DEPOKPOS – Nasib tragis menimpa maling ayam di Tanjungsiang Subang, Jawa Barat. Pelaku berinisial T (37) tewas pada Selasa (1/4) malam, sekitar pukul 23.30 WIB di Desa Rancamanggung Kecamatan Tanjungsiang, Subang.
Taryana kepergok warga sedang mencuri ayam di kandang milik salah satu perusahaan. Ia langsung ditangkap dan diteriaki maling hingga akhirnya jadi bulan-bulanan warga.
Ia dipukuli dengan balok kayu dan bambu, bahkan ditembak dengan senapan angin.
Tidak hanya itu, maling ayam tersebut juga sempat diseret dari TKP sejauh 500 meter menuju kantor desa Rancamanggung Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang.
Taryana (37) pencuri ayam yang tewas diamuk massa di depan Kantor Desa Gandasoli, Kecamatan Tanjungsiang, Subang, ternyata memiliki utang hingga Rp 30 juta.
Istri Taryana, Yeni, mengungkapkan utang tersebut terdapat di tiga bank, yakni dua bank emok atau bank keliling dan sebuah bank swasta.
Pinjaman itu diambil sejak dua tahun lalu dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Ia juga menggunakannya untuk menutupi utang yang lain.
Yeni menyampaikan hal itu saat ditemui Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Jumat (4/4). Dedi datang ke rumah Yeni untuk bertakziah.
“Saya punya utang bank emok, Pak Gubernur, totalnya ada 3 bank dan jumlahnya mencapai sekitar Rp 30 juta,” ungkap Yeni.
Ibu satu anak itu mengaku tidak tahu alasan suaminya mencuri. Ia menduga terlilit utang itulah yang menjadi alasannya.
“Tidak tahu juga alasan suami saya mencuri untuk apa, mungkin juga untuk bantu buat setor bank Emok,” ucapnya.
Sehari-hari Yeni berjualan gorengan untuk menyicil utangnya meski terkadang jumlahnya masih kurang. Suaminya masih memberikan nafkah meski ia tidak tahu dari mana asal uangnya tersebut.
Taryana kata Yani, tidak memiliki pekerjaan tetap. Terakhir suaminya itu diketahui mencuri kencur di sebuah kebun.
“Saya sama sekali tidak tahu motif suami saya mencuri untuk apa? Dan uang yang dikasih ke saya juga saya tak pernah tahu uang dapat dari mana. Sekalipun tak punya kerjaan tetap tapi dia selalu ngasih nafkah walaupun tak seberapa,” tutur Yeni.