapat melanggar prinsip-prinsip syariah. Dalam hal ini, perlunya fungsi audit syariah yang efektif sebagai sistem kontrol internal untuk kepatuhan syariah di Lembaga Keuangan Syariah.

Audit syariah dengan audit internal memiliki kaitan yang erat dalam hal audit operasional dan jaminan atas kepatuhan syariah dalam kegiatan operasional lembaga keuangan syariah. Adanya kepatuhan syariah pada lembaga keuangan syariah merupakan identitas yang mencerminkan akuntabilitas dan integritas lembaga keuangan syariah.

Audit internal yang efektif sangat penting dalam memberikan jaminan yang wajar atas tata kelola dan sistem pengendalian internal dalam entitas dilakukan dengan baik sehingga dapat meminimalkan serta memantau potensi risiko yang ada. Oleh karenanya penting bagi lembaga keuangan syariah memiliki auditor internal syariah.

Auditor harus memiliki pengetahuan dan kompetensi yang baik tentang hukum Islam, auditor harus bertanggung jawab kepada pemangku kepentingan, dan mampu melakukan penilaian dari pengawasan terhadap operasional manajemen dan memiliki kepatuhan syariah.

Untuk mengahasilkan kinerja yang lebih efektif, auditor syariah harus memiliki kombinasi dari ketiga kualifikasi dalam audit syariah, yakni pengetahuan syariah, keterampilan audit dan mampu berfikir analitis, serta karakteristik lain seperti kemauan untuk belajar dan memiliki sikap yang baik.

Dalam mengukur efektivitas audit internal, ruang lingkup audit merupakan salah satu komponen penting, karena masalah terkait laporan keuangan seperti pengakuan pendapatan, penyaluran dan perhitungan zakat, mengontrol efektivitas internal dan meninjau fungsi manajemen resiko terhadap kepatuhan syariah merupakan fungsi dari audit syariah.

Dalam divisi audit internal, untuk melakukan pengukuran dan tata kelola audit syariah perlu berkonsultasi dengan komite audit. Fungsi audit syariah ini dapat efektif bila fungsi independen dari audit internal dan laporan manajemen diberikan kepada dewan direksi melalui komite audit.

Dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Nur Laili, Noraini, dan Abdul Rahim, 2019) mangatakan bahwa pengukuran internal audit syariah yang efektif terhadap fungsi audit, yaitu ruang lingkup audit syariah, tujuan syariah audit, tata kelola syariah audit, kompetensi internal auditor syariah, proses audit syariah, persyaratan pelaporan, serta independensi.

Komponen-komponen tersebut merupakan kriteria penting untuk mencapai tujuan sistem pengendalian internal yang efektif dalam memenuhi kepatuhan syariah. Fungsi audit internal lembaga keuangan syariah yang efektif ini sangat penting guna meningkatkan akuntabilitas dan integritas lembaga keuangan syariah.

*Afida Syakiriyah, STEI SEBI

Pos terkait