Nikmat Boba di Hari Muda, Sengsara di Hari Tua

DEPOKPOS – Salah satu minuman yang sangat populer dan sangat digemari anak muda saat ini adalah bubble milk tea. Minuman yang berisi boba ini berasal dari Taiwan. Boba sendiri merupakan minuman bertekstur kenyal dengan rasa yang manis. Boba tidak hanya digunakan untuk minuman saja, tetapi dapat juga dicampur dengan makanan lainnya.
Minuman ini tidak hanya populer di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Di Indonesia, minuman ini sering kali dicampur dengan gula merah (brown sugar) untuk menciptakan rasa khas yang cocok bagi cita rasa orang Indonesia. Rasa nikmat inilah yang menjadi salah satu alasan para remaja menyukai minuman kekinian ini, sehingga bisnis boba menjamur dan dapat ditemui gerai di berbagai tempat dengan dengan varian rasa dan ciri khasnya masing-masing.
Boba dibuat dari tepung tapioka yang berasal dari sari pati umbi singkong yang dikeringkan dan dihaluskan. Selanjutnya, tepung tapioka tersebut diolah menjadi boba yang rasanya hambar. Supaya boba terasa nikmat, maka ditambahkan gula pasir sehingga boba menjadi terasa manis. Rasa manis dari tambahan gula inilah yang berakibat buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Hal ini sebagaimana dikemukakan Dr Rita Ramayulis, seorang ahli gizi dan Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA), bahwa “Satu gelas teh susu boba berukuran 330cc, yang terdiri dari boba, gula, dan teh serta susu mengandung kurang lebih 50 gram gula”. Dalam 10 gram gula itu mengandung 36 kalori, berarti untuk 50 gram gula, tinggal 38 dikali 5 yaitu 190 kalori, itu hanya gula saja.
Di lain pihak, boba sendiri yang terbuat dari tepung tapioka sebagai sumber karbohidrat mengandung sekitar 64 kalori, lalu untuk teh susu mengandung 168 kalori. Sehingga untuk 330cc bubble milk tea setara dengan 422 kalori. Sebagai perbandingan untuk 100 gram nasi mengandung 129 kalori, sehingga untuk 330cc bubble milk tea setara dengan 327 gram nasi.
Terkait dengan konsumsi gula untuk kesehatan tubuh, berdasarkan Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak serta Peran Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji, menyatakan bahwa anjuran konsumsi gula adalah 50 gram/orang/hari atau setara dengan 4 sendok makan. Jika dilihat dari asupan gula saja, untuk 330cc bubble milk tea setara dengan batas konsumsi gula per hari.
Namun apakah dalam sehari kita hanya mengkonsumsi teh susu boba saja? Pastinya tidak bukan. Oleh karena itu, jika mengkonsumsi bubble milk tea secara berlebihan, maka akan terjadi peningkatan asupan gula berlebih yang akhirnya berisiko tinggi terserang penyakit berbahaya seperti obesitas dan diabetes.
Menurut menurut WHO (2000), obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi dengan energi yang digunakan dalam waktu lama. Obesitas dapat menimbulkan gangguan metabolik dan masalah kesehatan, salah satunya yaitu diabetes melitus tipe 2. Seseorang yang mengalami obesitas semakin lama menjadi kurang sensitif terhadap insulin (resistensi insulin).
Insulin merupakan hormon yang berfungsi untuk menyerap glukosa dalam darah, sehingga kadar gula dalam darah tetap normal. Jika produksi hormon insulin dalam darah menurun, berakibat kadar gula dalam darah meningkat dan orang tersebut akan menderita diabetes melitus tipe 2.
Lifestyle (gaya hidup) masyarakat saat ini mampu meningkatkan risiko penyakit diabetes dan juga obesitas. Gaya hidup dimaksud berupa kebiasaan mengonsumsi gula berlebihan yang salah satunya berasal dari minuman-minuman manis yang populer belakangan ini dan latihan fisik yang kurang, sehingga mengalami peningkatan berat badan yang berlebihan atau obesitas, selain itu juga diakibatkan oleh sedentary life (hidup santai), merokok, dan alkohol. Orang-orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas berisiko lebih tinggi terhadap munculnya penyakit diabetes. Jadi, obesitas sangat erat kaitannya dengan penyakit diabetes.
Sebagai catatan, tentu saja faktor penyebab diabetes dan obesitas bukan hanya berasal dari makanan dan minuman manis saja melainkan gaya hidup yang buruk juga dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit tersebut. Sebaliknya, gaya hidup yang baik, seperti berolahraga selama 30 menit per hari sangat berguna untuk menyeimbangkan antara makanan atau minuman yang diperoleh dengan tetap menjaga kesehatan.
Selain itu, mengetahui batasan konsumsi gula per hari terhadap diri sendiri juga sebagai pengingat untuk membatasi diri agar tidak terlalu sering untuk meminum boba. Jadi, sebenarnya masih diperbolehkan untuk mengkonsumsi boba. Namun, perlu diingat bahwa sesuatu yang berlebihan tidak baik bagi kesehatan sebab beberapa penyakit tidak memiliki dampak langsung di masa kini, melainkan di hari tua nanti. [Alfi Kamelia/Fadela Andini/Naila Fairuz]

Pos terkait