Makan Fast Food Sekarang, Menyesal Kemudian

Di zaman sekarang abad ke-21 makanan cepat saji sudah tidak asing lagi bagi kita. Fast food adalah makanan yang dapat disajikan dan dilayankan dengan cepat. Apalagi sejak terjadinya pandemi covid-19 makanan cepat saji sudah menjadi kebutuhan sehari-hari untuk membatasi kegiatan di luar rumah. Selain itu, kita lebih sering memesan makanan lewat aplikasi online dan yang lebih kita sering pesan adalah makanan fast food karena lebih praktis, hemat waktu, dan rasanya yang lezat.
Beberapa makanan cepat saji yang sering terkenal di tengah masyarakat adalaah donat, burger hingga pizza. Ada juga makanan cepat saji dapat bertahan lama yang lebih praktis dan bertahan lama seperti frozen food dan mie instan.
Fast food dibuat dengan bahan murah, seperti dari daging berlemak tinggi, biji-biji olahan, juga tambahan gula dan lemak. Selain itu, fast food juga tinggi sodium yang berfungsi sebagai pengawet dan membuat makanan beraroma lezat. Padahal, makanan yang sehat sebaiknya disajikan berupa daging tanpa lemak, gandum utuh, buah-buahan segar dan sayuran.
Beberapa penelitan menyatakan bahwa mengonsumsi makanan cepat saji (fast food) tidak menimbulkan dampak langsung. Banyaknya makanan siap saji yang menumpuk pada tubuh seseorang bisa menimbulkan penyakit tertentu di kemudian hari.
Dampak terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji, diantaranya :
⦁ Meningkatkan kolesterol
Fast food biasanya dimasak dengan minyak tinggi lemak. Terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol jahat yang meningkatkan risiko penyakit jantung.
⦁ Meningkatkan risiko gangguan pencernaan
Makanan cepat saji juga terbuat dari tepung yang mengandung karbohdrat olahan tinggi namun rendah serat.
⦁ Menambah berat badan
Fast food merupakan makanan yang tinggi lemak dan kalori. Kalori yang ada dalam fast food biasanya berasal dari karbohidrat yang diproses tinggi.
Karena itulah, menjaga kesehatan tubuh kurangi mengkonsumsi makanan cepat saji dan lebih banyak mengkonsumsi makanan bergizi seperti sayur, buah, ikan dan lain-lain. Agar daya tahan tubuh kita kuat, apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini yang harus selalu meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga protokol kesehatan. [Hafsah Nur Syahidah/SEBI]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.