Regulasi Pasar Modal Syariah yang Diterapkan Platform Bibit

DEPOKPOS – Prinsip Syariah di Pasar Modal adalah prinsip hukum Islam dalam Kegiatan Syariah di Pasar Modal selama hal tersebut tidak bertentangan dengan fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini dan/atau Peraturan Otoritas Jasa Keuangan lainnya.

Regulasi atau Undang-undang pasar modal syariah tertuang dalam peraturan OJK nomor 15/POJK.04/2015 tentang Penerapan Prinsip Syariah Di Pasar Modal. Selain kegiatan dan usaha yang tidak boleh melanggar prinsip syariah dari segi transaksipun demikian. Memang benar jika dilihat dari aspek regulasinya, pasar modal syariah masih akan terus mengalami perkembangan. Demikian pula instrument- instrumen yang ditawarkan oleh pasar modal syariah juga masih akan mengalami perkembangan.

Reksadana adalah salah satu instrumen pasar modal syariah, instrumen ini menumpulkan dana investasi dari masyarakat yang nantinya akan dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi ke dalam berbagai instrumen investasi.

Beberapa lembaga manajemen investasi kini tidak hanya menawarkan reksadana yang berbasis konvensional namun menawarkan juga reksadana berbasis syariah. Antara reksadana syariah dan non-syariah perbedaaannya ada pada hal-hal berikut:

1. Tujuan Investasi
2. Pengelolaan
3. Return
4. Pengawasan
5. Akad dan transaksi

Pada prinsipnya reksa dana syariah sama dengan reksadana konvensional yang penting dalam pengelolaannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah di pasar modal. Pada kebijakannya investasi reksadana syariah hanya akan berinvestasi pada perusahaan dengan kategori halal, dan memenuhi rasio keuangan tertentu.

Kebijakan Investasi reksadana syariah hanya dilakukan pada instrumen keuangan yang sesuai dengan Syariah Islam, meliputi:

1. Efek Pasar Modal Syariah: Obligasi Syariah (Sukuk); Saham-saham yang masuk dalam DES (Daftar Efek Syariah), serta efek surat utang lainnya yang sesuai dengan prinsip syariah.
2. Instrumen Pasar Uang Syariah: – Sertifikat Wadiah Bank Indonesia (SWBI) – Sertifikat Investasi Mudharabah Antar-bank (SIMA) – Certificate of Deposit Mudharabah Mutlaqah (CD Mudharabah Mutlaqah) – Certificate of Deposit Mudharabah Muqayyadah (CD Mudharabah Muqayyadah).
(Apa itu Reksa Dana Syariah?, 2018)

Seiring waktu, semakin berkembangnya kemajuan teknologi dan daya saing dunia investasi tak jarang masih ada saja orang yang melakukan kesalahan dalam bproses berinvestadi di reksadana, mengakibatkat hasil yang tidak maksimal. Berikut 2 kesalahan yang sering terjadi:

1. Tidak tahu tujuan keuangan
2. Salah Pilih Jenis Reksadana

Dua Hal ini akan menjadi fundamental jika terus berlanjut seiring berjalannya waktu. Dan di awal tahun 2019 muncul solusi dari 2 permasalahan dalam melakukan investasi reksadana bagi pemula tersebut, yaitu Bibit.id. Aplikasi yang membantu para pemula dalam berinvestasi.

Platform Bibit juga menggunakan instrumen reksadana syariah yang keberadaaanya sudah teruji dan diawasi langsung oleh OJK sehingga aman dan sesuai dengan prinsip pasar modal syariah.

Sehingga dapat kita simpulkan penggunaan platform bibit kurang lebih sudah memenuhi standar regulasi pasar modal syariah karena telah mengantongi izin resmi sebagai agen penjual reksadanan dari Otoritas jasa Keuangan (OJK).

Dengan artian, dana yang diinvestasikan tidak disimpan dan dikelola oleh BIBIT, melainkan akan langsung ditransfer ke rekening penampungan dana investor dari Manajer Investasi masing-masing reksadana, dikelola oleh Manajer Investasi berlisesnsi OJK, dan asset investasi akan disimpan di Bank kustodian. Dana hanya akan dicairkan ke rekening atas nama pribadi yang berinvestasi. [Nafa Azzahrah Chairunisa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.