Scroll untuk baca artikel
Berita DepokHumanitas

Taspen dan BMM Kuatkan Ekonomi dan Ekologi Berbasis Komunitas di Depok

×

Taspen dan BMM Kuatkan Ekonomi dan Ekologi Berbasis Komunitas di Depok

Sebarkan artikel ini
Taspen dan BMM Kuatkan Ekonomi dan Ekologi Berbasis Komunitas di Depok

DEPOK – Upaya memperkuat kemandirian masyarakat terus digaungkan melalui inisasi program sosial PT Taspen (Persero) yang bekerjasama dengan Baitulmaal Muamalat (BMM) melalui program Kampung Pensiunan Andal Taspen (PENTAS).

Bertempat di RW 14, Kelurahan Mekarsari, Kota Depok, Jawa Barat, kedua lembaga ini menggelar dua pelatihan pemberdayaan komunitas yang berfokus pada peningkatan dan pengembangan kapasitas Pelaku UMKM dan Pengurus Bank Sampah agar lebih mandiri, kreatif dan berkelanjutan pada Kamis (09/10).

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara penguatan ekonomi kerakyatan dan keberlanjutan lingkungan, dua pilar penting dalam membangun komunitas tangguh.

Mengusung tema “Pelatihan Business Model Canvas (BMC) dan Branding UMKM”, pelatihan pertama dilaksanakan di Masjid Al-Muttaqien, RW 14 dan diikuti oleh 27 peserta yang terdiri dari pelaku usaha binaan, pensiunan ASN serta pendamping program.

Andika Wahyu Vedirohima, S.Si yang menjadi narasumber sekaligus Founder Beeyou Training dan Consulting memaparkan materi yang membimbing peserta memahami strategi bisnis modern. Mulai dari analisis pelanggan, model pendapatan hingga pembangunan identitas merek lokal yang kuat.

“Banyak pelaku UMKM yang awalnya berangkat dari dapur rumah kini mampu menembus omset miliaran rupiah. Kuncinya ada di niat, konsistensi dan kemauan belajar. Melalui pelatihan ini, kami ingin menumbuhkan keyakinan bahwa UMKM Depok juga bisa naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas,” ujar Mutiara Yuliastuti Putri selaku Manajer CSR BMM.

Mengangkat tema yang berbeda, pelatihan kedua dilaksanakan di Aula Balai RW 14 dengan tema “Pelatihan Kelembagaan dan Manajerial Bank Sampah Bhineka” dan diikuti oleh 21 peserta yang terdiri dari pengurus bank sampah, perwakilan PT Taspen dan BMM, serta warga sekitar yang ingin mempelajari tata kelola lembaga, administrasi keuangan sederhana dan strategi usaha daur ulang kreatif.

Menghadirkan Muhammad Insanullah Ilham, S.Sos sebagai narasumber, beliau memaparkan pentingnya pencatatan keuangan tiga buku utama yaitu, buku nasabah, buku induk dan buku kas sebagai pondasi transparansi dan profesionalisme pengelolaan bank sampah.

Kedua pelatihan tersebut mendapat sambutan hangat dari peserta dan menjadi bukti kuat komitmen PT Taspen (Persero) dalam mendorong pensiunan ASN serta masyarakat umum agar tetap produktif dan berdaya.

“PT Taspen tidak hanya hadir untuk melayani pensiunan, tetapi juga mendampingi mereka agar terus aktif berkarya dan memberi manfaat bagi lingkungannya. Melalui sinergi dengan BMM, kami ingin mencetak lebih banyak pelaku UMKM baru yang tangguh, sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan lewat bank sampah,” kata Choiruk Luqman Santoso selaku Finance Sub Unit Head PT Taspen (Persero) yang mewakili Tim TJSL PT Taspen.

Program Kampung Pensiunan Andal Taspen (PENTAS) menjadi model pemberdayaan sosial-ekonomi yang menghubungkan potensi pensiunan ASN dengan semangat masyarakat lokal. Melalui pelatihan UMKM dan Bank Sampah, Taspen dan BMM berharap dapat menumbuhkan ekosistem komunitas yang mandiri, berdaya saing serta berorientasi pada keberlanjutan ekonomi dan lingkungan.