oleh

Tips Aman dan Nyaman Berkendara Sepeda Motor Saat Pandemi Covid-19

Oleh Wawan Sasongko, mahasiswa FKM UI

Pandemi Covid-19 yang sudah melanda dunia sejak bulan Maret 2020 belum juga dicabut oleh badan Kesehatan dunia (WHO). Pandemi Covid-19 sudah merenggut banyak korban jiwa di seluruh belahan dunia ini. Menurut kanal informasi covid19.go.id terhitung pada tanggal 20 Desember 2020 sudah terdapat 1,6 juta orang meninggal akibat Covid-19 ini. Sedangkan di Indonesia pandemi Covid-19 sudah merenggut nyawa sebanyak 19,8 ribu jiwa.

Pandemi menjadi momok yang sangat menakutkan yang terjadi pada tahun 2020 ini. Beberapa penyesuaian harus kita lakukan dimulai semenjak bulan Maret 2020 hingga saat ini. Penyesuaiannya dapat berupa menggunakan masker, mencuci tangan, dan juga menjaga jarak satu sama lain, hal ini dilakukan untuk mencegah penularan covid-19 di masyarakat luas.

Dalam melakukan seluruh aktivitas pun kita harus melakukan beberapa penyesuaian seperti bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan melakukan berbagai macam aktivitas dari rumah. Namun ada beberapa hal yang harus kita lakukan diluar rumah ketika dalam keperluan mendesak. Ketika kita sedang keluar rumah maka kita akan menggunakan kendaraan baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Kita juga harus menyesuaikan keadaan dengan tetap menggunakan masker agar tidak tertular covid-19. Selain itu kita juga harus memerhatikan sikap berkendara agar tidak terjadi kecelakaan pada saat berkendara.

Kecelakaan lalu lintas merupakan permasalahan yang terjadi sejak lama dan menjadi semakin majemuk dan serius untuk diselesaikan. Hal ini dapat dilihat dari tingginya tingkat kecelakaan dari tahun ke tahun. Kecelakaan lalu lintas tidak terlepas dari peran peningkatan kesadaran para pengendara kendaraan agar tidak terjadi kecelakaan.

Kecelakaan dalam berkendara dapat menyebabkan timbulnya luka-luka ringan, sedang, maupun berat atau bahkan sampai menyebabkan kematian. Di Indonesia jumlah kecelakaan lalu lintas semakin meningkat setiap tahunnya jika dilihat sejak tahun 2014 jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas mencapai 95.906 kejadian, tahun 2015 mencapai 98.970 kejadian, tahun 2016 mencapai 116.644 kejadian, meskipun mengalami penurunan pada tahun 2017 dengan 103.228 kejadian namun angka tersebut tergolong tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2014 (BPS, 2017). Tidak luput pula saat ini dalam keadaan pandemi covid-19 yang mana kita juga harus tetap memerhatikan beberapa hal seperti menggunakan masker dan menjaga jarak.

BACA JUGA:  Fenomena Hustle Culture

Dalam berkendara terdapat beberapa penyebab terjadinya kecelakaan. Kecelakaan dapat menyebabkan banyak kerugian pada pengendara, seperti patah tulang, terluka ringan bahkan hingga kematian. Kecelakaan dapat terjadi disebabkan oleh tindakan tidak aman (unsafe act). Tindakan tidak aman (unsafe act) yaitu tindakan atau perilaku kebiasaan tidak aman dari seseorang yang menimbulkan bahaya terhadap dirinya sendiri dan juga orang lain.

Tindakan tidak aman (unsafe act) dapat berupa tidak memakai helm, berkendara dengan kecepatan tinggi, dan lain-lainnya. Selain tindakan tidak aman (unsafe act) terdapat juga kondisi tidak aman (unsafe condition) yang dapat membahayakan pengendara. Kondisi tidak aman (unsafe condition) merupakan suatu kondisi berbahaya yang ada di sekitar pengendara.

Kondisi tidak aman (unsafe condition) dapat berupa jalan yang licin, kendaraaan yang tidak dilakukan servis berkala dan lain-lainnya. Terlebih pada masa pandemi covid-19 ini maka kondisi dijalan sangat berbahaya dikarenakan kita tidak mengetahui pengendara disekitar kita apakah menderita covid-19 atau tidak.

Dalam berkendara pada saat pandemi ini diperlukan suatu kepedulian sesama untuk mencegah terjadinya penularan covid-19 pada saat berkendara. Para pengendara haruslah sadar akan bahaya penularan covid-19 seperti menggunakan masker, menggunakan sarung tangan dan selalu menjaga kebersihan setelah berkendara. Selain itu para pengendara juga harus tetap memerhatikan perilaku berkendaraa dengan aman (Safety Riding).

