Otomotif

Industri Otomotif di Indonesia Sulit Berkembang jika Tetap Puas Menjadi Konsumen

×

Industri Otomotif di Indonesia Sulit Berkembang jika Tetap Puas Menjadi Konsumen

Sebarkan artikel ini

DEPOKPOS – Dalam indutri otomotif Indonesia terlihat ramai : tingginya angka pejualan, showroom penuh, dan banyaknya pabrik perakitan.

Tapi keramaian itu menipu. Kenyataannya Indonesia masih terjebak sebagai “assembly country”-negara perakit, bukan sebagai pusat inovasi.

Hampir semuan Keputusan strategis ditentukan oleh principal luar negeri, sedangkan pekerja local hanya menjalankan proses produksi yang sudah distandarisasi.

Masalah kita bukan sekedar “belum mampu”. Masalahnya karena ekosistem inovasi kita lemah. Riset kendaraan Listrik yang masih minim, kolaborasi antara universitas dan industri yang jalan setengah hati, dan pemeritah yang lebih mengejar angka investasi ketimbang membangun kemandirian teknologi.

Akibatnya, kita masih bergantung penuh pada teknologi impor: dari baterai EV, sampai komponen mesin.

Kebergantungan ini bikin industry kita gampang goyah ketika rantai pasok global terganggu.

Lebih parahnya lagi, pelaku indutri di Indonesia terlalu nyaman dengan skema CKD/IKD (perakitan dari komponen impor).

Model bisnisnya cepat menghasilkan, tetapi tidak mendorong transfer teknologi. Negara lain seperti Thailand dan China berani memaksakan membuka pusat riset atau memproduksi komponen inti dalam negeri.

Indonesia? Terlalu longgar, takut investor kabur.

Jika kondisi ini dibiarkan, industri otomotif di Indonesia akan stagnan: besar secara angka, namun kecil secara teknologi.

Untuk keluar dari zona nyaman ini, pemeritah harus mengambil langkah tegas-mewajibkan pabrik membangun R&D local, memperkuat industri komponen dalam negeri, dan melindungi produsen kecil agar bisa naik kelas.

Tanpa langkah berani itu, kita akan terus jadi pasar yang menggiurkan bagi dunia, tetapi tidak pernah jadi pamain besar dalam industri otomotif global.

Fitrah Nur Fajar Pratama, Mahasiswa Universitas Pamulang prodi Teknik Industri