Kurang Aktivitas Fisik Memicu Stres selama Pandemi? Simak Faktanya!

Kurang Aktivitas Fisik Memicu Stres selama Pandemi? Simak Faktanya!

DEPOK POS — Dalam sebuah survei yang dilakukan di 14 negara oleh Wilke dan kawan-kawan pada tahun 2021, 75.5% responden melaporkan adanya penurunan pada tingkat aktivitas fisik mereka selama masa pandemi yang disebabkan oleh adanya aturan physical distancing.
Hal ini menyebabkan masyarakat terus-menerus berada di rumah dan tidak termotivasi untuk bergerak secara rutin. Selain penurunan tingkat aktivitas fisik, pola aktivitas fisik juga mengalami perubahan akibat timbulnya kesulitan untuk melanjutkan aktivitas yang sebelumnya rutin mereka lakukan.
Kesulitan tersebut menjadikan masyarakat lebih memilih untuk menekuni kegiatan berkebun, memasak, atau pekerjaan rumah lainnya sebagai bentuk aktivitas fisik intensitas sedang. Meskipun demikian, aktivitas-aktivitas ini tetap tidak dapat menyeimbangkan tingkat aktivitas fisik yang umumnya dilakukan seperti olahraga dengan intensitas berat yang sulit dilaksanakan di situasi pandemi saat ini.
Menurunnya tingkat aktivitas fisik akibat adanya pembatasan aktivitas pada masyarakat berdampak pada banyaknya keluhan stress di masa pandemi. Stres merupakan reaksi seseorang baik secara fisik maupun emosional yang terjadi apabila ada perubahan dari lingkungan yang mengharuskan seseorang menyesuaikan diri.
Secara tidak langsung, menurunnya tingkat aktivitas fisik menjadi salah satu pemicu timbulnya stres pada masyarakat di masa pandemi. Namun, benarkah kurang aktivitas fisik dapat memicu terjadinya stres?
Studi yang dilakukan oleh Werneck dan kawan-kawan pada tahun 2021 menemukan bahwa tidak aktif secara fisik membuat seseorang berisiko lebih tinggi menerima dampak negatif pada kesehatan mentalnya, seperti merasakan kesepian, sedih, hingga cemas, terlepas dari apakah orang tersebut pernah didiagnosa depresi sebelumnya.
Menurut penelitian Gupta dan kawan-kawan pada tahun 2021 juga menunjukkan bahwa mereka yang melakukan setidaknya satu macam aktivitas fisik memiliki skor yang lebih rendah untuk depresi, kecemasan, dan tekanan psikologis jika dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali.
Selain itu, hasil kajian literatur yang dilakukan oleh Violant-Holz dan kawan-kawan pada tahun 2020 menunjukkan bahwa orang yang melakukan aktivitas fisik atau berolahraga setiap hari akan memiliki tingkat stres yang lebih rendah serta tidur yang lebih normal dibandingkan mereka yang tidak berolahraga.
Melakukan aktivitas fisik dengan intensitas serta kuantitas yang cukup dapat mengurangi ketegangan psikologis dan menjaga kestabilan mental. Selain itu, ditemukan pula bahwa dengan menurun atau kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko mengalami cemas, stres, bahkan depresi. Mengapa hal ini dapat terjadi?
Menurut artikel yang dipublikasikan oleh Harvard Medical School, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti hormon adrenalin dan kortisol ketika seseorang melakukan aktivitas fisik atau berolahraga.
Beraktivitas fisik, terutama olahraga juga memicu tubuh menghasilkan endorfin yang bertugas sebagai penghilang rasa sakit alami pada tubuh (body’s natural painkillers), memberikan rasa rileks, dan mampu meningkatkan suasana hati seseorang.
Berolahraga juga memberikan manfaat emosional dengan meningkatnya citra dan kepercayaan diri seseorang ketika melihat perubahan pada dirinya setelah berolahraga, seperti lingkar pinggang yang mengecil dan stamina yang meningkat. Aktivitas fisik yang menurun tanpa disadari akan mempengaruhi mental atau emosional seseorang, mulai dari stres, cemas, hingga depresi.
Oleh karena itu, penting untuk tetap aktif secara fisik meskipun situasi pandemi masih berlangsung untuk mencegah timbulnya stres. Masyarakat dapat tetap melakukan aktivitas fisik yang dapat dilakukan dari rumah, seperti yoga, jogging di area sekitar rumah, atau sekadar melakukan naik turun tangga.
Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan olahraga kardio dengan sepeda statis atau treadmill serta memanfaatkan youtube untuk mencari video-video senam aerobik maupun olahraga lainnya yang diarahkan oleh profesional.
Hal ini akan membantu masyarakat untuk tetap aktif secara fisik dan menurunkan risiko mengalami masalah kesehatan mental selama pandemi, seperti stres, perasaan cemas, hingga depresi.
Oleh: Dhea Zianita Yustikarini, Nabilah Huwaida, Shabrina Alfath Ramadhania (FKM UI)

Pos terkait