DEPOKPOS, AS – Pengunjuk rasa di seluruh Amerika Serikat telah menggelar aksi mogok “no work, no school, no shopping” untuk menentang tindakan keras Presiden Donald Trump terhadap imigrasi.
Demonstrasi tersebut berlangsung pada hari Jumat waktu setempat di tengah kemarahan yang meluas atas pembunuhan Alex Pretti, seorang perawat perawatan intensif yang ditembak beberapa kali setelah ia menggunakan ponselnya untuk merekam petugas Patroli Perbatasan yang melakukan operasi penegakan hukum imigrasi di Minneapolis.
Kematian tersebut meningkatkan pengawasan terhadap taktik pemerintahan setelah kematian Renee Good pada 7 Januari, yang ditembak mati di belakang kemudi kendaraannya oleh seorang petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE).
@mirnad777Miles de personas salieron a las calles de Minnesota pese al frío extremo. Más de 3,000 voces unidas gritando un solo mensaje claro: “ICE OUT OF MINNESOTA”. La comunidad se levanta, protesta y exige justicia, respeto y humanidad. Esto no es política, es vida real, es familia, es dignidad. 📍 Minneapolis, Minnesota ✊🏽 El pueblo no se queda callado. #ICEOutOfMinnesota #MinnesotaProtest #Minneapolis #ICEFuera #JusticiaParaTodos
Bagi banyak demonstran, ada rasa dikhianati. Mereka menolak anggapan pengerahan itu untuk penegakan hukum imigrasi, dan menilai tindakan pemerintah tersebut semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan tanpa batas.
“Tetangga saya diteror. Orang diculik dari rumah, diseret keluar hanya dengan pakaian dalam. Negara polisi ini merasa bisa berbuat sesuka hati, padahal tak seorang pun menginginkan mereka di sini,” kata Brendan, warga St. Paul.
“Mereka hanya mencoba menyalahgunakan kekuasaan dan mengintimidasi kami. Ini taktik teror. Bahkan mereka salah tangkap, lalu menurunkan orang enam blok jauhnya. Semata-mata untuk menakut-nakuti komunitas kami,” tambahnya.
Baca juga: Aksi demonstrasi di Colorado diserang, sejumlah peserta terluka
Pemerintahan Trump membingkai tindakan keras ini sebagai upaya keselamatan publik, dengan alasan memastikan hukum imigrasi AS ditegakkan.
Namun, pembunuhan demonstran Renee Good, ibu tiga anak berusia 37 tahun, dan Alex Pretti, perawat ICU, oleh petugas federal memperburuk ketegangan yang meningkat sejak ICE dikerahkan Desember lalu.
“Faktanya mereka menculik orang, anak-anak, tetangga saya, membunuh di jalanan—rasanya seperti diserang, seperti perang dari pemerintah sendiri,” kata Jodi Irwin, warga Minneapolis Selatan.
Protes terhadap operasi ICE dan penembakan oleh agen federal itu berlangsung lebih dari sebulan di seluruh negara bagian, tetapi demonstrasi pada Jumat itu menjadi salah satu aksi publik terbesar.
Good dan Pretti ditembak dalam insiden terpisah di Minneapolis bulan ini. Good tewas 7 Januari di dekat lokasi protes. Kurang dari tiga minggu kemudian, Pretti ditembak dalam demonstrasi lain.
Pejabat senior pemerintahan Trump cepat membingkai kematian Pretti sebagai respons sah terhadap penyerang bersenjata.
Namun, video saksi, pernyataan sumpah, dan keterangan medis menunjukkan Pretti dilucuti senjata, ditahan, lalu ditembak saat tergeletak di tanah.
“Saya di sini agar tak ada orang lain yang terbunuh. Minnesota tak ingin ICE lagi,” kata Crystal Hagen, warga Minneapolis.
Ditanya soal bingkai pemerintah Trump, Hagen menegaskan, “Ini semua kebohongan. Kita butuh seseorang yang membela Minnesota dan berkata jujur,” tambahnya.