BACA JUGA:  Pentingnya Memahami Manajemen Risiko Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0

Keselamatan berkendara mengacu para perilaku berkendara secara ideal dan harus memiliki tingkat keamanan yang cukup baik bagi diri sendiri maupun orang lain agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas dan juga potensi tertular penyakit covid-19. Istilah yang sering kita dengar yaitu safety riding atau berkendara dengan aman, pengertian safety riding adalah perilaku pengemudi yang aman dan dapat membantu untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintaas. Safety riding juga dapat diartikan sebagai dasar pelatihan berkendara lebih lanjut yang memerhatikan keselamatan bagi pengemudi dan penumpang. Safety riding didesain untuk meningkatakan kesadaraan atau kepedulian pengendara terhadap segala kemungkinan yang terjadi pada saat berkendara (Ariwibowo, 2013).

Dalam berkendara di masa pandemi ini kita harus menggunakan beberapa atribut untuk berkendara dengan sepeda motor agar terhindar dari kecelakaan dan juga mencegah penularan covid-19. Atribut ini digunakan untuk meningkatkan keamanan dalam mengendarai sepeda motor, berikut adalah tata cara bersepeda motor yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (2009):

Helm

Helm merupakan alat pelindung diri yang paling utama dan wajib dikenakan oleh pengendara maupun penumpang sepeda motor untuk mengurangi luka serius yang akan ditimbulkan apabila terjadi kecelakaan. Menurut UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkatan Jalan menyebutkan bahwa pengendara dan penumpang sepeda motor wajib menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI)

Pelindung Mata dan Wajah (masker)

Dalam hal ini pelindung wajah harus memnuhi persayaratan standar yang berlaku, tidak ada goresan, tidak membatasi pandangan berbagai arah dan dapat diikat erat sehingga tidak mudah bergeseer. Pada saat pandemi covid-19 saat ini sangat diperlukan untuk menggunakan pelindung wajah (masker) untuk dapat mencegah penularan covid-19 kepada diri kita

BACA JUGA:  Berorganisasi untuk Menghadapi Risiko

Sarung Tangan

Sarung tangan berfungsi untuk mengurangi efek langsung angin maupun kondisi cuaca ketika berkendara dan meminimalkan dampak cedera atau luka-luka pada saat terjadi kecelakaan lalu lintas. Pada masa pandemi covid-19 ini menggnakan sarung tangan juga sangat penting agar dapat mencegah penularan covid-19 dari tangan, dan juga setelah berkendara sangat dianjurkan untuk membersihkan diri (mandi) sebelum berkontak dengan orang di sekitar kita

Pakaian Pelindung

Pakaian yang tepat dapat melindungi dari cereda adalah pakaian yang dapat melindungi dari angin atau kondisi cuaca yang buruk. Pakaian ini dapat mencegah terjadinya cedera yang lebih parah ketika terjatuh. Selain itu pakaian juga dapat mencegah menempelnya virus covid-19 pada anggota tubuh, sangat dianjurkan untuk menggunakan pakaian berlengan panjang ketika sedang berkendara

Sepatu

Sepatu berfungsi untuk melindungi pergelangan kaki. Sepatu dapat mengurangi efek langsung ke arah kaki pada pengendara sepeda motor ketika terjadi kecelakaan lalu lintas. Sepatu harus didesain untuk berkendara sepeda motor dan terbuat dari kulit atau bahan sintetis kuat lainnya. Dapat melindungi pergelangan kaki, memiliki alas sepatu yang mampu menapak dengan baik dan memiliki bagian yang diperkuat sebagai perlindungan tambahan.

Referensi:
Core.ac.uk. 2020. [online] Available at: <https://core.ac.uk/download/pdf/35371404.pdf> [Accessed 20 December 2020].
COVID-19, S., 2020. Beranda | Satgas Penanganan COVID-19. [online] covid19.go.id. Available at: <https://covid19.go.id/> [Accessed 20 December 2020].
Eprints.dinus.ac.id. 2020. [online] Available at: <http://eprints.dinus.ac.id/15923/1/SIGAP_11_Eni_Mahawati.pdf> [Accessed 20 December 2020].
Eprints.ums.ac.id. 2020. [online] Available at: <http://eprints.ums.ac.id/71501/13/Naskah%20Publikasi%20Triana.pdf> [Accessed 20 December 2020].
Lib.unnes.ac.id. 2020. [online] Available at: <https://lib.unnes.ac.id/25674/1/6411411011.pdf> [Accessed 20 December 2020].

Komentar

Berita lainnya