oleh

Benarkah Penelitian menyatakan bahwa Humor dapat Mengatasi Kecemasan di Masa Pandemi COVID-19?

Sebuah penelitian dari Spanyol menyatakan bahwa humor dapat mengatasi kecemasan, terlebih disaat pandemi COVID-19 yang mana semua orang harus berada di rumah saja. Faktor humor ditemukan pada kecemasan yang parah, yaitu semakin banyak strategi ini digunakan, kemungkinan kecemasan parah hampir dua kali lebih rendah dengan peningkatan faktor ini. Sehingga seseorang yang memiliki selera humor cukup tinggi, maka cenderung akan memiliki tingkat kecemasan yang rendah, begitu pula sebaliknya.

Dilihat dari kondisi masyarakat, kecemasan seringkali terjadi pada perempuan daripada laki-laki, ditambah lagi yang belum menikah. Kecemasan biasanya disebabkan karena suatu ekspektasi tinggi yang ditentukan oleh diri sendiri, sehingga timbul perasaan takut jika ekspektasi tersebut tidak tercapai.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Sudut pandang psikodinamik Freud menggambarkan bahwa humor sebagai salah satu mekanisme pertahanan terkuat yang memungkinkan individu untuk menghadapi masalah dan menghindari emosi negatif dan peneliti percaya bahwa humor memiliki efek mengurangi stres (Penson et al., 2007).

Setiap orang memiliki gaya humor yang berbeda-beda, dipengaruhi oleh jenis kelamin, umur, lokasi tinggal dan pendidikan. Gaya humor menurut Ruch dan Heintz (2015) dapat dikategorikan menjadi dua, humor ditujukan untuk orang lain dan untuk diri sendiri.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Humor yang ditujukan kepada orang lain yakni affiliative humor dan aggressive humor. Affiliative humor menggunakan cerita lucu dan jokes untuk membuat orang tertawa dan aggressive humor menggunakan kekurangan orang lain sebagai bahan bercandaan.

Humor yang ditujukan kepada diri sendiri yaitu self-enhancing humor dimana menggunakan humor untuk memecah suasana agar menjadi lebih baik dan self-defeating humor merupakan humor yang ditujukan untuk membiarkan orang lain membuat bahan bercandaan dari kekurangan diri kita.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Menggunakan gaya affiliative dan self-enhancing humor terbukti dapat menurunkan kecemasan. Sedangkan hasil penelitian menunjukkan gaya agressive dan self-defeating humor menunjukkan sebaliknya.

Humor dapat kita gunakan sebagai langkah menangani kecemasan pada masa-masa sulit seperti ini. Namun tetap bijaklah dalam memilih dan menggunakan gaya humor dalam keseharian.

Ditulis oleh Arindi Vindi C. dan Febrie Wulandari, Universitas Indonesia.

Referensi:
Menéndez-Aller, Á., Postigo, Á., Montes-Álvarez, P., González-Primo, F. and García-Cueto, E., 2020. Humor as a protective factor against anxiety and depression. International Journal of Clinical and Health Psychology, 20(1), pp.38-45.

Komentar