oleh

DBD Mewabah, Pemkot Depok Akan Ambil Tindakan

Ilustrasi.
Ilustrasi.

DEPOK – Data pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSUD Depok yang tercatat sejak Januari sampai 18 Juli mencapai 1.011 pasien. Bulan April menjadi periode tertinggi, dimana penderita mencapai 191 orang.

Dewi Damayanti selaku Direktur RSUD Depok menyampaikan bahwa pada awal tahun ini jumlah penderita yang dirawat yaitu sebanyak 151 orang. Jumlah ini meningkat dari bulan Desember 2015 lalu.

“Desember lalu hanya 51 orang yang dirawat,” ujar Dewi, Senin (18/07/2016).

BACA JUGA:  Lewat Meme, Klinik Nabila Depok Kenalkan Edukasi Kesehatan bagi Milenial

Dari jumlah 151 penderita, hanya 126 orang warga Depok yang dirawat di RSUD hingga 31 Januari 2016. Sedangkan sisanya berasal dari luar Depok.

Menurut Dewi setelah dirinci pada bulan Februari terjadi peningkatan menjadi 177 penderita dan Maret 179 penderita. Jumlahnya melonjak lagi pada April yang mencapai 191 penderita. Sedangkan pada Mei terjadi penurunan menjadi 176 penderita. Jumlah penderita berangsur turun pada Juni yang mencapai 79 orang dan Juli hingga Senin (18/7/2016) hanya 57 orang.

BACA JUGA:  Tanaman Hias dalam Ruangan untuk Kesehatan

Warga Beji yang bernama Rokiah menuturkan, dua orang cucunya meninggal akibat menderita DBD. Cucu Rokiah meninggal pada bulan Februari. Saat itu cucunya sempat dirawat di rumah sakit.

“Meninggal karena menderita DBD, sudah dirawat juga,”katanya.

Beberapa bulan kemudian, cucunya yang lain turut menderita penyakit serupa. Ia tak mengetahui dimana cucunya terkena gigitan nyamuk. Rokiah berharap agar ada perhatian dari pemerintah mengenai penyakit ini. Apalagi saat ini Depok sudah memasuki musim penghujan.

BACA JUGA:  Ternyata Jeruk Bukan Buah yang Mengandung Vitamin C Paling Tinggi

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Lies Karmawati mengatakan, pemeriksaan jentik berkala (PJB) sudah dilakukan pihaknya untuk mengurangi perkembangbiakkan bibit nyamuk.

“Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dilakukan dengan penguburan barang bekas yang bisa berpotensi menjadi sarang nyamuk. Kalau tidak memungkinkan baru diberikan abate,” katanya.

Menurutnya, DBD dikatakan sebagai kejadian luar biasa jika disatu waktu yang sama terjadi peningkatan jumlah penderita tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. (Claudia/Depokpos)

Komentar

Berita lainnya